12 Tanda dan Gejala Penyakit Kelenjar Tiroid yang Berbahaya

Tiroid merupakan kelenjar berbentuk kupu-kupu yang terletak di leher. Kelenjar ini menghasilkan hormon tiroid yang penting untuk metabolisme tubuh dan aktivitas otak. Ketika penyakit menyerang kelenjar tiroid, maka berbagai tanda dan gejala pada tubuh dapat terjadi, meskipun terkadang hanya samar-samar.

Sejumlah gejala akibat penyakit kelenjar tiroid diantaranya perubahan berat badan, masalah pencernaan, gangguan menstruasi, depresi, disfungsi seksual, jantung berdebar, dan kelelahan ekstrim.

Setiap gejala tiroid yang muncul akan sesuai dengan penyakit yang menyebabkannya. Selanjutnya penyakit tersebut akan mempengaruhi produksi dan fungsi hormon; hormon yang berlebihan (overactive) disebut hipertiroid, sedangkan untuk hormon rendah (uderactive) disebut hipotiroid dengan sejumlah gejala yang menyertainya.

gejala penyakit tiroid

Cermati dan tangani segera gejala penyakit kelenjar tiroid berikut ini:

1. Kelelahan

Lelah setelah bekerja adalah hal yang wajar, namun merasa lelah saat bangun tidur, meskipun sudah tidur 8 – 10 jam semalam, bisa menjadi pertanda adanya penyakit pada kelenjar tiroid. Pada hipertiroidisme, sering kali penderitanya mengalami insomnia pada malam hari sehingga menyebabkan kelelahan di siang hari.

Bagaimana membedakannya dengan masalah lain? Pada prinsipnya, kelelahan terkait tiroid tetap tidak berkurang, tidak peduli berapa banyak Anda tidur malam atau siang hari. Bahkan keletihan ini dapat menghambat kemampuan pengidapnya untuk tetap produktif dalam kehidupan sehari-hari.

2. Perubahan Berat Badan

Gejala tiroid yang mudah diamati lainnya yaitu perubahan pada berat badan. Pada hipotiroid atau kelenjar tiroid yang kurang aktif, membuat laju metabolisme begitu rendah sehingga pengidapnya akan cenderung memiliki berat badan berlebih, atau sulit sekali menurunkan berat badan meskipun sudah mengurangi makan.

Sedangkan pada hipertiroidisme, pengidapnya justru sulit menambah berat badan meskipun sudah banyak makan. Hal ini terjadi karena tiroid yang terlalu aktif meningkatkan metabolisme, menyebabkan tubuh membakar kalori dengan lebih agresif. Bahkan banyak diantara pengidapnya yang mengalami penurunan berat badan yang dramatis tanpa sebab yang jelas.

Jangan kaget jika ada orang yang sudah banyak makan tetapi tak kunjung gemuk, itulah salah satu gejala tiroid berlebihan.

3. Nyeri Otot & Sendi

Pegal dan nyeri pada otot dan persendian yang tidak jelas penyebabnya (bukan setelah aktivitas fisik) dapat menjadi gejala tiroid bermasalah. Nyeri yang dirasakan memang bervariasi, namun bisa menjadi sangat intens sehingga mengganggu aktivitas normal, bahkan menghambat kemampuan untuk melakukan gerakan dalam rentang gerak normal.

4. Benjolan di Leher

Benjolan di leher bagian depan dapat terjadi akibat pembengkakan kelenjar tiroid, baik disertai dengan nyeri ataupun tidak. Kondisi ini dikenal sebagai “gondok,” dan biasanya muncul sebagai pembesaran lokal di pangkal leher.

Gondok bisa disebabkan oleh pembesaran tiroid yang bersifat jinak, namun ada juga yang bersifat ganas seperti pada gondok beracun dan kanker tiroid.

5. Perubahan Rambut & Kulit

Berbagai masalah rambut dan kulit dapat terjadi akibat penyakit tiroid, beberapa contohnya seperti rambut kering, rambut rontok, kulit bersisik, atau kulit yang terlalu kering. Ketika tiroid kurang aktif atau terlalu aktif, maka terjadilah gangguan keseimbangan yang pada gilirannya mempengaruhi siklus pertumbuhan rambut dan kesehatan kulit.

6. Gangguan Pencernaan

Baik hipotiroidisme maupun hipertiroidisme, keduanya dapat menyebabkan perubahan kebiasaan buang air besar, karena kedua kondisi ini mengganggu kemampuan tubuh untuk mencerna makanan dan menghasilkan limbah.

Pada hipotiroid, pengidapnya menjadi jarang buang air besar yang mengakibatkan konstipasi kronis. Buang air besar yang suliy dan menyakitkan dapat menyebabkan masalah tambahan seperti wasir.

Sedangkan pada hipertiroidisme, buang air besar bisa menjadi lebih sering dan lebih mendesak. Diare juga bisa terjadi. Kotoran cenderung encer, dengan volume cairan yang lebih tinggi, BAB lebih sering meskipun hanya makan sedikit.

7. Gangguan Menstruasi

Baik tiroid yang kurang aktif ataupun yang terlalu aktif, keduanya dapat mengganggu siklus menstruasi wanita. Seperti apa gejalanya tergantung dari kondisi yang dialami, apakah pasien menderita hipotiroidisme atau hipertiroidisme.

Pada hipotiroid, menstruasi akan lebih ringan (sedikit darah), dan mungkin jarak antar menstruasi menjadi lebih panjang bahkan sering telat. Sebaliknya pada hipertiroid, darah menstruasi akan lebih berat dan berlangsung beberapa hari lebih lama dari biasanya, serta haid lebih sering.

8. Depresi

Depresi atau gangguan kecemasan bisa menjadi pertanda adanya masalah dengan kelenjar tiroid. Gejala kejiwaan dan gangguan suasana hati ini dapat muncul secara umum atau akut.

Dengan kata lain, pasien dapat perlahan-lahan tenggelam dalam periode depresi ringan hingga berat, atau mereka bisa mengalami ledakan gejala yang tak terduga, tiba-tiba dan intens, seperti serangan panik.

Ketidakseimbangan suasana hati (mood) lebih sering terlihat pada hipotiroid. Gejala-gejala ini dapat disertai dengan perasaan umum malaise atau lesu, ketidakmampuan atau kurangnya keinginan untuk berkonsentrasi, atau perasaan kelesuan mental.

9. Jantung Berdebar

Jantung berdebar di saat cemas atau setelah berlarian adalah hal yang wajar, namun apabila debar-debar di dada dirasakan sepanjang hari, maka pasti ada masalah. Salah satu penyebabnya bisa jadi akibat hormon tiroid yang berlebih.  Dalam istilah medis, disebut takikardia.

Baca: Cara Mengatasi Jantung Berdebar Tanpa Obat

10. Penurunan ‘kerja’ otak

Kemampuan otak untuk berfungsi secara normal juga dipengaruhi oleh hormon tiroid, baik  undercative ataupun overactive. Pada hipotiroidisme, seseorang sering merasa seperti memiliki ‘kabut otak’ dan lebih lamban dan pelupa dari biasanya.

Sebaliknya, pada hipertiroidisme cenderung mengalami kesulitan berkonsentrasi. Ini karena produksi hormon tiroid yang berlebihan membuat sulit bagi otak rileks dan fokus, dan terkadang mengakibatkan kecemasan dan serangan panik, seperti yang disebutkan sebelumnya.

11. Keringat Berlebihan

Jika Anda tiba-tiba menemukan pakaian di daerah ketiak cepat sekali basah tanpa alasan yang jelas, bisa jadi hal itu menjadi tanda tiroid bermasalah; atau, lebih spesifik, hipertiroidisme.

Hal ini terjadi karena kelebihan hormon tiroid menyebabkan sel menjadi terlalu aktif, sehingga suhu tubuh menjadi lebih tinggi dari biasanya, yang pada gilirannya akan mengeluarkan banyak keringat. Tubuhpun akan sering merasa gerah meskipun cuacanya sedang tidak panas.

Sedangkan  pada hipotiroidisme, cenderung akan merasakan hal yang sebaliknya, artinya mereka lebih sering merasa kedinginan atau menggigil. Hal ini disebabkan oleh fakta bahwa, dengan tiroid yang kurang aktif, sel-sel tubuh membakar lebih sedikit energi. Sedangkan hasil pembakaran energi itulah yang memberi panas pada tubuh.

12. Libido Rendah dan Masalah Kesuburan

Masalah tiroid juga menyebabkan keinginan untuk intim menjadi menurun. Hal ini terutama terjadi pada hipotiroidisme, libido yang rendah disebabkan oleh terlalu sedikitnya hormon tiroid dalam tubuh. Ditambah lagi dengan gejala tiroid lainnya seperti kekurangan energi dan nyeri otot-sendi.

Seiring dengan libido rendah, wanita dengan hipotiroidisme juga mungkin merasa sulit untuk hamil. Atau, jika mereka hamil, seringkali mengalami keguguran sejak dini. Ini juga berlaku untuk wanita dengan hipertiroidisme, karena kedua kondisi ini dapat mengganggu ovulasi, mengganggu kesuburan dan menyebabkan komplikasi.