Selulit adalah kondisi kulit dengan permukaan bergelombang seperti tekstur kulit jeruk akibat penonjolan timbunan lemak di bawahnya. Selulit biasanya terlihat di bokong dan paha, dan biasanya muncul setelah pubertas. Dalam istilah medis, selulit juga disebut sebagai adiposis edematosa, dermopanniculosis deformans, status protrusus cutis, dan lipodistofi ginoid.

Beberapa sumber menyatakan bahwa selulit sangat umum dialami oleh wanita, bahkan bisa terjadi pada 90 persen wanita di beberapa titik kehidupannya. Celakanya kondisi ini menjadi musuh bagi mereka yang peduli dengan penampilan.

selulit

Mengenal Ciri-Ciri dan Gejala Selulit

Selulit kebanyakan terjadi pada paha dan bokong namun bisa juga ditemukan di payudara, abdomen (perut) bagian bawah dan juga pada lengan bagian atas. Tanda-tanda bahwa kulit mengalami selulit adalah sebagai berikut:

Kulit tampak menonjol atau tampak berlekuk. Selulit kadang diibaratkan seperti gambaran kulit jeruk. Kita bisa melihat selulit derajat ringan jika kulit dipencet di area dimana selulit tersebut berada, misalnya di paha. Selulit yang lebih berat membuat kulit terlihat berlekuk (tidak rata) dan menonjol dengan area yang tampak seperti puncak dan lembah, meskipun tanpa dipencet.

Derajat Selulit pada Kulit

Selulit sering diklasifikasikan ke dalam tiga tingkatan yakni:

  • Selulit grade 1. Tidak terlihat adanya perubahan tekstur pada kulit. Namun dengan pemeriksaan sel secara mikroskopik terlihat adanya perubahan anatomi pada area yang terkena.
  • Selulit grade 2. Menunjukkan gambaran kulit yang terlihat pucat, suhunya rendah, dan terjadi penurunan elastisitas kulit selain adanya perubahan anatomi sel yang terlihat dalam pemeriksaan mikroskopik.
  • Selulit grade 3. terlihat kulit yang tidak rata (seperti gambaran kulit jeruk) disertai juga gejala klinis grade 2.

Selulit bukanlah masalah kesehatan yang serius sehingga sebenarnya tidak perlu mendapatkan pengobatan khusus. Banyak dokter yang menyatakan bahwa kondisi ini merupakan gambaran normal. Namun jika anda mengalaminya dan merasa bahwa tampilannya merusak keindahan kulit maka anda bisa konsultasi langsung dengan dokter kulit atau dengan dokter bedah plastik.

Meskipun selulit bisa terjadi pada pria maupun wanita namun wanita lebih sering mengalaminya, terutama karena mereka lebih cenderung memiliki jaringan lemak dan jaringan ikat yang lebih banyak daripada pria.

Apa penyebab selulit pada kulit?

Penyebab pasti selulit tidak diketahui namun beberapa teori menyatakan adanya peranan faktor di bawah ini:

  • Faktor Hormonal. Hormon memainkan peranan penting dalam perkembangan selulit. Banyak ahli yang percaya bahwa hormon estrogen, insulin, noradrenalin, hormon tiroid dan prolaktin mengambil peran dalam terbentuknya selulit.
  • Genetik. Gen tertentu dibutuhkan dalam perkembangan selulit. Gen bisa mencetuskan seseorang mengalami selulit yakni terkait dengan jenis kelamin, ras, metabolisme rendah, distribusi lemak di bawah kulit dan sirkulasi darah yang kurang baik.
  • Diet. Individu yang terlalu banyak konsumsi lemak, karbohidrat, atau garam dan sedikit konsumsi serat memiliki selulit yang lebih banyak.
  • Faktor Lifestyle (Pola Hidup). Selulit lebih sering terjadi pada perokok, orang yang tak pernah olahraga dan orang yang sering duduk atau berdiri dalam satu posisi dalam jangka waktu yang lama.
  • Pakaian. Pakaian dalam yang kurang elastis yang digunakan pada bokong (membatasi aliran darah) bisa menyebabkan terbentuknya selulit.
selulit pada kulit

kondisi di balik kulit selulit

Penanganan dan Pengobatan Selulit

Ada beberapa terapi yang disarankan untuk menghilangkan selulit, namun belum ada yang dibuktikan dengan jelas dalam literatur medis atau berdasarkan penelitian para ahli. Metode terapi fisik atau mekanik yang digunakan untuk mengatasi selulit berupa:

  • Tindakan pemijatan dengan angin.
  • Pemijatan untuk menstimulasi aliran limfa.
  • Terapi panas.
  • Ultrasonografi.
  • Terapi radio frekuensi (RF).
  • Terapi magnetik.
  • Terapi gelombang radial.
  • Endermologie.
  • Stimulasi elektrik.

( ! ) Namun sayangnya tidak ada dari metode – metode ini yang benar – benar terbukti efektif.

Strategi untuk menghilangkan selulit grade 2 terdiri dari pemberian obat – obatan yang bekerja pada jaringan lemak. Ada banyak jenis terapi farmakologi yang bisa digunakan untuk menyingkirkan selulit yakni meliputi:

  • Metilxantin (kafein dan theobromine).
  • Pentoksifillin.
  • Agonis beta dan adrenalin.
  • Antagonis alfa.
  • Asam amino.
  • Ginkgo biloba.

Beberapa ada yang mencoba menggunakan obat – obat topikal, oral maupun injeksi, namun rata – rata tidak berhasil dengan pengobatan yang dilakukannya. Beberapa bahkan menggunakan pakaian yang berguna untuk kompresi dengan tujuan untuk mengurangi tampilan selulitnya. Bahan pakaian ini mencoba untuk menekan arteri dan meningkatkan aliran darah dan limfe untuk mengurangi gambran visual selulit.

Teknik penanganan yang lebih canggih misalnya dengan liposuction dan diet sebenarnya tidak menghilangkan selulit dengan efektif. Namun dengan makan makanan yang sehat, keseimbangan makanan dan olahraga merupakan cara terbaik untuk mengurangi kandungan lemak dalam sel dan mengurangi gambaran selulit pada kulit.

Apakah krim anti selulit bermanfaat?

Belum ada penelitian yang mendukung keefektifan penggunaan krim anti selulit untuk menghilangkan si kulit jeruk. Mereka yang percaya bahwa krim anti selulit bisa membantu menghilangkan si kulit jeruk biasanya akan berakhir mengecewakan karena memang krim ini tidak ada manfaatnya sama sekali.

Beberapa ahli menyatakan bahwa selulit sebenarnya merupakan gambaran normal dari anatomi tubuh pada paha dan bokong. Para ahli ini menyatakan bahwa kondisi ini tidak ada kaitannya dengan penambahan berat badan atau kehilangan berat badan. Tidak ada tindakan pembedahan atau solusi medis yang mutlak bisa mengatasi keluhan ini sehingga terapi terbaik adalah menerimanya dengan lapang dada.

Bagaimana cara mencegahnya?

Makan makanan yang sehat dan makanan yang rendah lemak seperti buah – buahan, sayuran, dan serat bisa menghindari terjadinya selulit. Olahraga yang teratur, menjaga kestabilan berat badan yang ideal dan mengurangi stress juga direkomendasikan untuk mencegah selulit pada kulit. Penggunaan celana atau pakaian yang longgar juga bisa mencegah selulit yang terbentuk dari pakaian yang kurang elastis.