Scabicid obat apa?

Scabicid adalah obat dalam bentuk krim untuk mengatasi penyakit scabies (baca: skabies) atau yang lebih dikenal sebagai kudis. Bahan aktif salep ini berupa lindane (gameksan) dan dikombinasikan dengan asam usnat yang bekerja sebagai antifungal dan anti parasit terutama untuk tungau Sarcoptes scabies yang memicu penyakit kudis.

Penyakit scabies merupakan penyakit dengan kemampuan penularan yang tinggi karena hanya dengan bersentuhan kulit atau kontak dengan barang-barang penderita saja scabies sudah dapat menular. Sehingga penggunaan krim Scabies pun tidak sembarangan. Oleh karena itu ketahui lebih lengkap cara penggunaan salep Scabicid, dosis, efek samping dan bahayanya untuk ibu hamil pada artikel ini.

Ikhtisar Obat Scabicid

Jenis obatAnti jamur dan anti parasit
KandunganLindane, usnic acid
KegunaanMengobati scabies
KategoriObat Resep
KonsumenDewasa dan Anak
KehamilanKategori C
SediaanScabicid cream 1o mg
scabicid cream

Scabicid cream

Mekanisme Kerja

Cara kerja Scabicid dapat dicermati dari kandungan bahan aktifnya yang berupa:

  • Lindane (gameksan) merupakan insektisida organoklorida yang memiliki sifat neurotoksik yang mirip dengan DDT. Kemampuannya membasmi parasit seperti tungau atau S. scabies dengan langsung bereaksi saat mengenai rangka luar parasit ini serta berefek sama terhadap telur-telur parasit. Senyawa lindane akan bereaksi terhadap reseptor asam gamma aminobutirik (GABA 1) dan memengaruhi fungsi saraf parasit dan menyebabkan hipereksitasi sistem saraf pusatnya. Sehingga menyebabkan kelumpuhan, kejang dan akhirnya mati.
  • Usnic Acid merupakan senyawa furandione yang terdapat secara alami pada lumut kerak. Senyawa ini memiliki sifat antibakteri terutama bakteri gram positif seperti Staphylococcus aureus, Enterococci dan Mycobacteria. Selain itu asam usnat juga memiliki sifat anti inflamasi yang tentunya sangat berguna untuk kulit yang sedang meradang akibat infeksi sekunder yang menyertai penyakit scabies.

Indikasi atau Kegunaan Scabicid

Scabicid digunakan untuk mengatasi berberapa kondisi akibat infeksi bakteri atau parasit pada kulit seperti:

  • Penyakit scabies.
  • Infeksi sekunder dari bakteri gram positif, Streptomicin dan Staphylococcus.

Kontraindikasi

Tidak semua orang boleh menggunakan obat ini, penderita yang diketahui memiliki kondisi di bawah ini tidak boleh menggunakan:

  • Memiliki riwayat hipersensitif atau alergi terhadap kandungan obat ini.
  • Memiliki masalah kulit lainnya seperti dermatitis atopik atau psoriasis karena akan meningkatkan penyerapan obat ini dan berisiko meningkatkan efek sampingnya.
  • Tidak boleh digunakan pada balita karena kulitnya yang masih tipis sehingga dapat meningkatkan penyerapan obat ini secara sistemik dan berpotensi memengaruhi kesehatan bayi.
  • Tidak boleh diberikan pada penderita kejang yang tidak terkontrol.

Dosis Scabicid dan Cara Penggunaan

Scabicid tersedia dalam bentuk sediaan krim dengan kekuatan dosis tiap tube nya mengandung

  • Lindane  1%
  • Usnic Acid 1 %

Ingat! Dosis yang tepat sesuai dengan anjuran dokter berdasarkan berat ringannya penyakit, berat badan, usia, dan lain-lain. Atau berdasarkan petunjuk penggunaan yang tertera pada kemasan obat.

Adapun dosis yang lazim digunakan adalah sebagai berikut:

Dosis Scabicid untuk mengobati scabies

  • Dosis dewasa: oleskan merata pada permukaan kulit yang terkena kudis 1 – 2 kali sehari biarkan obat bertahan cukup lama baru kemudian di bilas. Bahkan dianjurkan didiamkan semalaman dan dibersihkan keesokan harinya.

Petunjuk Penggunaan:

  • Gunakanlah obat ini hanya pada permukaan kulit dan hindari area mukosa seperti mulut mata hidung dan area kemaluan.
  • Dianjurkan untuk mengoleskan obat ini merata ke sekitar bagian yang terindikasi scabies atau bahkan ke seluruh area tubuh yang mungkin dan didiamkan semalaman kemudian dicuci kesokan harinya.
  • Selalu ikuti anjuran dokter atau petunjuk penggunaan yang tertera pada kemasan sebelum mulai mengonsumsinya.

Efek Samping Scabicid

Scabicid umumnya ditoleransi dengan baik. Namun demikian, ada efek samping yang perlu diperhatikan, antara lain sebagai berikut:

  • Rasa tidak nyaman seperti kebas, rasa terbakar di kulit. Umumnya akan reda dengan sendirinya setelah penggunaan obat selesai.
  • Dermatitis.
  • Alopecia atau kerontokan rambut kulit.
  • Pruritus.
  • Urtikaria atau biduran.

Meskipun sebagian besar efek berbahayanya jarang terjadi namun jika tanda-tanda gejalanya muncul segera hentikan penggunaan obat dan konsultasikan dengan dokter Anda.

Efek Overdosis Scabicid

Belum ada data yang menunjukkan adanya efek overdosis dari Scabicid. Namun penggunaan dalam dosis tinggi dan rentang waktu yang lama tanpa pengawasan dokter mungkin menyebabkan overdosis. Konsultasikan dengan dokter Anda jika merasa mengalami kelainan kondisi kulit akibat berlebihan dalam menggunakan obat ini.

Peringatan dan Perhatian

Sebelum dan selama menggunakan obat ini, harap perhatikan hal-hal dibawah ini:

  • Pastikan Anda tidak memiliki riwayat hipersensitif atau alergi terhadap kandungan obat ini.
  • Disarankan untuk membersihkan seluruh benda pribadi penderita seperti baju, handuk, seprai dengan air panas dan kemudian dijemur di terik matahari untuk menghilangkan telur dan parasit yang menempel.
  • Bersihkan juga kasur dan bantal penderita dengan menjemurnya di terik matahari.
  • Orang yang terkena scabies sebaiknya menghindari kontak dengan anggota keluarga lainnya untuk menghindari penularan.

Kehamilan dan Menyusui

Bolehkah Scabicid untuk ibu hamil dan menyusui?

  • Kandungan lindane yang merupakan bahan aktif Scabicid digolongkan dalam kategori C untuk ibu hamil menurut FDA. Hal itu berarti studi penggunaan bahan ini pada binatang percobaan memperlihatkan adanya efek samping pada janin (teratogenik atau embriosidal atau efek samping lainnya) dan belum ada studi terkontrol pada wanita, atau studi terhadap wanita dan binatang percobaan tidak dapat dilakukan. Oleh karena itu sebaiknya hindari penggunaan salep ini pada saat hamil atau konsultasikan dahulu dengan dokter Anda.
  • Senyawa lindane diketahui dapat masuk dan terekstraksi dalam ASI ibu menyusui dan berpotensi menimbulkan masalah pada bayi yang menyusu. Oleh karena itu sebaiknya menghindari penggunaan salep ini pada masa menyusui.

Interaksi Obat

Potensi interaksi obat terjadi ketika digunakan bersamaan dengan obat lain sehingga dapat mengubah cara kerja obat. Sebagai akibatnya, risiko efek samping dapat meningkat, obat tidak bekerja, atau bahkan menimbulkan efek beracun yang membahayakan tubuh. Oleh sebab itu, penting untuk mengetahui obat apa saja yang Anda konsumsi dan beritahukan kepada dokter.

Beberapa jenis obat dapat berinteraksi dengan Scabicid, diantaranya:

  • Obat-obatan topikal seperti krim, salep atau minyak yang digunakan dikulit mungkin menyebabkan efek samping yang tidak diinginkan. Untuk itu perhatikan obat tapikal yang Anda gunakan bersamaan dendan Scabicid.
  • Obat yang dapat menurunkan ambang batas kejang sebaiknya tidak digunakan bersamaan dengan obat ini karena meningkatkan risiko kejang.
  • Obat jenis antidepresan dan antipsikotik sebaiknya dihindari selama menggunakan obat ini.