Primadex forte obat apa?

Primadex forte adalah obat dari jenis antibiotik yang digunakan untuk mengatasi berbagai macam infeksi bakteri seperti pada saluran kemih, saluran pernapasan, telinga tengah atau pada saluran pencernaan. Obat ini juga digunakan untuk mengatasi dan mencegah penyakit pneumonia tipe pneumocystis.

Kandungan utama obat ini adalah cotrimoxazole yang merupakan antibiotik yang terdiri dari kombinasi sulfametoxazol dan trimethoprim. Gabungan keduanya meningkatkan efek bakterisidal pada bakteri.

Ikhtisar Obat Primadex Forte

Jenis obatAntibiotik
KandunganCotrimoxazole (sulfametoxazol dan trimethoprim)
KegunaanMengobati infeksi bakteri
KategoriObat Resep
KonsumenDewasa dan anak-anak di atas 2 tahun
SediaanKaplet (sulfametoxazol 800 mg / trimethprim 160 mg)

Kemasan tablet Primadex forte 960 mg

Mekanisme Kerja

Cotrimoxazole yang terkandung dalam Primadex forte bekerja dengan cara mengombinasikan kemampuan dua jenis antibiotik yaitu sulfametoxazol dan trimethoprim dengan perbandingan 1:5 bagian. Dimana sulfametoxazol bertindak sebagai penghambat sintesis asam folat pada bakteri yang resisten dan masih mampu tumbuh dengan menghambat pembentukan asam hidrofolik dari asam paraaminobenzoat.

Sementara itu, trimethoprim menghambat reduksi asam hidrofilik menjadi tetrahidrofolat, sehingga terjadi penghambatan skuensial terhadap enzim pada jalur proses pembentukan asam folat bakteri. Gabungan kedua antibiotik ini menghasilkan efek bakterisidal pada bakteri-bakteri yang resisten terhadap sulfametoxazol namun masih peka terhadap trimethoprim.

Indikasi atau Kegunaan Primadex Forte

Primadex Forte (cotrimoxazole) digunakan untuk mengatasi infeksi-infeksi akibat bakteri seperti berikut:

  • Mengatasi otitis media akut yang disebabkan Streptococcus pneumoniae dan Haemophilus influenzae. Namun merupakan obat alternatif setelah jenis antibiotik penicilin tipe 1.
  • Mengatasi infeksi pada kondisi diare yang terjadi dalam perjalanan atau travelers’ diarrhea yang disebabkan oleh bakteri E. coli. Obat ini digunakan sebagai antibiotik alternatif jika antibotik tipe fluoroquinolon (ciprofloxacin, norfloxacin) tidak bisa digunakan, misalnya pada kasus anak-anak.
  • Mengobati eksaserbasi pada bronkitis kronis yang disebabkan oleh bakteri S. pneumoniae atau H. influenzae.
  • Sebagai alternatif obat terhadap infeksi saluran pernafasan yang disebabkan bakteri Legionella micdadei atau L. pneumophila.
  • Pengobatan infeksi saluran kemih yang disebabkan oleh bakteri E. coli, Klebsiella, Enterobacter, Morganella morgani, Proteus mirabilis, atau P. vulgaris. Obat ini merupakan pilihan untuk pengobatan infeksi saluran kemi akut yang belum komplikasi.
  • Mengatasi brucellosis atau keluron menular, pada kondisi antibiotik jenis tetrasiklin tidak direkomendasikan (misalanya pada kasus anak-anak). Terutama untuk mengatasi infeksi serius dan sudah komplikasi dengan meningitis atau endokarditis.
  • Mengatasi infeksi yang disebabakan Burkholderia cepacia.
  • Mengobati kolera yang disebabkan bakteri Vibrio cholerae. Merupakan alternatif dari antibiotik jenis tetrasiklin.
  • Mengatasi infeksi Cyclospora cayetanensis yang menyebabkan diare.
  • Mengatasi infeksi pada organ genital (donovanosis) yang disebabkan oleh bakteri Claymmatobacterium granulomatis.
  • Mengatasi isoporiasis pada usus yang disebabkan oleh infeksi bakteri Isospora belli.
  • Mengatasi infeksi listeria yang berbahaya bagi ibu hamil, kondisi ini disebabkan oleh bakteri Listeria monocytogenes.
  • Mengatasi infeksi kulit akibat bakteri mikobakterium jenis Mycobacterium marinum.
  • Mengatasi pertusis atau batuk rejan sebagai alternatif erytromicin.
  • Mengatasi demam tipes dan infeksi salmonela lainnya. Sebagai alternatif antibiotik flourquinolon yang lebih sering digunakan untuk infeksi ini.
Primadex forte untuk infeksi kulit

contoh infeksi kulit yang dapat diobati dengan Primadex forte

Kontraindikasi

Tidak semua orang boleh menggunakan obat ini, penderita yang diketahui memiliki kondisi di bawah ini tidak boleh menggunakan:

  • Memiliki riwayat hipersensitif atau alergi terhadap kandungan Primadex forte.
  • Diketahui mengalami anemia megaloblastik yang disebabkan oleh defisiensi asam folat.
  • Tidak disarankan untuk wanita hamil terutama menjelang melahirkan. Juga untuk ibu menyusui, karena obat ini diktahui dapat masuk dalam ASI.
  • Tidak disarankan untuk anak dibawah 2 tahun. Kecuali untuk pencegahan atau pengobatan terhadap pneumocytosis jiroveci (P. carinii) pada bayi usia 4 minggu atau lebih).
  • Mengalami masalah pada hati dan ginjal yang parah.

Dosis Primadex Forte dan Cara Penggunaan

Primadex forte tersedia dalam bentuk sediaan tablet dan kekuatan dosis sulfametoxazol 800 mg dan trimethoprim 160 mg, sehingga ditotal menjadi 960 mg Cotrimoxazole.

Dosis yang tepat adalah yang sesuai dengan anjuran dokter Anda, didasarkan pada berat ringannya penyakit, berat badan, usia, dan lain-lain. Adapun dosis yang lazim digunakan adalah sebagai berikut:

Dosis untuk pneumocystis pneumonia  

  • Dewasa: 120 mg/ kg/ hari dalam 2-4 pembagian dosis untuk 14 sampai 21 hari pengobatan.
  • Anak-anak: > 4 minggu, sama dengan dosis dewasa.

Dosis untuk pneumocystis pneumonia profilaksis

  • Dewasa: 960 mg sekali sehari selama 7 hari. 960 mg tiga kali sehari selama 3 x dalam seminggu. 960 mg dua kali sehari selama 3 x dalam seminggu.
  • Anak-anak: >4 minggu sama dengan dosis dewasa.

Dosis untuk infeksi saluran kemih, eksaserbasi akut akibat bronkitis kronis dan otitis media akut

  • Dewasa:
    • Dosis awal: 960 mg (satu tablet) dua kali sehari selama 10 – 14 hari.
    • Dosis untuk infeksi berat:  2,88 gr perhari dibagi dalam dua dosis.
  • Anak-anak:
    • Umur 6 minggu – 5 bulan: 120 mg dua kali sehari.
    • 6 bulan – 5 tahun: 240 mg dua kali sehari.
    • 6 – 11 tahun: 480 mg dua kali sehari.

Dosis untuk traveler diare

  • 960 mg dua kali sehari selama 5 hari.

Dosis untuk prostatis

  • 960 mg dua kali sehari selama 10 – 14 hari atau 1 – 3 bulan untuk kondisi kronis.

Dosis untuk sinusitis

  • 960 mg dua kali sehari selam 10 – 14 hari.

Dosis untuk infeksi saluran pernapasan atas

  • 960 mg dua kali sehari.

Dosis untuk kolera

  • 960 mg dua kali sehari selama 3 hari.

Aturan pakai Primadex Forte:

  • Gunakanlah obat ini setelah makan atau bersamaan dengan makan dan dianjurkan untuk banyak minum air putih untuk menghindari kristaluria.
  • Selalu ikuti anjuran dokter atau petunjuk penggunaan yang tertera pada kemasan sebelum mulai mengonsumsinya.
  • Gunakanlah antara satu dosis dengan dosis lainnya pada jarak jam yang sama, misalkan dua kali sehari berarti per 12 jam, tiga kali sehari berarti per 8 jam. Oleh sebab itu, untuk memudahkan usahakan untuk mengonsumsinya pada jam yang sama setiap hari.
  • Apabila ada dosis yang terlewat akibat lupa, maka begitu ingat dianjurkan untuk segera meminumnya apabila dosis berikutnya masih lama sekitar 5 jam atau lebih. Tidak boleh menggandakan dosis primadex forte pada jadwal minum berikutnya sebagai ganti untuk dosis yang terlewat.

Efek Samping Primadex Forte

Seperti halnya obat-obatan lainnya, Primadex forte juga memiliki efek samping yang perlu diperhatikan, antara lain sebagai berikut:

  • Efek samping yang umum adalah lebih sering buang angin.
  • Mual, muntah atau diare.
  • Alergi miokarditis.
  • Dermatitis eksfoliatif.
  • Reaksi alergi pada kulit.
  • Gangguan hati dan darah.
  • Anemia aplastik.

Efek Overdosis Primadex Forte

Penggunaan dalam jumlah besar atau tidak sengaja terminum dalam jumlah besar dapat menyababkan efek overdosis seperti muntah dan diare parah serta kesulitan bernapas. Segera hubungi kegawatdaruratan jika hal ini terjadi.

Peringatan dan Perhatian

Sebelum dan selama menggunakan obat Primadex forte ini, harap perhatikan hal-hal dibawah ini:

  • Sampaikan pada dokter Anda jika sebelumnya pernah mengalami alergi terhadap kandungan obat ini.
  • Sampaikan juga jika memiliki riwayat penyakit alergi, asma bronkial, dan disfungsi tiroid.
  • Hati-hati penggunaan obat ini pada penderita masalah hati dan ginjal baik ringan ataupun berat.
  • Untuk penderita diabetes sebaiknya rutin mengecek kadar gula darah saat menggunakan obat ini.
  • Obat ini menyebabkan kulit lebih sensitif terhadap cahaya matahari, gunakan baju yang melindungi kulit atau kacamata hitam saat di luar rumah.
  • Pasien AIDS akan lebih sensitif terhadap efek samping obat ini terutama reaksinya terhadap kulit, demam dan kelainan pada darah.

Kehamilan dan Menyusui

Apakah obat Primadex forte boleh dikonsumsi oleh ibu hamil dan ibu menyusui?

  • Kandungan cotrimoxazole pada primadex forte masuk dalam kategori D untuk ibu hamil. Ini berarti, obat ini terbukti menimbulkan resiko terhadap janin manusia, tetapi besarnya manfaat yang diperoleh jika digunakan pada wanita hamil dapat dipertimbangkan (misalnya jika obat diperlukan untuk mengatasi situasi yang mengancam jiwa atau penyakit serius dimana obat yang lebih aman tidak efektif atau tidak dapat diberikan). Sehingga penggunaanya harus jika benar-benar dibutuhkan saja.
  • Primadex forte tidak dianjurkan untuk ibu menyusui karena kandungan obat ini dapat masuk ke ASI dan dapat membahayakan bayi.

Interaksi Obat

Beberapa jenis obat dan penyakit dapat berinteraksi dengan Primadex forte, diantaranya adalah:

  • Dapat meningkatkan risiko hiperkalemia pada penggunaan bersamaan dengan obat penghambat ACE.
  • Penggunaan dengan prilokain dapat meningkatkan risiko metaemoglobinaemia.
  • Penggunaan dengan amiodaron dapat meningkatkan risiko aritmia ventrikel.
  • Methanamin dapat meningkatkan risiko kristaluria.
  • Penggunaan dengan clozapine dapat meningkatkan risiko agranulositosis.
  • Penggunaan bersamaan dengan leucovorin untuk pengobatan P. jiroveci pada penderita AIDS dapat meningkatkan risiko kegagalan pengobatan dan kematian.