Pyrazinamide obat apa?

Pyrazinamide adalah antibiotik yang digunakan untuk mengobati penyakit tuberkulosis. Obat ini umumnya dikombinasikan dengan obat lain seperti rifampin, isoniazid dan streptomisin untuk mengobati infeksi M. tuberculosis aktif di paru-paru maupun di luar paru-paru.

Pemberian obat ini harus dengan resep dokter dan biasanya diberikan dalam rentang waktu tertentu sekitar 6 – 9 bulan untuk memastikan bakterinya tidak menginfeksi kembali dan menyebabkan kekambuhan. Oleh karena itu, resep yang diberikan dokter harus digunakan hingga habis meskipun gejala tuberkulosisnya sudah hilang.

Ikhtisar Obat Pyrazinamide

Jenis obatAntibiotik, anti tuberkulosis
KategoriObat resep
KegunaanSebagai pengobatan tuberkulosis
KonsumenDewasa dan anak-anak
KehamilanKategori C
SediaanTablet
MerekNeotibi, Sanazet, Prazina, Siramid, TB Z, Corsazinamid, Restibi Z, Tibicel, Propulmo, Prazeta, Pulmodex, Pyratibi
pyrazinamide

Kemasan pyrazinamide 500 mg tablet

Mekanisme Kerja

Pyrazinamide merupakan antibiotik yang memiliki kemampuan bakterisidal dan juga bakteriostatik yang secara spesifik dapat menghentikan pertumbuhan bakteri M. tuberculosis yang menyebabkan penyakit TBC. Kemampuan bakterisidal dan bakteriostatiknya ini sangat tergantung pada konsentrasi obat yang dapat mencapai area infeksi.

Pyrazinamide diketahui dapat masuk ke sel bakteri M. tuberculosis dimana enzim pirazinamidase kemudian merubah pirasinamid yang belum aktif menjadi asam pirazinoid. Dalam kondisi asam, asam pirazinoid ini akan mengganggu sintesis FSA I yang sangat dibutuhkan bakteri untuk memproduksi asam lemak baru yang dibutuhkan untuk membelah diri. Hal ini lah yang menyebabkan bakteri tidak dapat berkembang dan akhirnya mati.

Indikasi atau Kegunaan Pyrazinamide

Berdasarkan mekanisme kerjanya pyrazinamide dapat digunakan untuk mengobati infeksi tuberkulosis atau TBC yang disebabkan oleh bakteri M. tuberkulosis.

Kontraindikasi

Tidak semua orang boleh menggunakan obat ini, penderita yang diketahui memiliki kondisi di bawah ini tidak boleh menggunakan:

  • Memiliki riwayat hipersensitif atau alergi terhadap kandungan pyrazinamide atau obat jenis lainnya.
  • Sedang mengalami hiperurisemia (asam urat tinggi) atau gout arthritis.
  • Sedang mengalami porfiria akut.
  • Mengalami gangguan fungsi hati yang parah.

Dosis Pyrazinamide dan Cara Penggunaan

Pyrazinamide tersedia dalam bentuk sediaan tablet dan kekuatan dosis 500 mg.

Ingat! Dosis yang tepat adalah yang diresepkan dokter Anda setelah memeriksa keparahan penyakit dan kondisi kesehatan Anda.

Adapun dosis yang lazim digunakan adalah sebagai berikut:

Dosis pyrazinamide untuk mengobati tuberkulosis (TBC)

  • Dosis dewasa: dalam bentuk kombinasi dengan obat TB lainnya.
    • Untuk pengobatan standar 2 bulan tanpa pengawasan:
      • Berat badan < 50 kg:  1,5 gr per hari.
      • Berat badan > 50 kg: 2 gr per hari.
    • Untuk pengobatan 2 bulan dengan pengawasan:
      • BB < 50 kg: 2 gr per 3 kali seminggu.
      • BB > 50 kg: 2,5 gr per 3 kali seminggu.
  • Dosis Anak-anak: dalam bentuk kombinasi dengan obat TB lain.
    • Pengobatan standar 2 bulan tanpa pengawasan dokter: 35 mg/kg per hari.
    • Pengobatan 2 bulan dengan pengawasan dokter: 50 mg/kg 3 kali seminggu.

Petunjuk Penggunaan:

  • Gunakanlah obat ini setelah makan dan dianjurkan untuk banyak minum air putih.
  • Selalu ikuti anjuran dokter atau petunjuk penggunaan yang tertera pada kemasan sebelum mulai mengonsumsinya.
  • Gunakanlah antara satu dosis dengan dosis lainnya pada jarak jam yang sama atau mengonsumsinya pada jam tertentu setiap harinya.
  • Apabila ada dosis yang terlewat akibat lupa, maka begitu ingat dianjurkan untuk segera meminumnya apabila dosis berikutnya masih lama sekitar 5 jam atau lebih. Tidak boleh menggandakan dosis pyrazinamide pada jadwal minum berikutnya sebagai ganti untuk dosis yang terlewat.

Efek Samping Pyrazinamide

Seperti halnya obat-obatan lainnya yang memiliki efek samping selain fungsi utamanya, pyrazinamide juga demikian. Meskipun tidak seluruhnya efek samping ini mungkin terjadi, namun jika efek samping ini muncul perhatian medis mungkin diperlukan. Beberapa efek samping itu antara lain sebagai berikut:

Efek samping pyrazinamide yang lebih sering muncul:

  • Nyeri pada sendi-sendi besar dan kecil.

Efek samping pyrazinamide yang lebih jarang terjadi:

  • Kehilangan nafsu makan.
  • Nyeri dan pembengkakan sendi terutama jempol kaki, pergelangan kaki dan lutut.
  • Kulit terasa tegang dan panas pada sendi yang sakit.
  • Lemah dan letih yang tidak biasa.
  • Mata dan kulit menguning.
  • Gatal dan ruam kulit (lebih jarang terjadi.

Beberapa kondisi efek samping ini mungkin tidak memerlukan perhatian khusus dan akan hilang dengan sendirinya ketika selesai mengonsumsi obat ini. Dokter juga mungkin akan memberitahukan beberapa tips untuk mengurangi efek samping yang ditimbulkan obat ini. Konsultasikan dengan dokter Anda jika mengalami efek samping yang berlanjut dan mengganggu kegiatan sehari hari.

Efek Overdosis Pyrazinamide

Penggunaan berlebihan atau tidak sengaja mengonsumsi dalam dosis tinggi dapat menyebabkan overdosis. Kondisi ini dapat ditandai dengan gejala terganggunya fungsi hati dan hiperurisemia yang dapat diketahui melalui tes laboratorium. Segera hubungi instansi kesehatan untuk mendapatkan pertolongan.

Peringatan dan Perhatian

Sebelum dan selama menggunakan obat ini, harap perhatikan hal-hal dibawah ini:

  • Sampaikan pada dokter atau apoteker Anda jika pernah memiliki riwayat hipersensitif atau alergi seperti timbul bengkak di wajah bibir lidah dan teggorokan setelah mengonsumsi pyrazinamide atau obat-obatan lainnya. Hal ini untuk menghindari kemungkinan alergi obat.
  • Hati-hati penggunaan obat ini pada orang yang memiliki riwayat gout, karena obat ini dapat meningkatkan asam urat dan dapat memicu kambuhnya gout.
  • Hati-hati penggunaan obat ini pada orang dengan fungsi hati dan ginjal ringan hingga sedang, karena obat ini dapat memengaruhi dan memperberat kerja hati dan ginjal. Lakukan pengecekan fungsi hati dan ginjal lebih sering saat menggunakan obat ini. Penyesuaian dosis dapat dilakukan jika diperlukan.
  • Hati-hati penggunaan obat ini pada penderita diabetes militus atau kencing manis.
  • Hindari konsumsi alkohol saat sedang mengonsumsi obat ini, karena dapat meningkatkan risiko kerusakan hati.

Kehamilan dan Menyusui

Bolehkah pyrazinamide untuk ibu hamil dan ibu menyusui?

  • Pyrazinamide masuk dalam kategori C untuk ibu hamil. Hal ini berarti studi penggunaan obat ini pada binatang percobaan memperlihatkan adanya efek samping pada janin (teratogenik atau embriosidal atau efek samping lainnya) dan belum ada studi terkontrol pada wanita, atau studi terhadap wanita dan binatang percobaan tidak dapat dilakukan. Oleh karena itu konsultasikan dengan dokter Anda sebelum menggunakan obat ini disaat sedang hamil dan gunakan hanya jika sangat dibutuhkan saja.
  • Pyrazinamide diketahui dapat terekstraksi dan dikeluarkan bersamaan dengan ASI ibu menyusui. Beberapa efek samping seperti jaundice (mata dan kulit kuning), hepatitis atau masalah sendi mungkin saja terjadi pada bayi. Oleh karena itu beberapa organisasi kesehatan tidak menganjurkan penggunaan obat ini pada wanita yang sedang menyusui.

Interaksi Obat

Potensi interaksi obat terjadi ketika digunakan bersamaan dengan obat lain sehingga dapat mengubah cara kerja obat. Sebagai akibatnya, risiko efek samping dapat meningkat, obat tidak bekerja, atau bahkan menimbulkan efek beracun yang membahayakan tubuh. Oleh sebab itu, penting untuk mengetahui obat apa saja yang Anda konsumsi dan beritahukan kepada dokter.

Beberapa jenis obat diketahui dapat berinteraksi dengan pyrazinamide, diantaranya yaitu:

  • Mengonsumsi rifampin berbarengan dengan obat ini dapat meningkatkan risiko kerusakan hati. Penyesuaian dosis mungkin akan dilakukan jika harus mengonsumsi obat ini bersamaan.
  • Mengonsumsi bersamaan dengan leflunomide dapat meningkatkan risiko kerusakan hati karena kedua obat ini memiliki efek samping pada hati. Leflunomide juga memiliki sifat unik yaitu tersimpan lebih lama pada tubuh sehingga mungkin masih mengendap di hati meskipun sudah tidak mengonsumsinya lagi. konsultasikan dengan dokter sebelum mengonsumsi obat ini bersamaan.
  • Probenacid dan sulfinpyrazone yang merupakan obat jenis urikosurik jika dikonsumsi bersamaan dengan pyrazinamide dapat menimbulkan efek antagonis, sehingga sebaiknya dihindari karena dapat mengurangi efektifitasnya.
  • Obat ini dapat mengurangi efektifitas obat kontrasepsi yang bekerja dengan cara memengaruhi hormon estrogen.
  • Vaksin tipes hidup dapat dibuat tidak aktif oleh pyrazinamide. Hindari penggunaan obat ini setelah mendapatkan vaksin tipes.
  • Penggunaan bersamaan dengan ciclosporin dapat meningkatkan konstentrasi ciclosporin dalam darah dan tentunya akan meningkatkan efeknya serta efek samping yang mungkin ditimbulkan.