Roaccutane obat apa?

Roaccutane adalah obat yang mengandung isotretinoin yang merupakan turunan dari vitamin A. Obat ini bekerja secara sistemik mengurangi gejala jerawat parah yang sudah tidak merespon lagi terhadap pemberian antibiotik atau terapi topikal lainnya.

Obat yang diproduksi oleh Roche ini digolongkan dalam jenis obat keras yang penggunaannya harus dengan resep dokter. Untuk itu penggunaannya harus hati-hati, berikut kami ulas mengenai kegunaan, dosis lazim, efek samping, kontraindikasi, kemungkinan interaksi dengan obat lain, serta informasi keamanan obat ini untuk ibu hamil atau menyusui.

Ikhtisar Obat Roaccutane

Jenis obatObat jerawat
KandunganIsotretinoin
KegunaanSebagai obat jerawat parah yang sudah tidak merespon pengobatan standar dengan antibiotik atau terapi topikal lainnya
KategoriObat Resep
KonsumenDewasa
KehamilanKategori X
SediaanRoaccutane kaspul 10 mg dan 20 mg

roaccutane

Mekanisme Kerja

Cara kerja Roaccutane dapat dicermati dari kandungan bahan aktifnya yang berupa isotretinoin. Senyawa ini merupakan turunan dari retinoid yang berarti juga turunan dari vitamin A. Isotretinoin dianggap mampu mengurangi kemampuan kulit menghasilkan sebum serta mengecilkan kelenjar sebasea.

Isotretinoin diketahui dapat menstabilkan kreatinisasi dan mencegah pembentukan komedo. Senyawa ini juga mereduksi peradangan yang terjadi pada jerawat parah. Mekanisme kerja senyawa ini secara rinci sebenarnya belum diketahui secara pasti, namun kemampuannya dinilai dapat mengubah transkripsi DNA.

Indikasi atau Kegunaan Roaccutane

Roaccutane digunakan untuk mengobati jerawat parah seperti jerawat nodular atau conglobate, atau jerawat lainnya yang berisiko menyebabkan jaringat parut serta jerawat yang sudah tidak merespon lagi terhadap terapi pemberian antibiotik atau terapi topikal lainnya.

Kontraindikasi

Tidak semua orang boleh menggunakan obat ini, penderita yang diketahui memiliki kondisi di bawah ini tidak boleh menggunakan:

  • Orang yang memiliki riwayat hipersensitivitas atau alergi terhadap kandungan obat ini atau jenis obat retinoid lainnya serta orang yang alergi terhadap kedelai.
  • Wanita yang sedang hamil atau berencana untuk hamil serta yang sedang dalam masa menyusui tidak boleh menggunakan obat ini.
  • Orang yang sedang diterapi dengan obat tetrasiklin.
  • Penderita hipervitaminosis A tidak boleh menggunakan obat ini.
  • Orang yang sedang mengalami peningkatan signifikan pada lemak darahnya tidak boleh menggunakan obat ini.

Dosis Roaccutane dan Cara Penggunaan

Roaccutane tersedia dalam bentuk sediaan kapsul dengan kekuatan dosis per kapsulnya adalah 10 mg dan 20 mg isotretinoin.

Ingat! Dosis yang tepat sesuai dengan anjuran dokter berdasarkan berat ringannya penyakit, berat badan, usia, dan lain-lain. Adapun dosis yang lazim digunakan adalah sebagai berikut:

Dosis Roaccutane untuk mengatasi jerawat parah

  • Dosis dewasa: pemberian awal 0,5 mg/kg berat badan per hari. Dosis perawatan 0,5 – 1 mg/kg BB per hari. Maksimal penggunaan 2 mg/kg berat badan per hari dalam durasi terapi maksimal 16 – 24 minggu.
  • Dosis anak-anak umur lebih dari 12 tahun: sama dengan dosis dewasa.

Petunjuk Penggunaan:

  • Gunakanlah obat ini bersamaan dengan makan dan cukupi kebutuhan air minum setelahnya.
  • Selalu ikuti anjuran dokter atau petunjuk penggunaan yang tertera pada kemasan sebelum mulai mengonsumsinya.
  • Gunakanlah antara satu dosis dengan dosis lainnya pada jarak jam yang sama, misalkan dua kali sehari berarti per 12 jam, tiga kali sehari berarti per 6 – 8 jam. Oleh sebab itu, untuk memudahkan usahakan untuk mengonsumsinya pada jam yang sama setiap hari.
  • Apabila ada dosis yang terlewat akibat lupa, maka begitu ingat dianjurkan untuk segera meminumnya apabila dosis berikutnya masih lama sekitar 5 jam atau lebih. Tidak boleh menggandakan dosis Roaccutane pada jadwal minum berikutnya sebagai ganti untuk dosis yang terlewat.

Efek Samping Roaccutane

Roaccutane umumnya ditoleransi dengan baik. Namun demikian, beberapa efek samping mungkin muncul dan perlu diperhatikan, antara lain sebagai berikut:

  • Kering pada jaringan mukosa seperti rongga mulut dan hidung, serta mata.
  • Penglihatan kabur.
  • Nyeri otot dan persendian.
  • Anemia.
  • Kulit ruam dan mengelupas.
  • Meningkatkan enzim transaminase hati.

Efek Overdosis Roaccutane

Penggunaan berlebihan obat ini dapat menyebabkan efek overdosis. Gejala overdosis umumnya mirip dengan kondisi hipervitaminosis A atau kelebihan vitamin A di tubuh seperti mata kering, kulit kering, nyeri otot dan sendi parah, serta mual dan muntah. Jika kondisi ini terjadi segera bawah ke unit kesehatan terdekat untuk mendapatkan pertolongan yang tetap.

Peringatan dan Perhatian

Sebelum dan selama menggunakan obat ini, harap perhatikan hal-hal dibawah ini:

  • Sampaikan pada dokter atau apoteker Anda jika memiliki riwayat alergi terhadap kandungan obat ini atau jenis obat turunan retinoid lainnya serta jika Anda alergi terhadap kedelai dan turunannya.
  • Sangat tidak dianjurkan pada wanita hamil dan berencana untuk hamil karena dapat membahayakan janin.
  • Hindari pemberian pada anak di bawah umur 12 tahun karena efektivitas dan efek sampingnya belum diketahui.
  • Hati-hati penggunaan pada penderita gangguan fungsi hati, diabetes melitus, penderita depresi.
  • Obat ini dapat mempengaruhi efektivitas obat kontrasepsi.

Kehamilan dan Menyusui

Bolehkah Roaccutane untuk ibu hamil dan menyusui?

  • Bahan aktif Roaccutane berupa isotretinoin digolongkan dalam ketegori X untuk ibu hamil menurut FDA (BPOMnya Amerika). Hal itu berarti studi terhadap senyawa ini pada binatang percobaan atau manusia telah memperlihatkan adanya abnormalitas janin dan besarnya resiko obat ini pada wanita hamil jelas-jelas melebihi manfaatnya. Oleh karena itu penggunaannya sebaiknya dihindari selama kehamilan atau menyusui.
  • Belum ada data yang menunjukkan apakah bahan aktif obat ini terekstraksi ke dalam ASI ibu menyusui. Oleh karena itu penggunaannya sebaiknya dihindari untuk mencegah kemungkinan efek buruk pada bayi yang menyusu.

Interaksi Obat

Potensi interaksi obat terjadi ketika digunakan bersamaan dengan obat lain sehingga dapat mengubah cara kerja obat. Sebagai akibatnya, risiko efek samping dapat meningkat, obat tidak bekerja, atau bahkan menimbulkan efek beracun yang membahayakan tubuh. Oleh sebab itu, penting untuk mengetahui obat apa saja yang Anda konsumsi dan beritahukan kepada dokter.

Beberapa jenis obat dapat berinteraksi dengan Roaccutane, diantaranya yaitu:

  • Penggunaan bersamaan dengan vitamin A akan meningkatkan risiko hipervitaminosis A.
  • Obat ini dapat menurunkan efektivitas progesteron yang terdapat pada obat kontrasepsi sehingga menyebabkan kegagalan kontrasepsi.
  • Penggunaan bersamaan dengan obat jenis tetrasiklin dapat menyebabkan peningkatan tekanan pada otak dan dapat berakibat fatal.