Piroxicam adalah obat anti-inflamasi nonsteroid (OAINS) yang digunakan untuk mengurangi rasa sakit, pembengkakan, dan kekakuan sendi pada kasus arthritis atau penyakit radang sendi. Dengan mengurangi gejala-gejala tersebut, maka obat ini dapat membantu Anda melakukan lebih banyak kegiatan normal sehari-hari.

Obat piroxicam (dibaca: piroksikam) bekerja dengan cara menghalangi tubuh dalam memproduksi zat alami tertentu yang menyebabkan peradangan. Jika Anda mengalami kondisi kronis seperti radang sendi, maka sebaiknya tanyakan kepada dokter sebelum menggunakan obat apapun. Berikut informasi mengenai indikasi, dosis, efek samping, dan informasi keamanan obat piroksikam sebagai pengetahuan yang akan bermanfaat bagi kesehatan Anda.

Mengenal Obat Piroxicam

Di apotek, obat ini tersedia dalam bentuk kapsul dan tablet dalam dua kekuatan dosis, yaitu piroxicam 10 mg dan 20 mg.

piroxicam

Piroxicam masuk dalam golongan obat anti-inflamasi nonsteroid (OAINS) yang bekerja dengan cara mengurangi hormon prostaglandin yang menyebabkan peradangan dan nyeri di tubuh.

Dalam hal ini piroxicam melakukan penghambatan secara reversibel terhadap enzim siklooksigenase, yang menyebabkan penghambatan perifer sintesis prostaglandin. Prostaglandin diproduksi oleh enzim yang disebut COX-1. Piroxicam menghambat enzim COX-1, yang mengakibatkan terganggunya produksi prostaglandin. Obat ini juga menghambat migrasi leukosit ke tempat-tempat peradangan dan mencegah pembentukan tromboksin A2, agen agregat, oleh platelet.

Indikasi atau kegunaan

Piroxicam obat apa? Berdasarkan mekanisme kerja di atas, maka obat piroxicam dapat digunakan untuk mengobati kondisi-kondisi di bawah ini:

  • mengurangi rasa sakit, radang, dan kekakuan sendi yang disebabkan oleh rheumatoid arthritis, osteoartritis, dan ankylosing spondylitis.
  • nyeri dan peradangan lain pada sistem muskuloskeletal (anggota gerak).
  • dismenore atau nyeri haid.
  • nyeri pasca operasi.

Obat ini tidak menyembuhkan penyakit secara langsung, namun hanya akan membantu meringankan ketidaknyamanan selama Anda terus meminumnya. Dokter akan meresepkan Piroxicam kepada Anda hanya jika Anda memiliki gejala-gejala yang tidak dapat diatasi dengan OAINS lainnya.

Kontraindikasi

Tentunya tidak semua orang bisa dan boleh menggunakan obat ini. Ada sejumlah masalah kenapa seseorang tidak boleh menggunakan (kontraindikasi) obat priroxicam, diantaranya:

  • Memiliki alergi terhadap piroxicam atau salah satu bahan lain yang terkandung dalam obat.
  • Alergi terhadap aspirin atau sebelumnya pernah mengalami reaksi obat yang serius terhadap piroksikam dan obat-obatan golongan OAINS lainnya.
  • Pernah mengalami gejala pembengkakan wajah atau tangan (angioneurotic edema), asma, hayfever, pembengkakan nasal (polip hidung) atau gatal-gatal setelah menggunakan aspirin atau OAINS lainnya.
  • memiliki ulkus peptikum (tukak di lambung atau usus dua belas jari) atau pendarahan lambung, atau memiliki dua atau lebih episode tukak lambung, perdarahan lambung atau perforasi.
  • Memiliki riwayat gangguan gastrointestinal (radang pada perut atau usus) yang mempengaruhi gangguan perdarahan seperti kolitis ulserativa, penyakit Crohn, kanker saluran cerna, divertikulitis (kantung abnormal yang meradang / terinfeksi di usus besar).
  • Sedang menggunakan OAINS lainnya, termasuk COX-2 selektif dan aspirin.
  • Sedang menggunakan antikoagulan (obat pengencer darah), seperti warfarin, untuk mencegah pembekuan darah.
  • Menderita gagal jantung parah.

Dosis Piroxicam dan Cara Pemakaian

Dosis yang tepat sesuai dengan petunjuk dokter, adapun dosis lazim yang dianjurkan adalah:

  • Orang dewasa: Awalnya menggunakan piroxicam 20 mg sehari sebagai dosis tunggal. Dosis pemeliharaan adalah 10-20 mg sehari sebagai dosis tunggal. Dosis maksimum harian adalah 20 mg sebagai satu dosis tunggal.
  • Lansia: Jika Anda berusia di atas 70 tahun, dokter mungkin meresepkan dosis harian yang lebih rendah dan mengurangi durasi pengobatan.
  • Anak-anak di bawah 12 tahun: Piroxicam tidak boleh dikonsumsi oleh anak-anak di bawah usia 12 tahun.

Jika Anda menggunakan kapsul Piroxicam lebih dari yang seharusnya, segera hubungi dokter, apoteker atau rumah sakit terdekat. Tanda-tanda overdosis meliputi sakit kepala, pusing, kantuk, pingsan, dering di telinga, diare, sakit perut atau pendarahan saluran cerna, merasa bingung atau cemas, bahkan koma.

Efek Samping Piroxicam

Seperti halnya obat-obatan lain, Piroxicam juga dapat menyebabkan efek samping, meski tidak semua orang mengalaminya. Adapun efek samping yang umum adalah sembelit, diare, pusing, kembung, sakit kepala, mulas, mual, sakit perut, muntah.

Berhenti menggunakan obat Piroxicam dan segera hubungi dokter, jika Anda mengalami tanda-tanda berikut:

  • Reaksi alergi: asma atau perburukan asma, penyempitan saluran pernapasan menyebabkan sulit bernafas / mengi, ruam, gatal parah (gatal-gatal), pembengkakan wajah, bibir, tenggorokan atau lidah, radang pembuluh darah, demam, nyeri sendi, pembesaran kelenjar getah bening.
  • Reaksi kulit seperti ruam parah yang melibatkan kemerahan, pengelupasan dan pembengkakan kulit yang menyerupai luka bakar parah (nekrolisis epidermal toksik), demam, lecet atau bisul (sindrom Stevens-Johnson).
  • Pendarahan lambung atau usus (ulserasi atau perforasi): buang air besar berdarah, feses berwarna hitam, muntah darah muntah atau muntahan hitam terlihat seperti bubuk kopi.
  • Penyakit hati (kelelahan, kelemahan, kehilangan nafsu makan, penurunan berat badan, sakit perut, demam) atau fungsi hati yang tidak normal (hasil tes abnormal berlanjut atau memburuk), penyakit hati menyebabkan kulit atau putih mata menguning  (ikterus), radang Hati (hepatitis).
  • Penyakit ginjal atau gagal ginjal
  • Jantung: retensi air, tekanan darah tinggi, gagal jantung. Obat-obatan seperti Piroxicam dapat dikaitkan dengan sedikit peningkatan risiko serangan jantung (“infark miokard”) atau stroke.
  • Meningitis aseptik dapat terjadi dengan gejala seperti sakit kepala, demam, leher kaku, dan merinyang.
  • Gangguan pencernaan atau sakit maag. Nyeri perut atau gejala perut abnormal lainnya.

Peringatan dan Perhatian

Konsultasikan dengan dokter atau apoteker Anda sebelum menggunakan kapsul Piroxicam jika Anda:

  • Memiliki masalah jantung atau tekanan darah tinggi.
  • Ada masalah pada hati atau ginjal.
  • Memiliki atau pernah menderita asma. Pernah mengalami komplikasi gastrointestinal seperti ulserasi, pendarahan atau riwayat kolitis ulserativa atau penyakit Crohn.
  • Memiliki penyakit sistemik lupus erythematosus atau gangguan jaringan ikat lainnya.
  • Menggunakan obat penghilang rasa sakit untuk sakit kepala selama lebih dari 3 hari.
  • Menggunakan obat-obatan lainnya, baik resep ataupun obat bebas mengingat piroxicam bisa berinteraksi terhadap obat-obatan tertentu.

Kehamilan, menyusui dan kesuburan
Piroksikam bisa membuat penggunanya lebih sulit untuk hamil. Anda harus memberi tahu dokter jika Anda berencana hamil atau mengalami masalah saat hamil. Piroxicam tidak boleh digunakan olah ibu hamil selama 6 bulan pertama dan 3 bulan terakhir kehamilan. Ibu menyusui juga tidak dianjurkan menggunakan obat ini.

Mengemudi dan menggunakan mesin
Obat piroxicam kapsul bisa membuat Anda merasa pusing, mengantuk, lelah atau mempengaruhi penglihatan. Oleh sebab itu, jika Anda mengalami pengaruh obat seperti itu, tidak diperkenankan untuk mengemudi ataupun menjalankan mesin.