Pioglitazone obat apa?

Pioglitazone adalah obat untuk mengontrol gula darah yang tinggi pada penderita diabetes melitus tipe 2. Obat diabetes ini dapat menstimulasi metabolisme glukosa dan meningkatkan respon insulin tanpa meningkatkan sekresi insulin di pankreas. Obat pioglitazone bisa diberikan sebagai pengobatan tunggal atau dikombinasikan dengan obat diabetes lainnya, namun obat ini tidak direkomendasikan untuk diabetes tipe 1.

Pioglitazone umumnya digunakan bersamaan dengan diet rendah gula dan olahraga teratur untuk mengontrol kadar gula darah yang tinggi. Mengontrol kadar gula darah pada penderita diabetes dapat sangat bermanfaat terutama untuk mencegah kerusakan yang lebih parah pada ginjal, mata, saraf dan kemampuan seksual. Mengontrol gula darah juga dapat menurunkan risiko serangan jantung dan stroke.

Ikhtisar Obat Pioglitazone

Jenis obatAntidiabetes melitus tipe 2
KategoriObat resep
KegunaanMengontrol kadar gula darah pada penderita diabetes melitus tipe 2
KonsumenDewasa dan lansia
KehamilanKategori C
SediaanTablet
MerekActos, Actosmet, Amazone, Amazone Ir, Deculin, Diagli, Gliabetes, Pioglitazone Ti, Pionix, Pionix M, Prabetic, Protaz, Pioglitazone Yarindo
Actoz pioglitazone kemasan 30 mg dan 15 mg

Actoz pioglitazone kemasan 30 mg dan 15 mg

Mekanisme Kerja

Pioglitazone merupakan senyawa yang bertindak sebagai agonis selektif pada Peroxisome Proliferator Activated Receptor Gamma (PPAR?) pada jaringan target yang terpengaruh insulin seperti jaringan adiposa, otot rangka dan hati. Aktivasi reseptor PPAR? meningkatkan respons gen yang memicu transkripsi insulin sehingga dapat mengendalikan produksi dan pemanfaatan glukosa. Dengan cara ini, pioglitazone dapat meningkatkan sensitivitas jaringan terhadap insulin dan mengurangi produksi glukosa di hati. Dengan demikian, resistensi insulin yang terkait diabetes melitus tipe 2 meningkat tanpa meningkatkan sekresi insulin di pankreas.

Indikasi atau Kegunaan Pioglitazone

Berdasarkan mekanisme kerjanya pioglitazone dapat digunakan untuk mengatasi tingginya kadar gula darah pada penderita diabetes melitus tipe 2 yang tidak bisa dikendalikan oleh diet rendah gula dan olahraga teratur. Obat ini juga digunakan bersamaan dengan obat kencing manis lainnya.

Kontraindikasi

Tidak semua orang boleh menggunakan obat ini, penderita yang diketahui memiliki kondisi di bawah ini tidak boleh menggunakan:

  • Hindari penggunaannya pada penderita yang memiliki riwayat hipersensitif atau alergi terhadap pioglitazone atau obat-obatan dari golongan thiazolidinedione lainnya.
  • Jangan digunakan pada penderita diabetes melitus tipe 1 dan diabetes ketoasidosis.
  • Kontraindikasi pada orang dengan riwayat gagal jantung (NYHA tipe III dan IV).
  • Jangan diberikan pada penderita gangguan fungsi hati, kanker kandung kemih dan hematuria makroskopis yang tidak diketahui penyebabnya.
  • Keamanan penggunaan obat ini pada wanita hamil dan wanita menyusui serta anak-anak di bawah 18 tahun belum ditetapkan.

Dosis Pioglitazone dan Cara Penggunaan

Pioglitazone tersedia dalam bentuk sediaan tablet dan kekuatan dosis 15 mg dan 30 mg.

Ingat! Dosis yang tepat adalah yang diresepkan oleh dokter Anda dengan memperhatikan keparahan penyakit dan kondisi berat badan, umur dan kondisi kesehatan Anda lainnya.

Adapun dosis yang lazim digunakan adalah sebagai berikut:

Dosis pioglitazone untuk diabetes melitus tipe 2

  • Dosis dewasa: 15 mg atau 30 mg sekali sehari, dosis dapat ditingkatkan sesuai respon. Maksimal penggunaan 45 mg per hari.
  • Dosis lansia: Sama dengan dosis dewasa.

Petunjuk Penggunaan:

  • Pioglitazone dapat dikonsumsi setelah atau sebelum makan dan dianjurkan untuk banyak minum air putih setelahnya.
  • Selalu ikuti anjuran dokter serta petunjuk penggunaan yang tertera pada kemasan sebelum mulai mengonsumsi obat ini.
  • Hindari penggunaan obat ini tanpa resep dokter karena penggunaan melebihi dosis yang dianjurkan dapat menyebabkan turunnya kadar gula darah (hipoglikemia) dan dapat berakibat fatal.
  • Gunakanlah antara satu dosis dengan dosis lainnya pada jarak jam yang sama. Untuk memudahkan usahakan untuk mengonsumsinya pada jam yang sama setiap hari.
  • Apabila ada dosis yang terlewat akibat lupa, maka begitu ingat dianjurkan untuk segera meminumnya apabila dosis berikutnya masih lama sekitar 5 jam atau lebih. Tidak boleh menggandakan dosis pioglitazone pada jadwal minum berikutnya sebagai ganti untuk dosis yang terlewat.

Efek Samping Pioglitazone

Pioglitazone umumnya ditoleransi dengan baik. Namun demikian, ada efek samping yang perlu diperhatikan, antara lain sebagai berikut:

Berikut merupakan efek samping yang ringan dan umumnya dapat reda dengan sendirinya:

  • Mulut terasa kering.
  • Batuk.
  • Penglihatan buram.
  • Kulit kering.
  • Mudah lapar.
  • Sakit kepala.
  • Nafas beraroma buah.

Beberapa efek samping mungkin perlu dikonsultasikan dengan dokter, diantaranya yaitu:

  • Nyeri dada.
  • Berkurangnya jumlah urin.
  • Kelelahan yang parah.
  • Nafas yang tidak teratur.
  • Detak jantung yang tidak teratur.
  • Pembengkakan di wajah, tangan atau kaki.
  • Kesulitan bernafas.
  • Kenaikan berat badan.
  • Kulit pucat.

Efek Overdosis Pioglitazone

Penggunaan dosis besar dan dalam jangka waktu lama tanpa resep dari dokter dapat meningkatkan risiko overdosis pioglitazone. Jika muncul gejala seperti hipoglikemia parah, pucat, detak jantung tidak teratur atau tidak sadarkan diri. Segeralah hubungi unit kegawatdaruratan medis terdekat untuk mendapatkan pertolongan yang dibutuhkan, jangan lupa untuk membawa serta kemasan obat yang digunakan.

Peringatan dan Perhatian

Sebelum dan selama menggunakan obat ini, harap perhatikan hal-hal dibawah ini:

  • Sampaikan pada dokter atau apoteker jika Anda memiliki riwayat hipersensitif atau alergi terhadap kandungan pioglitazone atau obat lain yang sejenis.
  • Hati-hati penggunaan obat ini pada penderita gangguan fungsi hati dan ginjal.
  • Obat ini dapat meningkatkan risiko gagal jantung tipe I dan II, untuk itu hati-hati penggunaan obat ini pada orang dengan riwayat gagal jantung tipe I dan II.
  • Obat ini dapat menyebabkan penurunan daya penglihatan dan menyebabkan kelelahan akibat turunnya kadar gula darah. Untuk itu hindari menggunakan kendaraan atau mesin berat yang membutuhkan konsentrasi tinggi.
  • Hindari konsumsi alkohol karena dapat meningkatkan risiko penurunan kadar gula darah.
  • Mengontrol kadar gula darah akan lebih sulit dilakukan saat tubuh mengalami stres seperti sedang terluka, demam, atau setelah proses operasi. Sampaikan pada dokter jika Anda baru saja menjalani operasi .
  • Diet sehat rendah gula dan olahraga teratur dapat meningkatkan peluang keberhasilan menyeimbangkan kembali kadar gula darah. Untuk itu, konsumsi obat ini bersamaan dengan membiaskan pola hidup sehat.

Kehamilan dan Menyusui

Bolehkah pioglitazone untuk ibu hamil dan menyusui?

  • Pioglitazone digolongkan dalam kategori C untuk obat ibu hamil menurut FDA. Hal ini berarti studi penggunaan obat ini pada binatang percobaan memperlihatkan adanya efek samping pada janin (teratogenik atau embriosidal atau efek samping lainnya) dan belum ada studi terkontrol pada wanita, atau studi terhadap wanita dan binatang percobaan tidak dapat dilakukan. Untuk itu hindari penggunaan obat ini pada wanita hamil atau konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter tentang keuntungan dan risiko yang mungkin ditimbulkan obat ini.
  • Pioglitazone diketahui dapat terekstraksi pada ASI ibu menyusui. Oleh karena itu sebaiknya hindari penggunaan obat ini saat sedang menyusui atau konsultasikan lebih lanjut dengan dokter Anda.

Interaksi Obat

Potensi interaksi obat terjadi ketika digunakan bersamaan dengan obat lain sehingga dapat mengubah cara kerja obat. Sebagai akibatnya, risiko efek samping dapat meningkat, obat tidak bekerja, atau bahkan menimbulkan efek beracun yang membahayakan tubuh. Oleh sebab itu, penting untuk mengetahui obat apa saja yang Anda konsumsi dan beritahukan kepada dokter.

Beberapa jenis obat diketahui dapat berinteraksi dengan pioglitazone, diantaranya yaitu:

  • Penggunan obat ini bersamaan dengan pemberian insulin dapat meningkatkan risiko edema.
  • Obat leflunomide dan mimomersen dapat meningkatkan risiko kerusakan hati jika dikonsumsi bersamaan dengan pioglitazone. Selain itu, leflunomide dapat tersimpan lama dalam hati meskipun penggunaannya sudah dihentikan untuk itu cek riwayat penggunaan obat ini sebelum mulai mengonsumsi pioglitazone.
  • Obat gemfibrozil dan clopidogerl dapat meningkatkan konsentrasi pioglitazone dalam darah dan dapat meningkatkan risiko hipoglikemia atau kadar gula darah rendah. Pemberian obat pengganti atau penyesuaian dosis mungkin diperlukan.

Daftar interaksi obat ini belum mencakup keseluruhan interaksi yang mungkin terjadi. Untuk itu ada baiknya untuk selalu mencatat obat Apa saja yang Anda gunakan kemudian konsultasikan dengan dokter kemungkinan interaksi yang terjadi dari masing-masing obat tersebut.