Pil PCC obat apa?

Pil PCC adalah obat yang mengandung tiga jenis senyawa obat, yakni paracetamol, caffeine, dan carisoprodol. Nama PCC diambil dari singkatan tiga jenis obat penyusunnya tersebut. Obat PCC digunakan sebagai pereda rasa sakit akut terutama yang disebabkan oleh masalah pada otot.

PCC dimasukkan ke dalam jenis obat keras yang konsumsinya harus dengan resep dokter. Penyalahgunaan pil PCC atau mengonsumsi tanpa resep dokter dengan dosis tinggi dapat berefek buruk pada tubuh.

Pil PCC sebenarnya istilah yang dibuat dan kerap digunakan untuk menyebut obat merek Somadril compositum yang diproduksi oleh Actavis. Obat ini sebenarnya obat umum yang bisa dibeli di apotik dengan resep dokter. Namun belakangan, Pil PCC kerap disalahgunakan oleh kalangan tertentu sebagai obat penenang.

Penyalahgunaan yang lebih parah utamanya jika Pil PCC dikonsumsi bersamaan dengan alkohol. Efeknya bisa sangat berbahaya untuk tubuh, mulai dari menyebabkan halusinasi, depresi, inkoordinasi otot, kejang, depresi nafas, hingga kematian.

Ikhtisar Obat Pil PCC

Jenis obatAnalgesik (non opiat) & antipiretik
KandunganParacetamol, caffeine, carisoprodol
KegunaanPereda rasa sakit, kejang otot, serta nyeri akibat gerakan yang terbatas dikarenakan masalah pada otot yang akut.
KategoriObat Resep
KonsumenDewasa
KehamilanKategori C
SediaanSomadril compositum tablet salut film

pil pcc atau somadril compasitum

Mekanisme Kerja

Cara kerja Pil PCC dapat diketahui dengan mencermati kandungan bahan aktif di dalamnya, yaitu:

1. Paracetamol

Obat atau yang juga dikenal sebagai acetaminophen merupakan obat untuk menurunkan demam, sakit kepala dan nyeri ringan. Obat dari jenis antiinflamasi non steroid (OAINS) ini bekerja dengan cara menaikkan ambang batas rasa sakit dengan cara menghambat enzim siklooksigenase (COX-1, COX-2, dan COX-3) yang mempengaruhi pembentukan prostaglandin, senyawa penting dalam proses munculnya rasa sakit.

2. Caffeine (kafein)

Senyawa metilsantin alami yang terdapat dalam beberapa jenis makanan ini merupakan stimulan sistem saraf pusat yang paling banyak digunakan. Kafein pada kopi atau coklat mampu menstimulasi otak hingga lebih waspada dan tidak mengantuk. Selain itu, senyawa ini juga dapat merelaksasi otot-otot polos, otot jantung, menstimulasi diuresis yang menyebabkan meningkatkan jumlah urin, serta juga berguna untuk pengobatan sakit kepala.

3. Carisoprodol

Senyawa obat ini bekerja langsung pada sistem saraf pusat sebagai relaksan otot untuk mengatasi nyeri otot akut yang intens. Salah satu metabolit dari senyawa ini yaitu meprobamate juga bertindak sebagai agen ansiolitik yang dapat mengurangi rasa cemas dan tegang. Carisoprodol mempengaruhi komunikasi sistem saraf di tulang belakang yang mengakibatkan sedasi dan perubahan persepsi rasa nyeri.

Indikasi atau Kegunaan Pil PCC

Pil PCC atau somadril compasitum digunakan untuk meringankan nyeri, kejang otot, serta nyeri akibat gerakan yang terbatas disebabkan masalah pada otot yang akut dan nyeri parah. Umumnya obat ini hanya diberikan untuk jangka waktu singkat sekitar 2 – 3 minggu karena nyeri otot akut biasanya hanya terjadi sementara.

Kontraindikasi

Tidak semua orang boleh menggunakan obat ini, penderita yang diketahui memiliki kondisi di bawah ini tidak boleh menggunakan:

  • Memiliki riwayat hipersensitivitas atau alergi terhadap kandungan bahan aktif obat ini.
  • Penderita porfiria akut yang menyebabkan gejala-gejala neurologis.

Dosis Pil PCC dan Cara Penggunaan

Pil PCC tersedia dalam bentuk sediaan tablet dengan kekuatan dosis tiap tabletnya sebagai berikut:

  • Paracetamol: 160 mg
  • Caffeine: 32 mg
  • Carisoprodol: 200 mg

Ingat! karena ini obat keras, dosis yang tepat adalah sesuai anjuran dokter berdasarkan berat ringannya penyakit, berat badan, usia, dan lain-lain. Adapun dosis yang lazim digunakan adalah sebagai berikut:

Dosis Pil PCC untuk nyeri otot akut

  • Dosis dewasa: 1 tablet sekali minum, 3 – 4 kali sehari.

Petunjuk Penggunaan:

  • Gunakanlah obat ini setelah makan dan cukupi asupan air minum setelahnya.
  • Selalu ikuti anjuran dokter atau petunjuk penggunaan yang tertera pada kemasan sebelum mulai mengonsumsinya.
  • Gunakanlah antara satu dosis dengan dosis lainnya pada jarak jam yang sama, misalkan dua kali sehari berarti per 12 jam, tiga kali sehari berarti per 6 – 8 jam. Oleh sebab itu, untuk memudahkan usahakan untuk mengonsumsinya pada jam yang sama setiap hari.
  • Apabila ada dosis yang terlewat akibat lupa, maka begitu ingat dianjurkan untuk segera meminumnya apabila dosis berikutnya masih lama sekitar 5 jam atau lebih. Tidak boleh menggandakan dosis Pil PCC  pada jadwal minum berikutnya sebagai ganti untuk dosis yang terlewat.

Efek Samping Pil PCC

Seperti umumnya obat-obatan pereda nyeri, beberapa efek samping mungkin muncul dan perlu diperhatikan, diantaranya sebagai berikut:

  • Mengantuk
  • Pusing
  • Sakit kepala
  • Vertigo
  • Depresi
  • Insomnia
  • Mual
  • Nyeri ulu hati
  • Kejang

Efek Overdosis Pil PCC

Penggunaan Pil PCC tanpa resep dokter dengan dosis tinggi dapat menyebabkan efek overdosis. Gejala yang mungkin muncul seperti kejang, pingsan, depresi pernafasan, penglihatan kabur, euphoria, halusinasi, dan inkoodrinasi otot. Jika kondisi ini terjadi segera hubungi unit kegawatdaruratan medis untuk mendapatkan pertolongan supportif terutama pembilasan lambung dan bantuan pernapasan.

Peringatan dan Perhatian

Sebelum dan selama menggunakan obat ini, harap perhatikan hal-hal dibawah ini:

  • Sampaikan pada dokter atau apoteker Anda jika pernah mengalami reaksi alergi saat mengonsumsi obat ini atau alergi terhadap bahan aktif penyusunnya seperti paracetamol dan kafein.
  • Hindari penggunaan obat ini pada penderita gangguan kejiwaan, memiliki riwayat kejang serta pecandu narkotika dan alkohol.
  • Pemberian pada penderita gangguan fungsi ginjal dan hati serta lansia sebaiknya dalam pengawasan.
  • Obat ini menyebabkan kantuk, untuk itu hindari berkendara atau menggunakan alat berat yang membutuhkan konsentrasi tinggi.
  • Hindari pemberian pada anak-anak karena efektivitas dan efek sampingnya belum diketahui.

Kehamilan dan Menyusui

Bolehkah Pil PCC untuk ibu hamil dan menyusui?

  • Kandungan Pil PCC, caffeine dan carisoprodol digolongkan dalam kategori C untuk ibu hamil menurut FDA (Badan POMnya Ameriak). Hal itu berarti studi kandungan obat ini pada binatang percobaan memperlihatkan adanya efek samping pada janin (teratogenik atau embriosidal atau efek samping lainnya) dan belum ada studi terkontrol pada wanita, atau studi terhadap wanita dan binatang percobaan tidak dapat dilakukan. Oleh karena itu penggunaannya sebaiknya dihindari atau jika sangat dibutuhkan saja serta dalam pengawasan dokter.
  • Bahan aktif Pil PCC diketahui dapat terekstraksi ke dalam ASI ibu menyusui. Oleh karena itu untuk keamanan sebaiknya konsultasikan dengan dokter Anda sebelum mengonsumsi obat ini dalam masa menyusui.

Interaksi Obat

Potensi interaksi obat terjadi ketika digunakan bersamaan dengan obat lain sehingga dapat mengubah cara kerja obat. Sebagai akibatnya, risiko efek samping dapat meningkat, obat tidak bekerja, atau bahkan menimbulkan efek beracun yang membahayakan tubuh. Oleh sebab itu, penting untuk mengetahui obat apa saja yang Anda konsumsi dan beritahukan kepada dokter.

Beberapa jenis obat dapat berinteraksi dengan Pil PCC, diantaranya:

  • Konsumsi bersamaan dengan obat jenis penekan sistem saraf pusat seperti benzodiazepam, jenis opioid dan TCA dapat meningkatkan efek sedatif dari obat ini.
  • Konsumsi bersamaan dengan omeprazole dan fluvoxamine dapat meningkatkan konsentrasi Pil PCC di darah dan meningkatkan efek sampingnya.
  • Konsumsi bersamaan dengan alkohol dapat meningkatkan efek sedatif dari obat ini.