Sangobion obat apa?

Sangobion adalah suplemen multivitamin dan mineral yang digunakan untuk mengatasi anemia akibat kekurangan zat besi serta anemia akibat kekurangan vitamin B12 dan asam folat (megaloblastik). Sangobion juga dapat diberikan pada ibu hamil atau menyusui yang kekurangan zat besi serta dalam masa nifas.

Obat yang diproduksi oleh PT. Merck ini merupakan obat bebas yang konsumsinya tidak perlu resep dokter dan mudah didapat di apotik atau swalayan. Meskipun tergolong obat bebas, konsumsi Sangobion tetap harus sesuai aturan pakai. Untuk itu berikut kami ulas kegunaan, dosis lazim, efek samping, kontraindikasi, dan kemungkinan interaksi dengan obat lain serta informasi keamanan Sangobion jika dikonsumsi oleh ibu hamil atau menyusui.

Ikhtisar Obat Sangobion

Jenis obatVitamin dan mineral, anti-anemia.
KandunganFerrous glukonate, manganese sulfat, copper sulfat, vitamin C, folic acid, vitamin B12.
KegunaanMengatasi anemia akibat kekurangan zat besi, serta sebagai tambahan vitamin dan mineral bagi ibu hamil dan menyusui serta dalam masa nifas.
KategoriObat bebas
KonsumenDewasa
KehamilanKategori B
SediaanSangobion kapsul

sangobion kapsul penambah darah

Mekanisme Kerja

Cara kerja obat Sangobion dapat dicermati dari kandungan bahan aktifnya yang berupa:

  • Ferrous glukonate, merupakan senyawa garam besi yang dapat digunakan sebagai bahan pengganti zat besi elemental yang dibutuhkan dalam pembentukan sel darah merah sehingga meningkatkan produksi sel darah merah.
  • Manganese sulfat, merupakan senyawa yang berperan dalam pembentukan berbagai enzim termasuk feroksidase yang peting dalam pembentukan zat besi. Selain itu senyawa ini juga membantu pembentukan protein.
  • Copper sulfat, merupakan senyawa turunan tembaga yang berperan dalam pembentukan sel darah merah dan penyerapan zat besi.
  • Vitamin C, vitamin yang paling umum dikonsumsi ini juga dapat membantu meningkatkan pencernaan zat besi di usus.
  • Folic acid, vitamin dari keluarga vitamin B ini dapat membantu meningkatkan produksi sel-sel darah merah. Selain itu asam folat juga diresepkan untuk ibu hamil pada awal kehamilannya agar janin yang dikandungnya terhindari dari cacat lahir akibat kelainan tabung saraf yang ditengarai disebabkan oleh defisiensi asam folat.
  • Vitamin B12, merupakan vitamin yang dibutuhkan untuk tumbuh kembang otak, saraf, dan sel-sel darah yang optimal.

Indikasi atau Kegunaan Sangobion

Sangobion digunakan untuk mengatasi enemia yang disebabkan oleh kekurangan zat besi seperti pada kondisi berikut:

  • Anemia akibat defisiensi zat besi.
  • Anemia dalam masa pertumbuhan.
  • Anemia saat hamil.
  • Anemia akibat mendonorkan darah.
  • Anemia megaloblastik (akibat kekurangan vitamin B12 dan asam folat).

Kontraindikasi

Tidak semua orang boleh menggunakan obat ini, penderita yang diketahui memiliki kondisi di bawah ini tidak boleh menggunakan:

  • Orang yang memiliki riyawat hipersensitivitas atau alergi terhadap kandungan obat ini.
  • Penderita yang mengalami hemokromatosis (kelebihan produksi zat besi) dan anemia hemolitik atau anemia yang disebabkan oleh adanya kelainan fungsi darah.
  • Mengalami anemia yang disebabkan oleh gangguan pada penyerapan zat besi di saluran cerna akibat tukak atau tumor.

Dosis Sangobion dan Cara Penggunaan

Sangobion tersedia dalam bentuk sediaan kapsul dengan kekuatan dosis per kapsulnya yaitu:

  • Ferrous glukonate: 250 mg.
  • Manganese sulfat: 0,2 mg.
  • Copper sulfat: 0,2 mg.
  • Vitamin C: 50 mg.
  • Folic acid: 1 mg.
  • Vitamin B12: 17,5 mcg.

Ingat! Dosis yang tepat sesuai dengan anjuran dokter berdasarkan berat ringannya penyakit, berat badan, usia, dan lain-lain. Adapun dosis yang lazim digunakan adalah sebagai berikut:

Dosis Sangobion untuk mengatasi anemia

  • Dosis dewasa: 1 – 2 kapsul per hari.

Petunjuk Penggunaan:

  • Gunakanlah obat ini setelah atau bersamaan dengan makan. Cukupi kebutuhan air minum setelahnya.
  • Selalu ikuti petunjuk penggunaan yang tertera pada kemasan atau anjuran dokter sebelum mulai mengonsumsinya.
  • Gunakanlah antara satu dosis dengan dosis lainnya pada jarak jam yang sama, misalkan dua kali sehari berarti per 12 jam. Oleh sebab itu, untuk memudahkan usahakan untuk mengonsumsinya pada jam yang sama setiap hari.
  • Apabila ada dosis yang terlewat akibat lupa, maka begitu ingat dianjurkan untuk segera meminumnya apabila dosis berikutnya masih lama sekitar 5 jam atau lebih. Tidak boleh menggandakan dosis Sangobion pada jadwal minum berikutnya sebagai ganti untuk dosis yang terlewat.

Efek Samping Sangobion

Sangobion umumnya ditoleransi dengan baik oleh tubuh. Namun demikian, ada efek samping mungkin muncul dan perlu diperhatikan, antara lain sebagai berikut:

  • Nyeri lambung.
  • Konstipasi.
  • Mual.
  • Diare.
  • Kolik.

Efek Overdosis Sangobion

Sepertihalnya obat-obatan lainnya, penggunaan dalam dosis tinggi dan waktu yang lama akan menyebabkan efek overdosis Sangobion. Terutama karena kandungan Fe glukonatnya yang tinggi. Konsumsi berlebihan, terutama pada anak-anak dapat berakibat fatal. Penggunaan 30 mg/kg berat badan dapat bersifat toksik.

Beberapa gejala yang mungkin muncul seperti mual, muntah dan diare, hipotensi, takikardia, tekanan pada SSP yang dapat menyebabkan latergi hingga koma, kerusakan ginjal dan hati yang ditandai munculnya jaundic atau penyakit kuning. Jika kondisi ini terjadi segeralah konsultasikan dengan dokter Anda untuk perawatan terbaik.

Peringatan dan Perhatian

Sebelum dan selama menggunakan obat ini, harap perhatikan hal-hal dibawah ini:

  • Sampaikan pada dokter Atau apoteker Anda jika memiliki riwayat hipersensitivitas atau alergi terhadap kandungan suplemen ini.
  • Hindari makanan dan minuman yang mengurangi penyerapan zat besi seperti, susu, roti gandum, sereal, teh dan kopi.
  • Hati-hati penggunaan suplemen ini pada penderita gangguan fungsi pencernaan dan gangguan penyerapan zat besi.
  • Hindari menggandakan dosis dalam waktu yang berdekatan karena dapat meningkatkan risiko kelebihan zat besi.

Kehamilan dan Menyusui

Bolehkah Sangobion untuk ibu hamil dan menyusui?

  • Sangobion dianjurkan dikonsumsi oleh ibu hamil yang mengalami anemia akibat kekurangan zat besi pada asupan makanannya. Kandungan asam folat dan vitamin B12 dalam suplemen ini juga sangat dibutuhkan oleh ibu hamil. Namun perlu diperhatikan bahwa suplemen ini dapat menyebabkan mual dan konstipasi yang membuat tidak nyaman pada ibu hamil, oleh karena itu disarankan mencukupi kebutuhan serta untuk menghindari efek samping ini.
  • Bahan aktif Sangobion diketahui dapat terekstraksi ke dalam ASI ibu menyusui namun dianggap cukup aman untuk bayi yang menyusu.

Interaksi Obat

Potensi interaksi obat terjadi ketika digunakan bersamaan dengan obat lain sehingga dapat mengubah cara kerja obat. Sebagai akibatnya, risiko efek samping dapat meningkat, obat tidak bekerja, atau bahkan menimbulkan efek beracun yang membahayakan tubuh. Oleh sebab itu, penting untuk mengetahui obat apa saja yang Anda konsumsi dan beritahukan kepada dokter.

Beberapa jenis obat dapat berinteraksi dengan Sangobion, diantaranya yaitu:

  • Obat jenis antasida sebaiknya tidak dikonsumsi bersamaan dengan suplemen ini karena dapat menurunkan penyerapannya di pencernaan.
  • Penggunaan bersamaan dengan obat antibiotik jenis tetrasiklin sebaiknya dihindari karena dapat menurunkan penyerapan kedua jenis obat ini di pencernaan.