Suntik TT Sebelum Menikah untuk Calon Pengantin

Calon pengantin wanita sebaiknya tidak meremehkan pentingnya suntik TT sebelum menikah. Toh biaya suntik TT tidak mahal, prakteknya juga cepat dan mudah. Tapi ngomong-ngomong, apa sih suntik TT itu?

Suntik TT (Tetanus Toksoid) sebenarnya merupakan cara pencegahan terhadap penyakit tetanus neonatorum (tetanus pada bayi) dan juga tetanus pada ibu. Vaksin ini perlu diberikan pada perempuan yang tidak melengkapi imunisasi dasar terhadap vaksin tetanus yang jumlahnya 3 kali suntikan atau 10 tahun booster selama hidupnya.

Tetanus sendiri merupakan penyakit yang muncul karena infeksi bakteri Clostridium tetani. Biasanya bakteri ini bisa menyusup masuk dengan mudah ke dalam tubuh lewat luka, lalu setelah itu ia akan mengeluarkan racun atau toksin tetanus. Racun inilah yang berbahaya karena dapat merusak sistem saraf maupun sumsum tulang belakang seseorang. Bahayanya dapat melumpuhkan otot-otot pernafasan hingga penderitanya tidak dapat bernafas.

Apakah memang penting suntik TT sebelum menikah?

Setelah menyimak sedikit penjabaran tadi, pastilah Anda sudah paham betul soal penting-tidaknya melakukan suntik TT sebelum melepas masa lajang. Mengingat urgensinya, pemerintah mewajibkan perempuan yang ingin menikah agar suntik TT lebih dulu. Aturan ini sebenarnya sudah berlaku sejak tahun 1986 lalu, dan hingga kinipun suntik TT termasuk salah satu prasyarat menikah di KUA.

Manfaat suntik TT bagi wanita adalah mencegah infeksi penyebab tetanus pada vagina, baik ketika malam pertama maupun saat melahirkan. Mengapa harus diberikan sebelum menikah? Karena pada malam pertama, ketika pasangan melakukan hubungan suami-istri pertama kalinya, selaput dara wanita akan robek sehingga muncul luka di vagina. Nah luka inilah yang bisa jadi jalan masuk bakteri penyebab tetanus. Selain itu, tidak sterilnya alat bantu persalinan, khususnya di klinik kecil di pedesaan, dapat memicu tetanus pada organ kewanitaan.

Tidak hanya penting untuk ibu hamil saja, seperti disinggung sebelumnya, vaksin TT juga sangat penting untuk bayinya karena dapat mencegahnya terkena tetanus. Bukankah bayi selalu memiliki luka di pusarnya setelah lahir? luka inilah yang bisa menjadi pintu masuk bakteri tetanus.

Apakah ada bahaya atau efek samping suntik TT?

Memang sih sempat muncul isu bahwa suntik TT bisa bikin perempuan susah hamil karena efeknya sama seperti kontrasepsi. Namun ini adalah anggapan yang keliru, karena suntik TT tidak ada kaitannya sama sekali dengan suntik KB.

Malahan suntik TT bisa menjauhkan infeksi dari ibu hamil ketika proses persalinan nanti. Oleh karenanya, suntik TT tidak hanya disarankan untuk calon pengantin wanita saja, namun juga ibu hamil ketika usia kandungan masuk 5-6 bulan. Bahkan ada dokter yang menganjurkan perempuan melakukan suntik TT sebanyak 2 kali ketika sedang hamil.

Kapan saja jadwal suntik TT untuk calon pengantin?

Setiap perempuan yang akan (dan setelah) menikah perlu mendapatkan vaksin TT ini sebanyak (total) 5 kali. Namun semua itu dilakukan secara bertahap. Jadwalnya biasanya dimulai sebulan sebelum menikah hingga sekitar 2 tahun sesudah itu.

Berikut jadwal suntik TT berdasarkan Kemenkes RI:

  1. TT 1 – tidak harus sebulan, namun usahakan 2 minggu sebelum menikah agar ada waktu bagi tubuh untuk membentuk antibodi.
  2. TT 2 – sebulan setelah TT 1 (efektif melindungi hingga 3 tahun ke depan).
  3. TT 3 – 6 bulan sesudah TT 2 (efektif melindungi sampai 5 tahun berikutnya).
  4. TT 4 – 12 bulan pasca TT 3 (lama perlindungannya 10 tahun).
  5. TT 5 – 12 bulan setelah TT 4 (mampu melindungi hingga 25 tahun).

Dari jadwal di atas, maka kita bisa melihat juga keefektifan perlindungan jika kita melakukan sekian kali suntikan.

Untuk informasi suntik tetanus ibu hamil, simak selengkapnya disini: Suntik Imunisasi TT (Tetanus Toxoid) pada Ibu Hamil

Dimana bisa suntik TT bagi calon pengantin?

Suntik TT untuk calon pengantin dapat dilakukan di rumah sakit, bidan, atau puskesmas. Setelah selesai melakukannya, jangan lupa untuk minta surat keterangan bahwa Anda sudah melakukan vaksin.  Surat ini bisa dilampirkan saat mengajukan persyaratan pranikah lainnya nanti.

Adakah pemeriksaan lainnya bagi calon pengantin?

Selain vaksin TT tadi, masih ada deretan pemeriksaan yang sebaiknya dilakukan bagi calon pengantin, meskipun hal ini tidak wajib.

Pasangan biasanya diminta tes:

  • Darah rutin (HB, trombosit, hemoglobin, dan leukosit) sehingga tahu golongan darah dan Rhesusnya. Sebab bila perempuan dengan Rhesus negatif menikahi laki-laki Rhesus positif, maka anak pertama mereka bisa lahir dengan Rhesus negatif atau positif. Jika Rhesusnya negatif, tentu tak masalah karena sama dengan ibunya. Tapi kalau Rhesusnya positif, maka kehamilan berikutnya mungkin yang jadi masalah, apalagi kalau Rhesus janin keduanya positif juga. Antibodi antirhesus dari tubuh ibu bisa masuk ke sel darah merah janin sehingga membahayakan kehamilan.
  • Urinalisis atau pemeriksaan urin.
  • Hepatitis khususnya B dan C.
  • Mengidap penyakit menular seksual (PMS) tertentu atau tidak – seperti sifilis, gonore, HIV.
  • Gula darah.

Ada pula jenis pemeriksaan yang lebih spesifik untuk perempuan, misalnya seperti:

  • TORCH (Toksoplasma, Rubela,  CMV/ Cytomegalovirus, dan Herpes simplex).
  • Hormon (estrogen, estradiol, tiroksin, LH, serta FSH) – penting untuk mendeteksi apakah seseorang bisa cepat hamil atau tidak, serta untuk pematangan sel telur.
  • Sempit-tidaknya kadar panggul – berpengaruh pada proses persalinan.
  • Bentuk rahim.
  • Ovarium.
  • Adanya alergi sperma atau tidak.
  • Kesehatan total.
  • Dan bila ia ingin segera punya anak setelah menikah nanti, maka USG juga perlu dilakukan untuk mencari tahu ada tidaknya kista, mioma, atau tumor alam organ reproduksinya. Kalau positif, maka itu harus dihilangkan dulu agar tidak mengganggu kehamilan.
  • Pap smear jika sudah aktif secara seksual sebelumnya.

Bagi calon pengantin prianya, dapat menjalani pemeriksaan berikut:

  • Kesehatan menyeluruh.
  • Analisa sperma (tidak wajib sih).

Untuk lebih lanjut, soal pemeriksaan pranikah ini, Anda bisa menemui dokter spesialis andrologi (untuk pria) atau kebidanan (untuk wanita).

DISKUSI TERKAIT

mari kita berteman di

Situs ini hanya sebagai sumber informasi, tidak boleh dianggap sebagai nasihat medis, diagnosis ataupun anjuran pengobatan. Baca disclaimer