SGOT dan SGPT adalah dua macam enzim yang dihasilkan oleh sel-sel hati. Kedua enzim ini digunakan sebagai indikator pada pemeriksaan fungsi hati, dimana kadarnya akan meningkat dalam darah ketika sel-sel hati mengalami kerusakan.

Mengenal SGOT dan SGPT lebih dalam

SGOT adalah singkatan dari Serum Glutamic Oxaloacetic Transaminase atau disebut juga dengan AST (aspartate aminotransferase), merupakan enzim hati yang terdapat di dalam sel parenkim hati. Ingat, pada kondisi normal berada di dalam sel, sehingga apabila sel hati rusak, maka enzim ini akan keluar dan banyak terdapat dalam darah.

sgot sgpt

SGPT adalah singkatan dari Serum Glutamic Pyruvate Transaminase atau disebut juga dengan ALT (alanin aminotransferase), sama seperti SGOT yaitu suatu enzim yang terdapat di dalam sel hati. Ketika sel hati mengalami kerusakan, maka enzim ini akan keluar dan mengalir ke dalam aliran darah. Pada pemeriksaan tes darah di laboratorium akan terlihat kadar SGPT yang meningkat.

Ingat, SGOT tidak spesifik hanya terdapat di dalam hati saja, melainkan juga terdapat dalam sel darah, jantung dan otot. Oleh sebab itu SGOT tinggi tidak serta merta menunjukkan adanya kelainan di sel hati. Oleh karena itu diperlukan pemeriksaan SGPT juga, ketika kedua enzim ini meningkat maka sudah dapat dipastikan adanya kerusakan pada sel hati.

Berapa Nilai Normal SGOT dan SGPT?

Nilai normal SGOT adalah 3-45 u/L (mikro per liter), sedangkan nilai normal SGPT adalah 0-35 u/L (mikro perliter).

Perlu diperhatikan bahwa ada sedikit variasi dari nilai normal kedua enzim ini, dan ini sangat tergantung dari laboratorium masing-masing. Namun demikian setiap laborotarium akan mencetak hasil pemeriksaan Anda dan nilai normal yang mereka pakai, jadi tinggal dibandingkan dengan angka yang ada dalam kertas hasil pemeriksaan.

Hasil SGOT dan SGPT yang normal belum tentu menunjukkan bahwa seseorang bebas dari penyakit hati. Karena pada kasus penyakit hati kronis (menahun dan berjalan perlahan), dapat ditemukan kadar enzim SGOT dan SGPT yang normal atau sedikit hanya meningkat sedikit. Kondisi ini sering ditemukan pada kasus hepatitis B kronik atau hepatitis C kronik.

Enzim hati akan mingkat ketika sel-sel hati mengalami kerusakan yang masif, sedangkan pada infeksi hati kronik (menahun), sel hati mengalami kerusakan secara perlahan-lahan sehingga kenaikan SGOT dan SGPT tidak signifikan bahkan terlihat normal. Oleh sebab itu, pada penyakit hati seperti ini diperlukan jenis pemeriksaan lainnya.

Apa artinya jika SGOT dan SGPT Tinggi?

Meskipun bukan hanya kadar SGOT SGPT saja yang akan menentukan seseorang mengalami penyakit hati. Namun kadar SGOT SGPT tinggi cukup menjadi alasan untuk melihat adanya gangguan pada fungsi hati. Pada gangguan fungsi hati, kenaikan SGOT SGPT bisa mencapai puluhan bahkan ribuan kali lipat dari nilai normal. Hal ini menunjukkan kerusakan sel-sel hati yang masif (nekrosis luas).

Inilah penyakit atau kondisi medis membuat kadar SGOT-SGPT meningkat:

Hepatitis

Ada banyak jenis hepatitis yaitu hepatitis A, B, dan C. Semuanya akan menyebabkan peradangan pada hati. Sel-sel yang meradang akan membengkak, rusak, mati, dan tentu saja terganggu fungsinya. Kondisi inilah yang menyebabkan kenaikan SGOT SGPT menjadi tinggi. Seperti disinggung sebelumnya, bahwa kenaikan signifikan terjadi pada pada serangan hepatitis akut (bukan kronis). Bahkan kadarnya bisa mencapai 5-10 kali nilai normal seiring dengan kenaikan kadar bilirubin, penurunan albumin, dan indikator kerusakan hati lainnya.

Fatty liver (perlemakan hati)

Perlemakan hati maksudnya sel-sel hati mengalami kerusakan dan diganti dengan sel-sel lemak. SGOT dan SGPT memang bisa meningkat pada kondisi ini, namun hanya sekitar 2 sampai 3 kali nilai normal. Fatty liver sering terjadi pada orang yang gemuk dengan gejala rasa tak nyaman pada perut bagian kanan atas, namun banyak juga yang tidak merasakan gejala sama sekali.

Sumbatan empedu

Empedu dihasilkan oleh hati dan akan mengalir ke kantung empedu. Ketika ada sumbatan aliran empedu, maka hati akan ‘tenggelam’ oleh empedu dan ini akan meracuni sel-sel hati. Sebagian sel-sel hati akan rusak sehingga melalui tes fungsi hati akan menunjukkan peningkatan SGOT dan SGPT, meskipun tidak terlalu tinggi, sekitar kurang dari 4 kali nilai normal.

Penyakit di luar hati

Beberapa penyakit yang sebenarnya tidak ada hubungannya dengan organ hati bisa juga meningkatkan kadar SGOT SGPT. Hal ini terjadi seperti telah dijelaskan sebelumnya, bahwa enzim ini tidak hanya di produksi oleh sel hati. Penyakit seperti penyakit tipus, DBD, kelenjar gondok, Penyakit auto immune (AIH), Celiac disease, Wilson disease, Muscle disorders bisa meningkatkan kadar SGOT SGPT namun tidak setinggi pada penyakit hati.

Kondisi lain yang menyebabkan SGOT/SGPT tinggi:

  • Kerusakan hati masif yang ditimbulkan oleh racun seperti overdosis acetaminophen (parasetamol) atau keracunan jamur.
  • Kegagalan sirkulasi (syok) berkepanjangan yang menyebabkan hati kekurangan darah memberikan oksigen segar dan nutrisi.