Sanmol Drop obat apa?

Sanmol drop adalah obat bermerek yang mengandung bahan aktif parasetamol atau asetaminofen yang dikemas dalam botol kecil dengan alat tetes (drop) untuk bayi. Sesuai dengan kandungan parasetamol di dalamnya, maka obat ini digunakan untuk menurunkan demam dan menghilangkan rasa sakit yang ringan hingga sedang.

Beberapa rasa sakit seperti sakit kepala, sakit tenggorokan, sakit telinga, sakit gigi ringan, dan sejenisnya bisa di atasi. Meskipun obat Sanmol drop ini dapat digunakan tanpa resep dokter, namun para pengguna harus selalu memperhatikan aturan pakainya. Mulai dari indikasi, dosis, efek samping, dan hal-hal penting lainnya seperti dijelaskan di bawah ini.

Ikhtisar Obat Sanmol Drop

Jenis obatAnalgetik – antipiretik
KandunganParasetamol (asetaminofen)
KegunaanMenurunkan demam dan meringankan rasa sakit.
KategoriObat bebas
KonsumenAnak dan bayi
SediaanSanmol Drop 60 mg/ 0,6 mL
gambar kemasan sanmol drop

Gambar kemasan sanmol drop

Mekanisme Kerja

Parasetamol merupakan kelompok obat yang dikenal sebagai analgesik, atau obat penghilang rasa sakit sekaligus antipiretik, atau penurun suhu tubuh. Inilah yang membuat Sanmol drop dapat digunakan untuk meredakan nyeri ringan sampai sedang. Disamping itu juga berguna untuk menurunkan suhu tubuh yang naik (demam), seperti pada penyakit infeksi atau reaksi setelah imunisasi.

Manfaat paracetamol tersebut diperantarai oleh cara kerjanya yang mampu menghambat kerja enzim cyclooxygenase (COX). Ini merupakan enzim yang berperan dalam pembentukan prostaglandin, suatu senyawa penyebab demam dan nyeri.

Sanmol sendiri tersedia dalam berbagai bentuk sediaan, dan kekuatan dosis, sebagaimana dijelaskan di sini: Sanmol.

Indikasi atau Kegunaan Sanmol Drop

Seperti telah disinggung sebelumnya dan dengan memperhatikan cara kerja parasetamol, maka obat Sanmol dapat digunakan untuk:

  • Menurunkan demam atau panas.
  • Meredakan sakit kepala.
  • Meredakan rasa sakit gigi yang ringan.
  • Mengurangi rasa sakit akibat ketegangan otot.
  • Meringankan nyeri sendi.
  • Meringankan nyeri haid atau dismenore.
  • Mencegah demam pada anak setelah imunisasi.
  • Meringankan gejala flu seperti demam, sakit kepala, nyeri tenggorokan, dan pegal-pegal.
  • Berbagai bentuk nyeri ringan sampai sedang lainnya.

Kontraindikasi

Tidak semua anak boleh menggunakan obat ini, penderita yang diketahui memiliki kondisi di bawah ini tidak boleh menggunakan:

  • Memiliki hipersensitifitas atau reaksi alergi terhadap parasetamol dan komponen lain dari obat.
  • Mengalami gangguan fungsi hati yang berat.

Dosis Sanmol Drop dan Cara Penggunaan

Obat Sanmol drop dikemas dalam botol kecil berkapasitas 15 mL dengan kekuatan dosis 60 mg untuk setiap 0,6 mL (100 mg/mL). Di dalam kemasan juga terdapat pipet tetes yang dilengkapi sekala dosis dengan batas maksimal 1 mL.

pipet tetes sanmol drop

gambar pipet tetes sanmol drops

( ! ) Dosis Sanmol drop yang tepat sesuai dengan anjuran dokter berdasarkan berat ringannya penyakit, berat badan, usia, dan lain-lain.

Adapun dosis Sanmol drops yang lazim berdasarkan usia adalah sebagai berikut:

  • Bayi di bawah 1 tahun: 0,6 mL, 3-4 kali sehari.
  • Anak 1-2 tahun: 0,6 mL – 1,2 ml, 3-4 kali sehari.
  • Anak 3-6 tahun : 1,2 mL, 3-4 kali sehari.
  • Anak 6-12 tahun : 2,4 mL, 3-4 kali sehari.

Jika ingin menyesuaikan dosis parasetamol berdasarkan berat badan, maka dosis yang dianjurkan adalah: 10-15 mg/kg/dosis. Diberikan setiap 4-6 jam dan tidak lebih dari 5 dosis (2,6 g) dalam 24 jam.

Petunjuk Penggunaan:

  • Sanmol drops boleh digunakan sebelum atau setelah makan.
  • Selalu ikuti anjuran dokter atau petunjuk penggunaan yang tertera pada kemasan sebelum mulai mengonsumsinya.
  • Hanya gunakan pipet tetes yang disertakan dalam kemasan agar takarannya pas.
  • Gunakanlah antara satu dosis dengan dosis lainnya pada jarak jam yang sama, misalkan tiga kali sehari berarti per 8 jam. Oleh sebab itu, untuk memudahkan usahakan untuk mengonsumsinya pada jam yang sama setiap hari.
  • Apabila ada dosis yang terlewat akibat lupa, maka begitu ingat dianjurkan untuk segera meminumnya apabila dosis berikutnya masih lama sekitar 5 jam atau lebih. Tidak boleh menggandakan dosis Sanmol drop  pada jadwal minum berikutnya sebagai ganti untuk dosis yang terlewat.

Efek Samping Sanmol Drop

Obat Sanmol drop umumnya ditoleransi dengan baik oleh tubuh. Namun demikian, ada efek samping yang perlu diperhatikan, antara lain sebagai berikut:

  • Penggunaan jangka lama dan dalam dosis yang besar berpotensi menyebabkan kerusakan hati.
  • Reaksi alergi bisa terjadi pada orang-orang yang sensitif terhadap komponen obat. Segera hubungi dokter, apabila mengalami reaksi alergi seperti ruam, gatal, bengkak terutama pada wajah, lidah, tenggorokan, pusing, dan kesulitan bernapas.

Efek Overdosis Sanmol Drops

Perhatikan obat-obatan lain yang sedang digunakan, jangan sampai Anda mengonsumsi obat lain yang sama-sama mengandung parasetamol atau acetaminophen karena dikhawatirkan dosis berlebih dan menyebabkan overdosis.

Ketika overdosis parasetamol terjadi, memang tidak langsung menimbulkan reaksi selama 24 jam pertama atau memiliki gejala abdomen nonspesifik (seperti mual dan muntah). Nekrosis hepatik mulai berkembang setelah 24 jam (transaminase tinggi, nyeri perut kanan atas dan ikterus) dan dapat berlanjut ke gagal hati akut.

 

Peringatan dan Perhatian

Sebelum dan selama menggunakan obat ini, harap perhatikan hal-hal dibawah ini:

  • Sebelum menggunakan Sanmol drop, beritahu dokter atau apoteker jika Anda memiliki alergi terhadap parasetamol atau obat lainnya.
  • Sebelum menggunakan produk ini, beritahu dokter atau apoteker mengenai riwayat kesehatan Anda, terutama tentang penyakit hati dan ginjal, serta penggunaan rutin / penyalahgunaan alkohol.
  • Potensi kerusakan hati akan meningkat pada pasien yang rutin mengonsumsi alkohol.

Interaksi Obat

Parasetamol dapat berinteraksi dengan beberapa obat dan obat lain dan menyebabkan masalah serius. Pasien yang menggunakan Parasetamol tidak boleh mengonsumsi alkohol untuk menghindari kerusakan pada hati.