sagestam salep gentamicin

Sagestam Salep obat apa?

Sagestam Salep adalah antibiotik yang digunakan secara topikal (pada permukaan kulit) dengan bahan aktif berupa gentamicin. Salep ini digunakan untuk mengatasi beragam infeksi bakteri pada kulit mulai dari yang sekunder (muncul infeksi yang didahului penyakit tertentu) hingga yang primer (diawali langsung oleh infeksi bakteri). Kandungan gentamicin dalam obat ini merupakan jenis antibiotik spektrum luas yang efektif membasmi berbagai jenis bakteri gram negatif.

Sagestam Salep merupakan golongan obat keras, sehingga penggunaannya harus dengan resep dokter. Pengguna obat ini juga sebaiknya sudah dipastikan mengalami infeksi bakteri yang rentan, sehingga tidak menyebabkan resistensi bakteri tertentu. Sebagai tambahan informasi berikut kami ulas, kegunaan, dosis lazim, efek samping, kontraindikasi, dan informasi keamanan Sagestam Salep jika digunakan oleh ibu hamil dan menyusui.

Ikhtisar Obat Sagestam Salep

Jenis obatAntibiotik topikal
KandunganGentamicin
KegunaanMengobati infeksi primer pada kulit, folikulitis, impetigo, serta infeksi kulit sekunder seperti dermatitis seborik terinfeksi
KategoriObat Resep
KonsumenDewasa dan Anak
KehamilanKategori C
SediaanSagestam Salep 10 mg

Mekanisme Kerja

Cara kerja Sagestam Salep dapat dicermati dari kandungan bahan aktifnya yang berupa gentamicin. Gentamicin merupakan antibiotik spektrum luas dari jenis aminoglikosida. Senyawa ini dapat berikatan secara spesifik dengan subunit 30S dan 16S rRNA bakteri. Akibatnya bakteri akan kesulitan mensintesis protein penting untuk pertumbuhannya sehingga akhirnya mati.

Gentamicin efektif mengatasi infeksi yang melibatkan bakteri jenis aerob, gram negatif seperti pseudomonas, enterobacter dan acinetobacter. Selain itu beberapa jenis mycobakteria seperti bakteri penyebab TBC juga rentan terhadap gentamicin. Untuk bakteri gram positif penggunaan aminoglikosida dinilai kurang efektif dibanding jenis antibiotik lainnya.

Indikasi atau Kegunaan Sagestam Salep

Sagestam salep digunakan untuk mengobati infeksi yang disebabkan oleh bakteri yang rentan terhadap antibiotik jenis aminoglikosida seperti gentamicin. Beberapa penyakit tersebut diantaranya adalah:

  • Infeksi kulit primer: folikulisis superfisialis, impetigo kontagiosa, frunkulosis, dan pioderma gangrenosum.
  • Infeksi kulit sekunder: akne pustular, dermatitis eksematoid, psoriasis pustular, dermatitis seborik terinfeksi bakteri, dan dermatitis kontak.

Baca juga: Antibiotik alami aman berkhasiat.

Kontraindikasi

Tidak semua orang boleh menggunakan obat ini, penderita yang diketahui memiliki kondisi di bawah ini tidak boleh menggunakan:

  • Orang yang memiliki riwayat hipersensitivitas/alergi terhadap antibiotik jenis aminoglikosida seperti gentamicin.
  • Tidak boleh diberikan pada area telinga pada penderita gangguan telinga berupa perforasi gendang telinga.

Dosis Sagestam Salep dan Cara Penggunaan

Sagestam tersedia dalam bentuk sediaan salep dengan kekuatan dosis tiap gramnya mengandung 1 mg gentamicin atau 0,1 % dari sediaan.

Ingat! Dosis yang tepat sesuai dengan anjuran dokter berdasarkan berat ringannya penyakit, berat badan, usia, dan lain-lain. Atau berdasarkan dosis yang tertera dikemasan obat.

Adapun dosis yang lazim digunakan adalah sebagai berikut:

Dosis Sagestam salep untuk infeksi kulit primer maupun sekunder

  • Dosis dewasa: dalem bentuk sediaan 0,1%, aplikasikan secara merata pada kulit yang terinfeksi 3 – 4 kali sehari.
  • Dosis anak: sama dengan dosis dewasa. Untuk balita konsultasikan dosisnya dengan dokter.

Petunjuk Penggunaan:

  • Gunakanlah obat ini hanya untuk pemakaian pada kulit, hindari terkena mata atau jaringan mukosa seperti rongga hidung dan mulut.
  • Selalu ikuti anjuran dokter atau petunjuk penggunaan yang tertera pada kemasan sebelum mulai menggunakannya.
  • Bersihkan tangan sebelum mulai mengaplikasikan salep ini dan bersihkan setelah menggunakannya.
  • Gunakanlah antara satu dosis dengan dosis lainnya pada jarak jam yang sama, misalkan dua kali sehari berarti per 12 jam, tiga kali sehari berarti per 8 jam. Oleh sebab itu, untuk memudahkan usahakan untuk mengonsumsinya pada jam yang sama setiap hari.
  • Apabila ada dosis yang terlewat akibat lupa, maka begitu ingat dianjurkan untuk segera menggunakannya apabila dosis berikutnya masih lama sekitar 5 jam atau lebih. Tidak boleh menggandakan dosis Sagestam salep dengan mengaplikasikan pada kulit dalam rentang waktu yang singkat sebagai ganti untuk dosis yang terlewat.

Efek Samping Sagestam Salep

Sagestam salep umumnya ditoleransi dengan baik. Namun, beberapa efek samping mungkin muncul dan perlu diperhatikan. Efek samping tersebut meliputi:

  • Iritasi kulit.
  • Untuk dosis tinggi atau penggunaan pada bagian kulit yang luas mungkin menyebabkan berkurangnya keseimbangan, pandangan kabur dan denging di telinga.

Efek Overdosis Sagestam Salep

Belum ada informasi yang menunjukkan efek overdosis penggunaan Sagestam salep. Karena hanya digunakan untuk pemakaian luar, salep ini dinilai cukup aman. Namun untuk penggunaan pada area kulit yang luas serta digunakan dalam jangka waktu yang lama, ada kemungkinan menyebabkan efek overdosis.

Gejala yang mungkin muncul seperti iritasi kulit, gangguan pada telinga dalam yaitu bagian aparatus vestibular. Selain itu juga dapat munculkan resistensi terhadap bakteri yang rentan sehingga mempersulit penyembuhan infeksi. Konsultasikan dengan dokter Anda jika hal tersebut terjadi.

Peringatan dan Perhatian

Sebelum dan selama menggunakan obat ini, harap perhatikan hal-hal dibawah ini:

  • Sampaikan pada dokter atau apoteker Anda jika memiliki riwayat hipersensitivitas/alergi terhadap gentamicin atau antibiotik jenis aminoglikosida lainnya.
  • Hati-hati penggunaan pada penderita otitis media, disfungsi vestibular auditori, myastenia gravis, serta gangguan fungsi ginjal.
  • Hindari penggunaan pada ibu hamil dan menyusui.

Kehamilan dan Menyusui

Bolehkah Sagestam Salep untuk ibu hamil dan menyusui?

  • Bahan aktif Sagestam Salep berupa gentamicin digolongkan dalam kategori C untuk ibu hamil. Hal itu berarti studi bahan obat ini pada binatang percobaan memperlihatkan adanya efek samping pada janin (teratogenik atau embriosidal atau efek samping lainnya) dan belum ada studi terkontrol pada wanita, atau studi terhadap wanita dan binatang percobaan tidak dapat dilakukan. Oleh karena itu sebaiknya hindari penggunaan antibiotik ini pada ibu hamil.
  • Gentamicin diketahui dapat terekskresi dan mengontaminasi ASI ibu menyusui sehingga berpotensi menganggu kesehatan bayi yang menyusu, tetapi masih dalam taraf cukup aman. WHO dan American Academy of Pediatric bahkan menganggap obat ini bisa digunakan oleh ibu menyusui asalkan selalu memonitor kondisi bayi. Terutama memonitor kemungkinan munculnya gejala ruam dan diare pada bayi. Jika kondisi tersebut muncul, sebaiknya hentikan penggunaan obat dan konsultasikan dengan dokter Anda.

Interaksi Obat

Potensi interaksi obat terjadi ketika digunakan bersamaan dengan obat lain sehingga dapat mengubah cara kerja obat. Sebagai akibatnya, risiko efek samping dapat meningkat, obat tidak bekerja, atau bahkan menimbulkan efek beracun yang membahayakan tubuh. Oleh sebab itu, penting untuk mengetahui obat apa saja yang Anda konsumsi dan beritahukan kepada dokter.

Beberapa jenis obat dapat berinteraksi dengan bahan aktif Sagestam Salep, diantaranya yaitu:

  • Antibiotik topikal jenis aminoglikosida. Meningkatkan efek samping kedua obat.
  • Indometacin.  Meningkatkan konsentrasi gentamicin, terutama untuk penggunaan pada bayi.
  • Toksin botulinum. Meningkatkan risiko blokade neuromuskular.
  • Obat antikoagulan (warfarin). Mempotensiasi efek obat antikoagulan.