Medical Check Up : Kegunaan dan Prosedur

Medical check up adalah suatu pemeriksaan rutin yang dilakukan untuk meyakinkan bahwa seseorang dalam kondisi sehat dan mencegah hal apapun yang tidak diinginkan, yang dapat memicu timbulnya suatu penyakit.

Ada pepatah mengatakan lebih baik mencegah daripada mengobati, prinsip inilah yang digunakan dalam prosedur medical check up (MCU). Sampai saat ini masih banyak orang yang ragu untuk melakukan MCU secara teratur dengan berbagai alasan, seperti merasa dirinya sehat, takut membayar biaya medical check up yang mahal dan sebagainya.

medical check up

 

Kegunaan Medical Check Up

Medical check up dilakukan untuk mengetahui kondisi kesehatan tubuh dan juga mendeteksi adanya suatu gangguan sejak dini. Ketika sudah dapat dideteksi sejak dini, maka diharapkan perjalanan suatu penyakit dapat dihambat atau dikontrol.

Berikut kondisi-kondisi yang memerlukan medical check up:

  • Pemeriksaan Rutin. MCU sebaiknya dilakukan secara berkala minimal setahun sekali oleh semua orang tanpa terkecuali, baik anak-anak maupun orang tua, wanita maupun pria, sehat maupun sakit.
  • Pemantauan Penyakit. Pada orang yang sudah terdiagnosis suatu penyakit, maka MCU perlu dilakukan untuk memantau perjalanan penyakitnya, apakah sudah ada perbaikan atau justru mengalami perburukan.
  • Rencana Menikah. Medical check up juga perlu dilakukan apabila ada pasangan yang ingin merencanakan pernikahan, disebut dengan pre-marital check up. Hal ini bertujuan agar dapat diketahui ada tidaknya kelainan yang dapat mengganggu perkembangan janin saat kehamilan nanti. Sebagai contoh, adanya infeksi toxoplasma pada wanita yang akan menikah, sebaiknya diobati dahulu sampai benar-benar sembuh sebelum merencanakan kehamilan. jenis pemeriksaan yang dilakukan untuk pasangan yang akan menikah tentu berbeda dengan pemeriksaan yang dilakukan pada saat medical chek up biasa.
  • Syarat kerja dan Sekolah. Selain itu MCU juga menjadi salah satu syarat untuk mendaftar lowongan pekerjaan atau mendaftar ujian sekolah.

Prosedur Medical Check Up

Prosedur medical check up ini dapat dilakukan di laboratorium atau rumah sakit. Jenis pemeriksaan yang akan dilakukan berbeda-beda disesuaikan dengan kondisi seseorang dan juga tujuan melakukan MCU.

Secara umum pemeriksaan yang dilakukan pada saat medical check up adalah pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang.

Pemeriksaan Fisik

Pemeriksaan fisik yang dilakukan pada medical check up meliputi :

  • Berat badan dan tinggi badan

Berat badan dan tinggi badan seseorang diukur berdasarkan kriteria BMI (Body Mass Index = Indeks Massa Tubuh). BMI diukur dengan rumus : Berat Badan (dalam kg) dibagi Tinggi Badan kuadrat (dalam meter). Klasifikasi BMI berdasarkan WHO, yaitu :

  • Nilai < 18.5 : underweight
  • Nilai 18.5 – 24.9 : normal
  • Nilai 25.0 – 29.9 : overweight
  • Nilai 30.0 – 34.9 : Obesitas tingkat 1
  • Nilai 35.0 – 39.9 : Obesitas tingkat 2
  • Nilai 40 : Obesitas tingkat 3
  • Pemeriksaan tanda-tanda vital, seperti : tekanan darah (normal 120/80 mmHg), denyut nadi (normal 60 – 100 kali per menit), laju pernafasan (normal 12 – 20 kali per menit), dan suhu tubuh (normal 37.50C).
  • Mata. Diperiksa untuk mengetahui tajam penglihatan, ada tidaknya kelainan refraksi, astigmatisma, katarak, tekanan di dalam bola mata, pemeriksaan lapang pandang, buta warna, infeksi dan sebagainya.
  • Hidung. Ada tidaknya septum deviasi, massa di dalam rongga hidung, dan sebagainya
  • Rongga mulut. Apakah ada tanda-tanda infeksi di rongga mulut atau tidak, pembesaran kelenjar tonsil, pemeriksaan gigi dan sebagainya.
  • Telinga. Dinilai apakah gendang telinga masih intak atau tidak, ada tidaknya serumen, dan kemampuan pendengaran, dan sebagainya.
  • Rongga dada. Untuk menilai organ paru-paru dan jantung, ada kelainan atau tidak.
  • Rongga perut. Untuk menilai organ hepar (hati), usus, dan limfe.

Pemeriksaan Penunjang

Adapun pemeriksaan penunjang yang dilakukan, akan disesuaikan dengan kebutuhan pasien. Beberapa pemeriksaan penunjang  medical check up yang dapat dilakukan antara lain :

  • Pemeriksaan laboratorium darah

Dari pemeriksaan darah dapat diketahui banyak hal seperti :

  • Haemoglobin (Hb); pria normal 14 – 18 gr/dL dan wanita normal 12 – 16 gr/dL
  • Leukosit (sel darah putih); normalnya 4.000 – 10.000 sel per mm3.
  • Trombosit; normalnya 200 – 400 ribu sel per mm3.
  • Kadar elektrolit : Natrium, Kalium, Kalsium, dan Klorida
  • Kadar gula darah puasa (normal 80 – 100 mg/dL) dan kadar gula darah 2 jam setelah puasa (normal 120 – 140 mg/dL)
  • Kolesterol; normalnya HDL > 60 mg/dL, LDL < 100 mg/dL, trigliserida < 150 mg/dL, dan kolesterol total < 200mg/dL
  • Asam urat; pria normal 3.5 – 7 mg/dL dan wanita normal 2.5 – 6 mg/dL
  • Fungsi hati; normalnya SGOT < 45 dan SGPT < 35, lebih lanjut baca: SGOT dan SGPT : Nilai Normal, Tinggi, Rendah & Maknanya
  • Fungsi ginjal; normalnya ureum 10 – 50 dan kreatinin 0.5 – 1.3
  • dan sebagainya.
  • Pemeriksaan urin (urinalisis). Dari pemeriksaan urin dapat diketahui apakah ada infeksi saluran kemih atau tidak
  • Rontgen dada. Untuk mengetahui ada tidaknya infeksi pada paru-paru dn mengetahui ada tidaknya pembessaran jantung.
  • Eletrokardiografi (EKG). Untuk merekam aktivitas listrik jantung, dari pemeriksaan EKG ini dapat diketahui ada tidaknya pembesaran jantung, laju detak jantung irama jantung, ada tidaknya sumbatan, dan sebagainya.
  • Treadmill. Untuk mengetahui kemampuan kerja jantung
  • Pemeriksaan laboratorium khusus untuk mengetahui adanya infeksi penyakit tertentu, seperti HBsAg untuk infeksi hepatitis B, penyakit menular seksual, dan sebagainya.
  • Pemeriksaan laboratorium khusus untuk mengetahui adanya penanda suatu keganasan (Ca marker).

Sebelum menjalani medical check up sebaiknya pasien berkonsultasi dahulu dengan dokter, untuk mengetahui pemeriksaan apa saja yang perlu dilakukan sesuai dengan kebutuhan pasien.

DISKUSI TERKAIT

mari kita berteman di

Situs ini hanya sebagai sumber informasi, tidak boleh dianggap sebagai nasihat medis, diagnosis ataupun anjuran pengobatan. Baca disclaimer