Rabun senja (nyctalopia) adalah gangguan penglihatan dimana seseorang tidak mampu melihat dengan baik saat sore menjelang malam hari atau saat penerangan mulai meredup. Rabun senja sering terjadi pada para pengendara kendaraan dengan usia yang sudah tua. Namun masalah penglihatan saat senja hari ini juga bisa mengenai semua usia akibat faktor-faktor lainnya.

Meskipun disebut sebagai rabun senja, namun tidak berarti bahwa seseorang benar – benar tidak bisa melihat saat sore menjelang malam hari. Kebanyakan, dari mereka yang mengalami nyctalopia sulit untuk membedakan antar objek satu dengan lainnya saat malam hari atau bisa melihat halo (lingkaran cahaya) di sekeliling lampu atau sumber cahaya lainnya saat malam hari.

rabun senja

( ! ) Rabun senja bisa sangat berbahaya, ketika seseorang yang tidak bisa melihat dengan baik saat gelap melakukan kegiatan menyetir. Lampu sorot dari mobil yang berlawanan arah dan lampu jalan raya bisa membuat penglihatannya menjadi kabur dan membuat kesulitan untuk menyetir dengan aman.

Ciri-ciri dan Gejala Rabun Senja

Rabun senja bukanlah sebuah diagnosis penyakit yang berdiri sendiri, melainkan sebuah gejala yang disebabkan oleh kondisi medis atau masalah tertentu. Nyctalopia biasanya terjadi akibat adanya gangguan di retina mata. Di samping itu, memiliki riwayat miopi (rabun jauh) juga bisa berpotensi menyebabkan kesulitan untuk melihat saat malam hari yang notabene ini gangguan refraksi atau optik, bukan retina.

Jadi, rabun senja tidak hanya disebabkan oleh gangguan namun ini bukan karena gangguan di retina melainkan lebih karena gangguan optik.

Jika anda merasa kesulitan membedakan objek saat malam hari atau jika anda melihat halo di sekitar cahaya/ lampu dalam kegelapan maka anda perlu memeriksakan diri ke dokter. Hal ini mungkin menjadi gejala awal dari kondisi mata yang lebih serius. Diagnosis yang diketahui lebih awal sangat membantu untuk menyelamatkan penglihatan anda.

Penyebab Rabun Senja dan Faktor Resikonya

Penyebab rabun senja atau nyctalopia ada beberapa hal, antara lain sebagai berikut:

  • Usia. Saat bertambah usia, pupil mata tidak bisa berdilatasi saat gelap sebanyak yang harusnya mereka lakukan. Oleh karena itu, hal ini bisa mengurangi jumlah cahaya yang masuk ke mata kita. Dengan bertambahnya usia, kornea mata juga menjadi sedikit lebih terang sehingga mengakibatkan meningkatnya jumlah cahaya menyilaukan yang bisa dilihat mata dan menyebabkan penurunan sensitivitas kontras. Hal – hal ini dapat makin menyulitkan individu tersebut untuk membedakan objek saat malam hari.
  • Presbiopi. Presbiopi berkembang seiring bertambahnya usia dan bisa menyebabkan fokus dan pengaturan terhadap perubahan cahaya menjadi terganggu. Presbiopi juga bisa menyebabkan orang tua mengalami kesulitan saat menyetir di malam hari atau saat hari hujan.
  • Glaukoma. Glaukoma adalah peningkatan tekanan dalam mata yang bisa menyebabkan gangguan pada penglihatan perifer. Tanpa penglihatan perifer, mata sulit untuk melihat segala hal di sekeliling anda terutama saat menyetir.
  • Katarak. Katarak merupakan kekeruhan pada lensa mata yang menyebabkan kaburnya lapangan pandang dan membuat mata sulit untuk melihat objek dengan jelas. Katarak bisa menghambat penglihatan saat menyetir di malam hari.
  • Retinopati diabetik. Penyakit ini melibatkan bagian belakang mata karena penyakit diabetes (kencing manis). Retinopati diabetik bisa menyebabkan kehilangan penglihatan yang cukup signifikan dan menjadi penyebab utama kebutaan akibat gangguan retina pada orang dewasa  berusia 20 hingga 64 tahun.
  • Retinitis pigmentosa. Merupakan suatu penyakit genetik yang jarang terjadi dimana terjadi akumulasi pigmen gelap di dalam retina sehingga menyebabkan terbentuknya tunnel vision (penglihatan terbatas seperti terowongan). Kondisi ini seringnya mempengaruhi individu berusia di bawah 30 tahun. Memburuknya penglihatan pada malam hari adalah salah satu gejala awal dari retinitis pigmentosa.
  • Defisiensi (kekurangan) nutrisi. Defisiensi vitamin A and zinc juga bisa berkontribusi terhadap terjadinya keluhan rabun senja. Walaupun jarang terjadi, namun kekurangan asupan vitamin A dalam makanan anda bisa mempengaruhi penglihatan saat malam hari. Zinc membantu tubuh untuk menyerap vitamin A, jadi tanpa zinc maka vitamin A menjadi tidak terlalu efektif.
  • Paparan sinar matahari. Tanpa perlindungan mata yang tepat, maka paparan sinar matahari bisa menyebabkan gangguan penglihatan saat malam hari yang bersifat sementara selama kurang lebih dua hari. Penggunaan kacamata hitam yang melindungi diri dari sinar UVA dan UVB bisa mencegah rabun senja yang bersifat sementara akibat paparan sinar matahari.
  • Komplikasi akibat operasi mata LASIK. Meskipun jarang terjadi, pasien yang menjalani operasi mata LASIK bisa mengalami gangguan penglihatan saat malam hari pasca operasi. Keluhan utama yang paling sering terjadi adalah melihat sinar yang menyilaukan atau halo di sekitar cahaya/ lampu di malam hari.
  • Pengobatan glaukoma yang bekerja untuk mengecilkan pupil.

Untuk membedakan apa yang menjadi penyebab rabun senja, dokter mata akan menyarankan pasien untuk melakukan pemeriksaan mata dan mungkin juga menyarankan pasien untuk melakukan beberapa pemeriksaan khusus lainnya.

Pengobatan Rabun Senja

Upaya meningkatkan penglihatan pasien saat malam hari tergantung dari penyebab yang mendasari terjadinya keadaan ini.

Pengobatan bisa sangat sederhana seperti mendapatkan resep kacamata jika penyebabnya adalah gangguan optik atau mengganti pengobatan glaukoma pada orang yang mengalami glaukoma.

Jika rabun senja (penglihatan kabur saat malam hari) disebabkan oleh katarak, maka operasi katarak adalah cara yang bisa digunakan untuk memperbaiki penglihatan pasien secara keseluruhan termasuk penglihatan saat malam hari.

Jika retinopati diabetik menjadi penyebabnya, maka upaya yang dilakukan adalah dengan mengontrol kadar gula dalam darah dengan menggunakan obat – obatan dan makanan yang bisa mencegah berkurangnya penglihatan.

Jika penyakit retina menjadi penyebabnya, maka pengobatan tergantung dari tipe penyakitnya dan akan membutuhkan investigasi secara lebih mendetail oleh dokter spesialis mata, terutama subspesialis retina.