Recolfar obat apa?

Recolfar adalah obat yang mengandung colchicine untuk mencegah dan mengatasi serangan gout (gejala asam urat). Terutama untuk gejala gout yang muncul mendadak dan menyebabkan rasa sakit yang intens yang biasanya hanya melibatkan satu atau beberapa sendi jari kaki, lutut atau pergelangan kaki.

Gout muncul karena terjadi kelebihan asam urat di tubuh, asam urat ini akan membentuk kristal asam urat yang menyebabkan rasa sakit di persendian.

Meskipun Recolfar digunakan untuk mengatasi rasa sakit yang muncul dari serangan gout, obat ini bukanlah obat pereda rasa sakit sehingga tidak dapat digunakan untuk meringankan rasa sakit dari kondisi lainnya. Bahkan dapat meningkatkan risiko pendarahan usus jika digunakan bersamaan dengan obat NSAIDs (pereda nyeri).

Ikhtisar Obat Recolfar

Jenis obatObat gout & hiperurisemia (asam urat)
KandunganColchicine
KategoriObat resep
KegunaanMencegah dan mengatasi serangan gout (radang sendi asam urat)
KonsumenDewasa
KehamilanKategori C untuk obat oral, Kategori D untuk obat parenteral
SediaanTablet, Recolfar 0,5 mg
recolfar

Recolfar 0,5 mg

Mekanisme Kerja

Cara kerja Colchicine sebenarnya belum diketahui secara pasti namun para peneliti menganggap bahwa senyawa ini dapat mengganggu siklus kristal monosodium urate pada jaringan sendi serta menghambat proses peradangan yang jadi penyebab serangan akut gout.

Colchicine juga bekerja menghambat laju pembentukan sel darah putih disekitar area yang meradang sehingga memutus siklus radang serta menghambat deposisi kristal asam urat.

Indikasi atau Kegunaan Recolfar

Recolfar digunakan untuk mengatasi kondisi kelebihan asam urat yang menyebabkan kondisi arthritis gout akut.

Kontraindikasi

Tidak semua orang boleh menggunakan obat ini, penderita yang diketahui memiliki kondisi di bawah ini tidak boleh menggunakannya:

  • Memiliki riwayat hipersensitif/alergi terhadap kandungan obat ini.
  • Mengalami masalah pada organ hati yang parah.
  • Pasien hemodialisis.

Dosis Recolfar dan Cara Penggunaan

Dosis yang tepat adalah yang diresepkan oleh dokter Anda setelah memeriksa kondisi penyakit dan kesehatan Anda. Adapun dosis yang lazim digunakan adalah sebagai berikut:

Gout akut

  • Dosis dewasa: 1 mg diikuti 0,5 mg setelah 1 jam. Pemberian obat dapat dilanjutkan setelah 12 jam jika dibutuhkan, dengan dosis maksimum 0,5 mg setiap 8 jam sekali hingga gejala mereda. Pengobatan dapat diulangi paling tidak 3 hari setelahnya.

Pencegahan gout akut

  • Dosis dewasa: 0,5 mg dua kali sehari.

Aturan Pakai Recolfar:

  • Gunakanlah obat ini setelah atau sebelum makan dan dianjurkan untuk banyak minum air putih setelahnya.
  • Selalu ikuti anjuran dokter atau petunjuk penggunaan yang tertera pada kemasan sebelum mulai mengonsumsinya.
  • Gunakanlah antara satu dosis dengan dosis lainnya pada jarak jam yang sama, misalkan dua kali sehari berarti per 12 jam, tiga kali sehari berarti per 8 jam. Oleh sebab itu, untuk memudahkan usahakan untuk mengonsumsinya pada jam yang sama setiap hari.
  • Apabila ada dosis yang terlewat akibat lupa, maka begitu ingat dianjurkan untuk segera meminumnya apabila dosis berikutnya masih lama sekitar 5 jam atau lebih. Tidak boleh menggandakan dosis Recolfar pada jadwal minum berikutnya sebagai ganti untuk dosis yang terlewat.

Efek Samping Recolfar

Seperti halnya obat-obatan lainnya, colchicin memiliki beberapa efek samping yang perlu diperhatikan, antara lain sebagai berikut:

  • Mual, muntah dan diare.
  • Aritmia.
  • Pendarahan pada saluran pencernaan.
  • Kram dan kelumpuhan otot.
  • Hepatitis.
  • Ruam kulit.
  • Reaksi alergi.

Efek Overdosis Recolfar

Penggunaan dengan dosis berlebihan dapat menimbulkan efek overdosis. Gejalanya umumnya akan timbul setelah beberapa jam kemudian diikuti mual, muntah, diare berdarah karena pendarahan di pencernaan. Kemudian akan diikuti sensasi terbakar pada kerongkongan, perut dan kulit bahkan hingga kerusakan ginjal. Jika hal ini terjadi segeralah hubungi dokter untuk mendapat pertolongan segera.

Peringatan dan Perhatian

Sebelum dan selama menggunakan obat Recolfar ini, harap perhatikan hal-hal dibawah ini:

  • Sampaikan pada dokter Anda jika pernah mengalami alergi terhadap kandungan obat ini.
  • Sampaikan juga jika Anda pernah menderita penyakit hati atau ginjal.
  • Hindari konsumsi alkohol karena dapat mengurangi efektifitas obat ini.
  • Obat ini dapat menghambat penyerapan beberapa nutrisi makanan di saluran pencernaan, seperti vitamin B12. Cukupi kebutuhan vitamin ini agar tidak kekurangan.
  • Obat ini dapat menurunkan produksi sperma, sehingga dapat menurunkan kemampuan pria dalam membuahi.
  • Dapat menyebabkan hasil positif palsu pada tes urin untuk mengetahui kadar eritrosit dan Hb.

Kehamilan dan Menyusui

Bolehkah Recolfar untuk ibu hamil dan menyusui?

  • Recolfar masuk dalam kategori C untuk obat oral dan kategori D untuk obat parenteral untuk ibu hamil menurut FDA. Dimana hal ini berarti:
    • Obat oral:  Studi pada binatang percobaan memperlihatkan adanya efek samping pada janin (teratogenik atau embriosidal atau efek samping lainnya) dan belum ada studi terkontrol pada wanita, atau studi terhadap wanita dan binatang percobaan tidak dapat dilakukan.
    • Obat parenteral: Terbukti menimbulkan resiko terhadap janin manusia, tetapi besarnya manfaat yang diperoleh jika digunakan pada wanita hamil dapat dipertimbangkan (misalnya jika obat diperlukan untuk mengatasi situasi yang mengancam jiwa atau penyakit serius dimana obat yang lebih aman tidak efektif atau tidak dapat diberikan).
  • Recolfar diketahui dapat terekstraksi ke dalam ASI ibu menyusui. Oleh karena itu untuk keamaan bayi sebaiknya penggunaan obat ini oleh ibu menyusui hanya jika benar-benar sangat dibutuhkan saja.

Interaksi Obat

Beberapa jenis obat dapat berinteraksi dengan Recolfar, diantaranya yaitu:

  • Dapat menghambat penyerapan vitamin B12.
  • Meningkatkan risiko miopati dan rabdomiolisis jika digunakan dengan statins, fibrates, ciclosporin dan digoxin.
  • Meningkatkan konsentrasinya di darah jika digunakan dengan cimetidine dan tolbutamide.
  • Dapat menurunkan efektifitas terapi profilaksis gout jika digunakan dengan cytolytic antineoplastik.
  • Penggunaan dengan Phenilbutazone dapat meningkatkan risiko penyakit leukopenia dan trombocitopenia.
  • Penggunaan bersamaan dengan obat NSIDs dapat meningkatkan risiko luka dan pendarahan di saluran cerna.
  • Dapat berakibat fatal jika dikonsumsi bersama obat penghambat p-glikoprotein (contoh: ciclosporin), Ca channel blocker (contoh: diltiazem, verapamil) dan penghambat HIV-protease.