Seringkali kita mendengar istilah psikopat atau mengatakan seseorang memiliki kepribadian psiko. Sebenarnya apakah yang dimaksud dengan psikopat atau psiko tersebut?

Psikopat adalah salah satu gangguan kepribadian yang ditandai dengan karateristik emosi yang khas, seperti tidak memiliki rasa bersalah, tidak bisa berempati terhadap sesama, dan tidak bisa bersosialisasi dengan lingkungan sekitar.

psikopat

Dalam dunia medis, dokter tidak menyebut seseorang dengan istilah psikopat. Biasanya untuk menggambarkan orang dengan karakteristik tersebut digunakan istilah gangguan kepribadian antisosial.

Orang psikopat tidak memiliki hati nurani. Apabila mereka berbohong atau mencuri sesuatu, maka mereka tidak akan merasa ragu, menyesal, cemas, atau merasa bersalah. Mereka mungkin saja dapat berpura-pura berperilaku seperti itu, namun sebenarnya tidak sama sekali.

Selain itu, orang psikopat tidak bisa berempati terhadap orang lain. Empati adalah kemampuan seseorang untuk merasakan dan mengerti penderitaan orang lain. Mereka tidak dapat menghargai dan menghormati orang lain. Mereka selalu mengganggap orang lain sebagai obyek yang dapat dimanfaatkan untuk kepentingan mereka sendiri.

Di film-film, orang psikopat seringkali digambarkan sebagai sosok yang keji, bengis, sadis, kejam, dan sebagainya yang dapat membunuh orang lain tanpa merasa berdosa. Di kehidupan nyata, orang psikopat ini mungkin saja berkepribadian keji, namun dapat juga tidak. Walaupun memang seringkali mereka menggunakan cara-cara yang manipulatif dan nekat untuk mendapatkan keinginan mereka. Dengan kata lain, orang psikopat tidak ragu untuk merugikan atau menyakiti orang lain agar keinginannya tercapai.

Tidak mudah untuk mendiagnosis seseorang sebagai psikopat. Karena mereka biasanya cerdas, mengagumkan, dan pandai mengontrol emosi. Mereka cenderung tampil sebagai pribadi yang menarik dan pandai memikat seseorang, padahal dalam kenyataannya mereka sama sekali tidak peduli.

Orang psikopat biasa “berhati dingin” dan penuh perhitungan. Mereka secara terencana menentukan setiap gerak-geriknya. Mereka dapat mengatur suatu strategi untuk menjatuhkan lawan-lawan yang menghalangi tujuannya.

Para peneliti berpendapat bahwa struktur otak orang psikopat berbeda dengan orang normal. Perbedaan struktur otak inilah yang menyebabkan perilaku berbeda dan mempengaruhi fungsi fisiologis tubuhnya jika dibandingkan dengan orang normal. Sebagai contoh, pada saat melihat adegan horror biasanya orang normal akan berdebar-debar atau telapak tangan menjadi basah, namun berbeda pada orang psikopat akan tetap tampak biasa saja dan tenang.

Gejala dan Ciri-ciri Psikopat

Adapun Ciri-cir psikopat yang dapat kita amati antara lain :

  • Dari luar tampak seperti orang yang tenang
  • Nekat dan gegabah
  • Tidak memiliki rasa bersalah
  • Menginginkan pengakuan harga diri yang tinggi
  • Tidak bertanggungjawab
  • Mudah menyalahkan orang lain
  • Tidak jujur
  • Suka memanipulasi
  • Tidak berempati
  • Suka impulsif
  • Sejak usia muda sudah sering mengalami masalah
  • Melakukan kegiatan-kegiatan yang beresiko tinggi
  • Dan sebagainya.

Apa Penyebab Psikopat?

Penyebab terjadinya psikopat tidak diketahui secara pasti, namun diduga ada pengaruh dari faktor genetik, lingkungan dan interpersonal (kepribadian masing-masing individu).

Selain itu ada juga faktor orang tua juga dapat mendorong terjadinya psikopat pada seseorang sebagai contoh :

  • Kurang kasih sayang orang tua.
  • Pola asuh orang tua yang berfokus pada hukuman, bukan penghargaan terhadap anak.
  • Orang tua yang bercerai atau kurang keterlibatan dari salah satu orang tua.
  • Anak yang ditelantarkan atau mengalami kekerasan fisik.

Bagaimana Penanganan Psikopat?

Penanganan psikopat sebaiknya dilakukan pada usia dini ketika anak sudah mulai dicurigai memiliki tanda-tanda seperti di atas. Walaupun terapi yang diberikan belum terbukti dapat menyembuhkan,  namun tidak ada salahnya untuk dicoba. Jika dibiarkan sampai dewasa, maka akan semakin sulit untuk disembuhkan.

Beberapa contoh terapi yang dapat dilakukan antara lain :

  • Psychoanalysis
  • Terapi secara berkelompok
  • Psychodrama
  • Psychosurgery
  • Electroconvulsive Therapy (ECT)
  • Obat-obatan
  • Dan sebagainya.

Penanganan orang psikopat tidak dapat dilakkan dalam satu kali terapi melainkan haru dipantau terus menerus. Pengobatan jangka panjang ini tentu membutuhkan biaya yang mahal.