Pernahkah Anda merasakan keluhan gatal yang tidak mau berkurang hingga membuat ingin menggaruknya terus menerus? Jika ya, maka sebenarnya Anda sudah tahu mengenai pruritus.

Pruritus adalah bahasa medis dari keluhan gatal-gatal pada kulit. Rasa gatal bisa terjadi di bagian tubuh yang kecil seperti hidung, atau bisa juga terjadi di hampir seluruh tubuh. Terkadang semakin kita menggaruk maka keluhan gatal akan makin terasa. Oleh sebab itu penting kiranya untuk memperhatikan kebiasaan menggaruk yang berlebihan, jika hal ini dilakukan terus menerus dan terlalu kuat, maka dapat menimbulkan luka serta menyebabkan terjadinya infeksi sekunder.

Jika didefinisikan, pruritus merupakan sensasi tidak menyenangkan yang mencetuskan hasrat atau keinginan untuk menggaruk.

pruritus

contoh penderita pruritus

Pruritus bisa terjadi pada semua orang baik tua ataupun muda, laki – laki maupun wanita. Pruritus dialami oleh sekitar 25% pasien jaundice (sakit kuning) dan 50% pasien yang menjalani hemodialisis akibat gagal ginjal. 10 – 50% pasien yang mendapat pengobatan medis pruritus mengalami penyakit sistemik yang menjadi dasar terjadinya keluhan pruritus. Prognosis pruritus tergantung dari penyakit yang menyebabkannya, sebagai contoh pasien yang mengalami pruritus berat akibat penyakit hodgkin memiliki prognosis yang buruk dan lain sebagainya.

Apa saja gejala yang menyertai pruritis? 

Pruritus sendiri sebenarnya merupakan gejala dari penyakit yang mendasarinya. Keluhan yang dialami oleh penderitanya berupa gatal-gatal pada kulit, mungkin saja disertai bentol, kemerahan, atau bahkan abrasi atau lecet akibat garukan. Pada kasus yang berat bisa disertai dengan infeksi sekunder yang ditandai dengan terbentuknya nanah.

Namun demikian, gejala lain yang menyertai pruritas akan sangat bervariasi tergantung penyebabnya. Ada banyak hal yang bisa menyebabkan keluhan gatal, mulai dari sebab ringan hingga penyakit serius yang dapat mengancam kehidupan.

Sering kali, pruritus disebabkan karena penyakit kulit seperti eksema, psoriasis, skabies, gigitan serangga dan lain sebagainya. Jika tidak ada perubahan visual pada kulit (seperti rash/ ruam kulit) maka kemungkinan kulit kering yang menjadi penyebabnya.

Kulit kering biasa terjadi pada udara yang terlalu dingin atau terlalu panas, ketika kelembaban udara sangat rendah atau ketika anda mandi terlalu sering dengan sabun yang mengiritasi kulit.

Apa Penyebab Pruritus dan Faktor Risikonya?

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, pruritus atau rasa gatal pada kulit kebanyakan berhubungan dengan penyakit kulit primer yang mendasarinya seperti xerosis (kulit terlalu kering), dermatitis atopik (peradangan pada kulit akibat riwayat atopik atau genetik), urtikaria, psoriasis,  dan lain sebagainya.

Namun ketika penyakit kulit primer tidak bisa diidentifikasikan sebagai penyebab pruritus maka penyakit sistemik atau penyakit neuropati (penyakit yang berhubungan dengan persarafan) kemungkinan menjadi penyebab dari keluhan ini. Pasien pruritus yang bukan disebabkan oleh penyakit kulit primer harus melakukan evaluasi untuk menyingkirkan kemungkinan penyebab sistemik sebagai penyakit yang mendasari keluhan gatal.

Baca juga: Kenali Penyebab Gatal Pada Kulit Anda

Pruritus merupakan tanda dari kondisi klinis kompleks berikut ini:

  • Penyakit internal seperti penyakit hati (liver), anemia, gangguan tiroid dan kanker. Gatal biasanya terjadi di seluruh tubuh dan kulit tampak normal.
  • Penyakit yang mempengaruhi persarafan seperti multiple sclerosis, diabetes (kencing manis), dan lainnya.
  • Efek samping obat – obatan misalnya antibiotik,  obat antifungal, obat kanker dan lain sebagainya.
  • Reaksi alergi.
  • Kehamilan juga bisa menyebabkan kulit gatal, terutama pada area yang membesar dengan cepat karena kulit yang meregang seperti perut dan payudara.
  • Lain sebagainya

Semua orang bisa mengalami gatal namun beberapa kelompok orang memiliki kerentanan yang cukup tinggi untuk mengalami keluhan ini. Beberapa individu yang berisiko tinggi mengalami pruritus antara lain:

  • Individu dengan riwayat alergi musiman, asma dan juga eksema.
  • Individu dengan diabetes melitus (kencing manis).
  • Individu yang terinfeksi HIV/AIDS dan tipe kanker lainnya.
  • Wanita hamil.
  • Orang tua.

Penegakan Diagnosis

Penyebab pruritus dapat dipastikan keberadaannya setelah dilakukan serangkaian pemeriksaan oleh dokter yang meliputi:

  • Anamnesis atau wawancara medis. Dari anamnesis diperoleh informasi mengenai gejala – gejala yang dialami pasien seperti keluhan gatal, ruam kulit, atau keluhan lain terkait bagian tubuh yang terkena.
  • Pemeriksaan fisik. Pemeriksaan fisik yang dilakukan meliputi pemeriksaan pada kulit yang mengalami keluhan dan juga organ tubuh lainnya yang mungkin menjadi penyebab keluhan gatal.
  • Pemeriksaan penunjang. Pemeriksaan penunjang yang dianjurkan berbeda- beda tergantung hasil anamnesis dan pemerikaan fisik yang dilakukan, misalnya saja jika jamur dicurigai menjadi penyebabnya, maka perlu dilakukan pemeriksaan KOH dari spesimen kulit yang bermasalah. Pada pemeriksaan ini kulit dikerok ringan kemudian spesimen diperiksa dibawah mikroskop. Apabila dicurigai adanya penyakit sistemik maka bisa saja dianjurkan untuk pemeriksaan darah.

Pengobatan Pruritus

Pengobatan Non Medikamentosa

Untuk mengatasi keluhan gatal atau pruritus maka langkah pertama yang harus dilakukan adalah mengetahui apa yang menjadi penyebab keluhan gatal tersebut dan kemudian mengobati penyakit kulit yang mendasarinya.

Jika gatal dicurigai muncul karena reaksi dari obat tertentu yang sedang dikonsumsi maka hentikan penggunaan obat dan gantilah dengan obat lain. Cara terbaik untuk mencegah gatal adalah dengan merawat kulit itu sendiri.

Untuk melindungi kulit dari pruritus yang berkelanjutan maka ada beberapa langkah yang bisa dilakukan yaitu:

  • Gunakan krim dan lotion kulit yang berfungsi untuk melembabkan kulit dan mencegah kekeringan pada kulit. Seperti yang kita ketahui bahwa kulit yang terlampau kering akan mencetuskan keluhan gatal.
  • Gunakan sunscreens atau tabir surya untuk mencegah luka bakar akibat sinar matahari dan kerusakan kulit.
  • Gunakan sabun mandi yang ringan yang tidak menyebabkan iritasi pada kulit anda.
  • Mandilah dengan air hangat dan bukan dengan air pans. Air panas dapat menyebabkan kulit semakin kering.
  • Menghindari penggunaan bahan pakaian tertentu yang mencetuskan rasa gatal, misalnya wool dan bahan sintetik. Gantilah dengan bahan yang dingin dan menyerap keringat untuk pakaian dan juga seprei tempat tidur misalnya bahan katun.
  • Jika anda tinggal di daerah yang panas dan udaranya terlampau kering maka bisa gunakan humidifier atau pelembab ruangan untuk menjaga agar kulit tidak terlalu kering.
  • Untuk menghilangkan rasa gatal, bisa dengan cara mengkompres kulit yang gatal dengan handuk dingin atau bisa juga dengan menggunakan es batu. Hal ini lebih baik daripada anda menggaruknya yang malah akan menimbulkan luka pada kulit.

Pengobatan Medikamentosa

Dokter juga bisa memberikan obat – obatan tertentu untuk mengatasi pruritus, misalnya dengan pemberian obat gatal anti histamin yang diminum (oral) serta obat yang mengandung steroid topikal (misalnya krim, salep, dll). Penggunaan pil steroid dan antibiotik jarang digunakan, kecuali ada indikasinya.