Waspadai, Inilah Beberapa Penyebab Sirkulasi Darah yang Buruk

Sistem sirkulasi atau peredaran darah memegang peranan penting terhadap pasokan darah yang kaya oksigen dan nutrisi ke seluruh tubuh. Buruknya sirkulasi darah yang dapat menimbulkan berbagai gejala, terutama pada area ekstremitas (baca: Tanda-tanda Sirkulasi Darah yang Buruk).

Kondisi ini ditenggarai oleh berbagai penyebab. Apa saja penyebab sirkulasi darah yang buruk? Berikut uraiannya.

Inilah Berbagai Penyebab Sirkulasi Darah yang Buruk

Sirkulasi darah yang buruk bukanlah suatu kondisi yang berdiri sendiri. Namun di picu oleh berbagai penyebab yang mendasarinya. Diantaranya akibat berat badan berlebih, kebiasaan buruk merokok atau akibat beberapa penyakit seperti diabetes, arteri perifer hingga gangguan langka yang disebut dengan penyakit Raynaud.

penyebab buruknya sirkulasi darah

Simak penjelasan lengkapnya berikut ini:

1. Kelebihan Berat Badan

Seseorang dengan berat badan berlebih akan cenderung mengidap berbagai masalah kesehatan terutama pada area ekstremitas bawah, seperti sering nyeri atau kram pada betis atau kaki hingga menyembulnya urat-urat halus di sekitar betis belakang atau varises.

Kondisi tersebut merupakan dampak buruk dari berat badan berlebih yang diketahui dapat menghambat aliran darah bahkan hingga menuju otak dan mengakibatkan terjadinya stroke.

2. Merokok

Kebiasaan merokok menjadi salah satu penyebab sirkulasi darah yang buruk namun kerap diremehkan. Padahal dalam jangka panjang, merokok dapat memicu pembentukan plak pada dinding arteri. Dampaknya pun tidak main-main, karena dapat berujung pada serangan jantung, gagal ginjal juga stroke.

3. Diabetes

Jangan mengira diabetes hanya akan memengaruhi kadar gula darah saja. Lebih dari itu, diabetes dapat menjadi penyebab buruknya sirkulasi darah yang dapat memengaruhi saraf skiatik. Menyebabkan timbulnya rasa nyeri mulai dari panggul hingga dapat menjalar ke paha, betis dan telapak kaki.

Komplikasi lain akibat tersumbatnya aliran darah karena diabetes meliputi ulkus diabetik, tekanan darah tinggi, aterosklerosis hingga penyakit jantung.

4. Penyakit Tiroid

Penyakit tiroid merupakan sekumpulan gangguan yang terjadi pada kelenjar tiroid. Kondisi ini dapat memengaruhi sirkulasi darah dan menyebabkan berkurangnya aliran darah terutama aliran darah otak (cerebral blood flow).

5. Penyakit Arteri Perifer

Penyakit arteri perifer menjadi penyebab sirkulasi darah yang buruk selanjutnya. Kondisi yang disebabkan oleh penumpukan lemak pada dinding arteri ini umumnya ditandai dengan timbulnya rasa nyeri tumpul hingga tajam di area ekstremitas bawah.

Gejala lain yang dapat menyertai berupa luka pada kaki yang tak kunjung sembuh, perubahan warna kulit yang menjadi lebih pucat atau kebiruan dan terasa dingin, denyut nadi kaki terasa lemah, kerontokan rambut di kepala dan bulu kaki serta beberapa gejala lainnya.

6. Penyakit Raynaud

Penyakit Raynaud termasuk gangguan langka yang memengaruhi pembuluh darah, terutama di jari tangan dan kaki. Umumnya gejala penyakit ini timbul ketika penderitanya merasa kedinginan atau stres. Seiring berjalannya waktu, penyempitan pembuluh darah akibat penyakit Raynaud dapat menyebar ke bagian tubuh lain bila tidak segera ditangani.

7. Penggumpalan Darah

Penggumpalan darah yang terbentuk pada pembuluh darah vena ataupun arteri dapat menyebabkan timbulnya masalah medis serius. Gumpalan darah yang dapat terbentuk pasca operasi, penumpukan plak atau kebiasaan buruk akibat malas bergerak dan berolaraga ini dapat berakibat fatal.

Bagaimana tidak, apabila gumpalan darah ini bergerak menuju jantung dan otak dapat menyebabkan terjadinya serangan jantung dan stroke. Sedangkan bila bergerak masuk ke paru-paru, maka dapat menyebabkan emboli paru.

Bagaimana Cara Mengatasi Sirkulasi Darah yang Buruk?

Mengingat penyebab sirkulasi darah yang buruk begitu beragam, tentunya pengobatan yang dilakukan pun harus berdasarkan penyebab yang mendasarinya. Beberapa diantaranya seperti:

  1. Berolahraga secara teratur bila memiliki berat badan berlebih sekaligus untuk menghindari penggumpalan darah.
  2. Suntik insulin dan menjaga lonjakan kadar kolesterol untuk penderita diabetes.
  3. Mengonsumsi obat pengencer darah untuk mengatasi penggumpalan darah.
  4. Untuk mengatasi penyakit Raynaud dapat mengonsumsi obat antagonis kalsium.
  5. Hindari rokok dan terapkan pola makan sehat untuk mengatasi penyakit arteri perifer. Konsumsi obat cilostazol jika memang diperlukan. Jika kondisi arteri perifer semakin memburuk dan tidak dapat diatasi dengan obat-obatan, maka dapat melakukan prosedur revaskularisasi.
  6. Penanganan penyakit tiroid dapat dilakukan melalui pemberian obat-obatan, terapi ablasi iodium radioaktif atau melalui prosedur operasi. Tergantung jenis penyakit tiroid yang dialami.

Penting untuk segera memeriksakan diri ke dokter guna memastikan penyebab dan pengobatan yang tepat. Sirkulasi darah yang semakin memburuk dan tidak segera ditangani dapat berakibat fatal hingga menyebabkan kematian.

Lihat sumber

DISKUSI TERKAIT

Baca juga