Polycrol Forte obat apa?

Polycrol Forte adalah obat antasida untuk mengatasi kembung atau gangguan lambung lainnya akibat kelebihan asam lambung. Berbeda dengan Polycrol biasa Polycrol Forte lebih tinggi kandungan bahan aktifnya sehingga lebih efektif mengatasi masalah lambung.

Obat yang diproduksi oleh Nicholas Laboratories Indonesia dan masuk dalam kategori obat bebas yang dapat dibeli di apotik dan tanpa perlu resep dokter. Namun meskipun obat bebas, Polycrol Forte tetap harus digunakan sesuai anjuran yang disarankan. Untuk itu berikut kami ulas kegunaan, dosis lazim, efek samping,  dan keamanan obat ini jika dikonsumsi oleh ibu hamil dan menyusui.

Ikhtisar Obat Polycrol Forte

Jenis obatAntasida
KandunganSimeticone, magnesium hydroxide, Aluminium hydroxide – Magnesium Carbonate co dried gel
KegunaanMengatasi gangguan lambung karena kelebihan asam lambung seperti tukak, nyeri ulu hati, kembung dan hiatus hernia
KategoriObat bebas
KonsumenDewasa dan Anak
KehamilanKonsultasikan dengan dokter
SediaanPolycrol Forte tablet kunyah, Polycrol Forte suspensi

polyrcol forte

Mekanisme Kerja

Cara kerja Polycrol Forte dapat dicermati dari kandungan bahan aktifnya yang berupa:

  • Simethicone, merupakan agen anti-foaming yang dapat bekerja mengurangi gas di saluran pencernaan. Senyawa ini hanya bereaksi di saluran pencernaan namun tidak ikut terserap ke dalam darah. Dengan menurunkan tegangan permukaan gelembung gas, simethicone membuat gas dalam saluran pencernaan lebih mudah dikeluarkan.
  • Magnesium hydroxide, merupakan senyawa yang dapat menetralkan asam lambung dengan bereaksi dengan asam klorida di lambung sehingga membentuk magnesium klorida dan air. Dengan begitu senyawa ini akan mengurangi efek iritasi asam lambung dan menyebabkan inaktivasi pepsin.
  • Aluminium hydroxide – Magnesium Carbonate co dried gel, merupakan kombinasi dua antasida yang bekerja menetralisir kelebihan zat asam di lambung. Selain itu juga dapat meningkatkan ion bikarbonat dan protaglandin di saluran cerna sehingga dapat memberikan efek sitoprotektif di lambung dan saluran cerna.

Indikasi atau Kegunaan Polycrol Forte

Polycrol Forte digunakan untuk mengatasi masalah pada lambung dan pencernaan akibat asam lambung yang berlebihan, kondisi itu diantaranya ialah:

Kontraindikasi

Tidak semua orang boleh menggunakan obat ini, penderita yang diketahui memiliki kondisi di bawah ini tidak boleh menggunakan:

  • Orang yang memiliki riwayat hipersensitivitas atau alergi terhadap kandungan obat ini.
  • Penderita gangguan fungsi ginjal kronis.

Dosis Polycrol Forte dan Cara Penggunaan

Polycrol Forte tersedia dalam bentuk sediaan tablet kunyah dan suspensi dengan kekuatan dosis per tablet mengandung

  • Simeticone: 125 mg
  • Magnesium hydroxide: 100 mg
  • Aluminium hydroxide – Magnesium Carbonate co dried gel: 275 mg

Sementara untuk sediaan suspensi dosis tiap 5 ml atau satu sendok takarnya mengandung:

  • Simeticone: 25 mg
  • Magnesium hydroxide: 100 mg
  • Aluminium hydroxide – Magnesium Carbonate co dried gel: 155 mg

Ingat! Dosis yang tepat sesuai dengan anjuran dokter berdasarkan berat ringannya penyakit, berat badan, usia, dan lain-lain. Ataupun berdasarkan dosis yang tertera di kemasan obat.

Adapun dosis yang lazim digunakan adalah sebagai berikut:

Dosis Polycrol Forte untuk mengatasi gangguan lambung

  • Dosis tablet: 1 – 2 tablet kunyah 3 kali sehari.
  • Dosis suspensi: 1 – 2 sendok takar (5 ml) 3 kali sehari.

Petunjuk Penggunaan:

  • Gunakanlah obat ini saat perut sedang kosong, diantara dua waktu makan, 1 jam setelah makan, sebelum tidur atau berdasarkan petunjuk dokter.
  • Selalu ikuti anjuran dokter atau petunjuk penggunaan yang tertera pada kemasan sebelum mulai mengonsumsinya.
  • Gunakanlah antara satu dosis dengan dosis lainnya pada jarak jam yang sama, misalkan dua kali sehari berarti per 12 jam, tiga kali sehari berarti per 6 – 8 jam. Oleh sebab itu, untuk memudahkan usahakan untuk mengonsumsinya pada jam yang sama setiap hari.
  • Apabila ada dosis yang terlewat akibat lupa, maka begitu ingat dianjurkan untuk segera meminumnya apabila dosis berikutnya masih lama sekitar 5 jam atau lebih. Tidak boleh menggandakan dosis Polycrol Forte pada jadwal minum berikutnya sebagai ganti untuk dosis yang terlewat.

Efek Samping Polycrol Forte

polycrol forte suspensi gel

Polycrol forte bentuk suspensi atau gel

Polyrcrol Forte umumnya ditoleransi dengan baik. Namun demikian, ada efek samping yang perlu diperhatikan, antara lain sebagai berikut:

  • Diare
  • Mual
  • Konstipasi
  • Hipermagnesemia

Efek Overdosis Polycrol Forte

Belum ada data yang menunjukkan adanya efek overdosis penggunaan Polycrol Forte. Namun sepertihalnya obat lainnya penggunaan dosis tinggi dalam jangka waktu lama tanpa resep dari dokter mungkin menyebabkan overdosis. Gejala yang mungkin timbul adalah kelebihan magnesium dalam darah seperti mual dan muntah, tubuh lemah, tekanan darah rendah hingga gangguan irama jantung. Jika hal itu terjadi segera hubungi unit kesehatan terdekat.

Peringatan dan Perhatian

Sebelum dan selama menggunakan obat ini, harap perhatikan hal-hal dibawah ini:

  • Sampaikan pada dokter atau apoteker Anda jika memiliki riwayat alergi terhadap kandungan obat ini.
  • Jangan diberikan pada anak umur di bawah 6 tahun, kecuali atas petunjuk dokter.
  • Hindari penggunaan jangka panjang karena dapat menyebabkan ketergantungan lambung terhadap obat ini.
  • Hati-hati pemberian obat ini pada penderita usus buntu.
  • Jika setelah 2 minggu penggunaan gejala belum berkurang, hentikan penggunaan obat dan konsultasikan kembali dengan dokter.

Kehamilan dan Menyusui

Bolehkah Polycrol Forte untuk ibu hamil dan menyusui?

  • Polycrol Forte mengandung bahan aktif magnesium dan aluminium hidroksida, kedua bahan ini tidak disarankan untuk ibu hamil karena dapat menyebabkan konstipasi serta meningkatkan risiko kontraksi rahim, terutama pada ibu hamil trimester akhir. Oleh karena itu sebaiknya konsultasikan dengan dokter Anda jika ingin menggunakan obat ini selama masa kehamilan.
  • Belum diketahui apakah bahan aktif obat ini dapat terekstraksi ke dalam ASI ibu menyusui dan berisiko membahayakan bayi. Oleh karena itu sebaiknya konsultasikan dengan dokter Anda sebelum menggunakan obat ini selama masa menyusui.

Interaksi Obat

Potensi interaksi obat terjadi ketika digunakan bersamaan dengan obat lain sehingga dapat mengubah cara kerja obat. Sebagai akibatnya, risiko efek samping dapat meningkat, obat tidak bekerja, atau bahkan menimbulkan efek beracun yang membahayakan tubuh. Oleh sebab itu, penting untuk mengetahui obat apa saja yang Anda konsumsi dan beritahukan kepada dokter.

Beberapa jenis obat dapat berinteraksi dengan Polycrol Forte, diantaranya:

  • Obat jenis simetidin dan tetrasiklin sebaiknya diberikan jarak 1 – 2 jam dengan obat antasida ini.
  • Hindari penggunaan bersamaan dengan kalsium sitrat karena dapat meningkatkan risiko keracunan aluminium dengan meningkatkanya senyawa ini dalam darah.