Urtikaria | Gatal Biduran, Kaligata, Alergi

Urtikaria atau Gatal Biduran adalah erupsi pada kulit yang berbatas tegas dan menimbul (bentol), berwarna merah, memutih bila ditekan dan disertai rasa gatal. Urtikaria dapat berlangsung secara akut, kronik atau berulang. Urtikaria akut biasanya berlangsung beberapa jam sampai beberapa hari dan umumnya penyebabnya dapat diketahui.
Urtikaria kronik, yaitu urtikaria yang berlangsung lebih dari 6 minggu, dan urtikaria berulang biasanya tidak diketahui pencetusnya dan dapat berlangsung sampai beberapa tahun. Urtikaria kronik umumnya ditemukan pada orang dewasa.

Patofisiologi Urtikaria.
Secara histologis urtikaria menunjukkan adanya dilatasi pembuluh darah dermal di bawah kulit dan edema (pembengkakan) dengan sedikit infiltrasi sel perivaskuler, diantaranya yang paling dominant adalah eosinofil.
Kelainan ini disebabkan oleh mediator yang lepas, terutama histamin, akibat degranulasi sel mast kutan atau subkutan, dan juga leukotrien dapat berperan. Histamin akan menyebabkan dilatasi pembuluh darah di bawah kulil sehingga kulit berwarna merah (eritema). Histamin juga menyebabkan peningkatan permeabilitas pembuluh darah sehingga cairan dan sel, terutama eosinofil keluar dari pembuluh darah dan menyebabkan pembengkakan lokal. Cairan serta sel yang keluar akan merangsang ujung saraf perifer kulit sehingga timbul rasa gatal. Terjadilah bentol merah yang gatal.

Bila pembuluh darah yang terangsang adalah pembuluh darah jaringan subkutan, biasanya jaringan subkutan longgar, maka edema yang terjadi tidak berbatas tegas dan tidak gatal karena jaringan subkutan mengandung sedikit ujung saraf perifer, dinamakan angioedema.
Urtikaria | Gatal Biduran, Kaligata

Daerah yang terkena biasanya muka (periorbita dan perioral). Urtikaria dapat terjadi melalui mekanisme imun dan non imun. Mekanisme imun seperti pada reaksi hipersensitifitas tipe I dan aktivasi sistem komplemen. Sedangkan mekanisme non imun dapat disebabkan oleh faktor fisik (cahaya, dingin, gesekan/tekanan, panas dan getaran ), latihan jasmani (exercise), faktor psikis (stress), anafilatoksin dll.

Gejala klinis urtikaria
Tanda-tanda biduran yaitu tampak bentol multiple yang berbatas tegas, berwarana merah dan gatal. Bentol dapat pula berwarna putih ditengah yang dikelilingi warna merah. Warna merah bila ditekan akan memutih. Ukuran tiap lesi bervariasi, dan tiap lesi akan menghilang setelah 1 sampai 48 jam, tetapi dapat timbul lesi baru. Secara klinis urtikaria kadang-kadang disertai angioedema, yaitu pembengkakan difus yang tidak gatal dan tidak pitting edema dengan predileksi di muka derah peri orbita dan perioral, kadang-kadang di genitalia. Kadang-kadang pembengkakan dapat terjadi di faring dan Laring sehingga dapat mengancam jiwa.

Urtikaria, alergi, Gatal Biduran, Kaligata

Reaksi alergi sampai membuat bibir bengkak

Diagnosis urtikaria
tidaklah sulit. Penderita atau orangtua penderita sendiri pada umumnya sudah dapat menegakkan diagnosisnya. Diagnosis ditegakkan secara klinis berdasarkan inspeksi kulit adanya lesi khas yaitu bentol berwarna merah, berbatas tegas, gatal, memutih bila ditekan. Yang sulit adalah mencari etiologinya. Untuk menemukan etiologinya perlu dilakukan anamnesis yang teliti dan terinci serta pemeriksaan fisis lengkap. Anamnesis terhadap faktor lingkungan seperti debu, tungau debu rumah, binatang peliharaan, tumbuh-tumbuhan, karpet, sengatan binatang, serta faktor makanan termasuk zat warna, zat pengawet, obat-obatan, faktor fisik seperti dingin, panas, cahaya dan sebagainya perlu ditelusuri. Bila dari anamnesis dan pemeriksaan fisik belum dapat ditegakkan etiologinya, dapat dilakukan beberapa pemeriksaan penunjang.

Pemeriksaan penunjang Urtikaria.
Selain pemeriksaan rutin darah dan urin, feses, dapat dilakukan berbagai pemeriksaan lain seperti uji kulit terhadap alergen, uji provokasi dan pemeriksaan IgE spesifik.

Pada urtikaria dingin dilakukan provokasi dengan potongan es yang diletakkan di bagian volar lengan bawah selama 5 menit, kemudian dilihat apakah terjadi bentol pada tempat tersebut. Demikian juga uji yang serupa dapat dilakukan bial terdapat kecurigaan terhadap faktor tersebut.

Pengobatan Urtikaria.
Urtikaria akut pada umumnya lebih mudah dapat diatasi dan kadang-kadang sembuh sendiri tanpa pengobatan. Pengobatan dapat ditujukan pada penghindaran faktor penyebab dan pengobatan simptomatik. Pada urtikaria akut generalisata, mula-mula diberikan adrenalin dengan dosis 0,01 ml/KgBB, dilanjutkan dengan pemberian antlhistamin penghambat H1.

DISKUSI TERKAIT

mari kita berteman di

Situs ini hanya sebagai sumber informasi, tidak boleh dianggap sebagai nasihat medis, diagnosis ataupun anjuran pengobatan. Baca disclaimer