Phenytoin obat apa?

Phenytoin adalah obat yang digunakan untuk mencegah dan mengurangi kejang akibat epilepsi terutama untuk kejang jenis tonik-klonik dan kejang parsial. Obat antikonvulsan ini bekerja dengan cara menyeimbangkan impuls listrik di otak. Impuls listrik berlebihan yang terjadi diantara saraf-saraf otak inilah yang diketahui menjadi penyebab utama kejang pada penderita epilepsi.

Pada kondisi kejang tonik-klonik, Phenytoin mereduksi aktifitas batang otak tengah agar mengurangi respon terhadap kondisi tonik (penurunan kesadaran kemudian diikuti kekakuan di seluruh tubuh) sehingga mengurangi kejang yang terjadi. Selain itu, obat ini juga memiliki sifat anti aritmia dan sebagai relaksan otot.

Ikhtisar Obat Phenytoin

Jenis obatAnti-epilepsi
KategoriObat resep
KegunaanMengatasi kejang akibat epilepsi
KonsumenDewasa dan anak-anak
KehamilanKategori D
SediaanKapsul dan injeksi
MerekDecatona, Dilantin, Ikhapen, Kutoin, Natrium Penytoin Phapros, Phenytoin OGB Mersi, Phenytoin Ikapharmindo
Phenytoin

Phenytoin kapsul

Mekanisme Kerja

Phenytoin bekerja pada membran sel saraf khususnya pada bagian kanal natrium. Dengan meningkatkan eflux atau mengurangi masuknya ion natrium yang melintasi membran sel saraf pada bagian korteks motor yang merupakan pusat kendali terjadinya kejang pada otak.

Kondisi membran sel saraf yang lebih stabil akan mengurangi aktivitas dan penyebaran kejang sehingga kejang dapat diatasi. Sebagai anti-aritmia, obat ini bekerja dengan memperpanjang masa refraktori dan menekan otomatisasi pacu jantung ventrikel dan memperpendek potensi aksi jantung sehingga dapat menstabilkan kembali detak jantung.

Indikasi atau Kegunaan Phenytoin

Phenytoin digunakan untuk mencegah dan mengurangi kejang akibat epilepsi, terutama untuk kejang jenis tonik-klonik dan kejang parsial. Juga digunakan untuk mengatasi aritmia jantung dan merelaksasi otot.

Kontraindikasi

Tidak semua orang boleh menggunakan Fenitoin, penderita yang diketahui memiliki kondisi di bawah ini tidak boleh menggunakannya:

  • Memiliki riwayat hipersensitif/alergi terhadap kandungan obat ini.
  • Untuk penggunaan intra vena tidak boleh diberikan pada penderita sinus bradikardi.
  • Mengalami sindrom stokes adams.
  • Sedang hamil.

Dosis Phenytoin dan Cara Penggunaan

Fenitoin tersedia dalam bentuk sediaan dan kekuatan dosis:

  • Kapsul: 0,1 gr.
  • Ijeksi: 250 mg/5 ml.

Ingat! Dosis terbaik adalah yang dianjurkan oleh dokter Anda setelah melakukan pemeriksaan terhadap kondisi kesehatan Anda. Adapun dosis yang lazim digunakan adalah sebagai berikut:

Dosis Phenytoin untuk Epilepsi

  • Dosis dewasa: 3-4 mg/kg per hari dalam dosis tunggal atau dibagi dalam beberapa dosis. Alternatifnya, 150-300 mg per hari ditingkatkan hingga 300 mg jika dibutuhkan. Untuk perawatan 200-500 mg/hari
  • Dosis anak-anak: 5 mg/kg per hari dalam 2-3 dosis. Untuk perawatan, 4-8 mg/kg per hari yang dibagi dalam beberapa dosis. Maksimum dosis 300 mg per hari.

Dosis Phenytoin Epilepsi kejang tonik-klonik

  • Dosis dewasa: diresepkan bersama benzodiazepine (diazepam): 10-15 mg/kg dengan injeksi perlahan atau infus sementara dengan kecepatan 50 mg/menit. Dosis perawatan: 100 mg IV atau oral diberikan setia 6-8 jam sekali.
  • Dosis anak-anak: bayi: 20 mg/kg sebagai dosis awal, kemudian 2,5-5 mg/kg dua kali sehari. Umur 1 bulan – 12 tahun: 18 mg/kg sebagai dosis awal, kemudian ditingkatkan hingga 100 mg 3-4 kali sehari.

Petunjuk Penggunaan:

  • Gunakanlah obat ini setelah makan dan dianjurkan untuk banyak minum air putih.
  • Selalu ikuti anjuran dokter atau petunjuk penggunaan yang tertera pada kemasan sebelum mulai mengonsumsinya.
  • Jangan mengganti, menambah dosis atau menggunakan merek lain tanpa konsultasi ke dokter lebih dulu.
  • Gunakanlah antara satu dosis dengan dosis lainnya pada jarak jam yang sama, misalkan dua kali sehari berarti per 12 jam, tiga kali sehari berarti per 8 jam. Oleh sebab itu, untuk memudahkan usahakan untuk mengonsumsinya pada jam yang sama setiap hari.
  • Apabila ada dosis yang terlewat akibat lupa, maka begitu ingat dianjurkan untuk segera meminumnya apabila dosis berikutnya masih lama sekitar 5 jam atau lebih. Tidak boleh menggandakan dosis fenitoin pada jadwal minum berikutnya sebagai ganti untuk dosis yang terlewat.

Efek Samping Phenytoin

Seperti halnya obat lainnya, fenitoin juga memiliki beberapa efek samping yang perlu diperhatikan. Efek samping Phenytoin antara lain:

  • Mual, muntah dan konstipasi.
  • Kurang nafsu makan.
  • Sakit kepala.
  • Tremor.
  • Gelisah.
  • Nyeri dan pendarahan pada gusi.
  • Penggunaan jangka panjang pada anak-anak dapat memberikan efek perubahan mental dan kognitisnya.

Efek Overdosis Phenytoin

Jika terjadi penggunaan berlebihan obat ini dan menyebabkan perubahan mood dan mental yang parah, pusing yang parah, kehilangan kesadaran dan kesulitan bernafas. Segeralah hubungi kegawatdaruratan medis untuk mendapatkan pertolongan segera.

Peringatan dan Perhatian

Sebelum dan selama menggunakan Fenitoin, harap perhatikan hal-hal dibawah ini:

  • Sampaikan pada dokter Anda jika memiliki riwayat alergi terhadap kandungan obat ini.
  • Sampaikan juga jika Anda mengonsumsi alkohol, memiliki kelainan darah tertentu (porfiria), diabetes, gangguan hati, menderita lupus atau kekurangan asam folat dan vitamin B12 (anemia megaloblastik).
  • Obat ini dapat menyebabkan pusing dan ngantuk, jangan mengemudikan kendaraan atau mengoprasikan alat berat yang membutuhkan konsentrasi tinggi.
  • Obat ini dapat meningkatkan kadar gula darah, periksakan kadar gula darah Anda sesering mungkin saat menggunakan obat ini.
  • Suplemen vitamin D mungkin dibutuhkan untuk mengurangi risiko perlemahan tulang.

Kehamilan dan Menyusui

Bolehkah Phenytoin untuk ibu hamil dan ibu menyusui?

  • Phenytoin masuk dalam kategori D untuk ibu hamil menurut FDA. Hal ini berarti kandungan obat ini terbukti menimbulkan resiko terhadap janin manusia, tetapi besarnya manfaat yang diperoleh jika digunakan pada wanita hamil dapat dipertimbangkan (misalnya jika obat diperlukan untuk mengatasi situasi yang mengancam jiwa atau penyakit serius dimana obat yang lebih aman tidak efektif atau tidak dapat diberikan).
  • Fenitoin diketahui dapat terekskresi pada ASI ibu menyusui. Sebaiknya konsultasikan dengan dokter sebelum Anda menggunakan obat ini dan dalam masa menyusui.

Interaksi Obat

Potensi interaksi obat terjadi ketika digunakan bersamaan dengan obat lain sehingga dapat mengubah cara kerja obat. Sebagai akibatnya, risiko efek samping dapat meningkat, obat tidak bekerja, atau bahkan menimbulkan efek beracun yang membahayakan tubuh. Oleh sebab itu, penting untuk mengetahui obat apa saja yang Anda konsumsi dan beritahukan kepada dokter.

Beberapa jenis obat diketahui dapat berinteraksi dengan Phenytoin, diantaranya yaitu:

  • Penggunaan bersamaan dengan obat penenang dan alkohol dapat meningkatkan efeknya pada tubuh.
  • Meningkatkan efek toksisitas paracetamol dan lithium.
  • Meningkatkan risiko osteomalasia jika digunakan bersamaan dengan acetazolamide.
  • Konsumsi bersamaan dengan acyclovir, antinoplastik, benzodiazin, ciprofloxacin dapat menurunkan efektifitas fenitoin. Penyesuaian dosis atau pemberian jeda sebelum mengonsumsi mungkin perlu dilakukan, konsultasikan dengan dokter jika harus mengonsumsi bersamaan beberapa jenis obat ini.
  • Phenytoin dapat menurunkan efektifitas dari obat quetiapin, konsultasikan dengan dokter untuk mengatasi efek samping ini.
  • Meningkatkan efek fenitoin pada tubuh jika digunakan bersamaan dengan alupurinol, cimetidin, disulfiram. Karena itu risiko efek sampingnya juga akan semakin besar.
  • Dapat meningkatkan metabolisme obat anti-aritmia, antikonvulsan, antipsikotik, beta-blocker, kloromfenikol, kortikosteroid, doksisiklin, estrogen.
  • Phenytoin dapat menurunkan efektifitas obat penunda kehamilan. Oleh karena itu sebaiknya konsultasikan dengan dokter atau bidan Anda jika ingin menggunakan obat ini bersamaan dengan obat kontrasepsi terutama untuk jenis obat minum.