Sistenol adalah obat golongan antipiretik dan analgesik. Obat ini dapat dibeli tanpa menggunakan resep dari dokter dan digunakan untuk meredakan demam yang disertai batuk pada gejala flu. Obat ini mengandung paracetamol dan sehingga dapat juga berfungsi sebagai pereda nyeri (analgesik). Kegunaan lain obat Sistenol, yaitu dapat membantu mengurangi viskositas dahak karena dikombinasikan dengan penggunaan n-Acetylcysteine.

Mengenal Obat Sistenol

Sistenol merupakan obat pereda demam yang mengandung 500 mg Paracetamol dan 200 mg n-Acetylcysteine dalam setiap kapletnya. Kandungan zat-zat obat tersebut memiliki fungsi tersendiri untuk meredakan demam, mengencerkan dahak, dan meredakan nyeri.

sistenol

Adapun fungsi Paracetamol dan Acetylcysteine adalah :

  • Paracetamol : merupakan obat pereda nyeri (analgesik) dan penuerun demam (antipiretik). Selainitu, obat ini juga memiliki efek anti inflamasi, namun obat ini tidak dimasukkan sebagai obat NSAID karena efek anti inflamasinya tidak terlalu signifikan. Paracetamol juga bekerja dengan cara menghambat kerja enzim cyclooxygenase (COX). Enzim yang berperan membentuk prostaglandin (penyebab nyeri). Dengan penghambatan tersebut, maka mengurangi jumlah prostaglandin dan mengurangi rasa nyeri. Obat ini juga efektif menurunkan suhu tubuh dengan cara menurunkan hipotalamus sebagai pengendali suhu tubuh yang berada di otak.
  • n-Acetylcysteine : merupakan obat yang dapat digunakan untuk mengurangi viskositas atau mengencerkan dahak pada penderita chronic obstructive pulnary disease. atau cystic fibrosis Kegunaan lain obat ini mampu mengatasi overdosis paracetamol, dimana parasetamol dapat berpotensi menyebabkan kerusakan hati.

Sistenol menjadi obat penurun demam yang aman pada penderita hepatitis, karena dapat menghindari efek hepatotoksik (racun bagi hati) dari parasetamol.

Dengan demikian, obat ini sangat berguna untuk meredakan demam dan nyeri. Selain itu, obat ini juga membantu mengencerkan dahak pada penderita batuk.

Indikasi dan Kegunaan

Sistenol obat apa? Berdasarkan penjelasan mengenai kandungan dalam obat tersebut, maka Sistenol ini dapat digunakan untuk:

  • Meredakan demam.
  • Meredakan nyeri.
  • Meredakan batuk pada gejala influenza.
  • Mengencerkan dahak.
  • Mengobati batuk berdahak.
  • Sakit kepala.
  • Gangguan pernapasan akibat sekresi dahak yang berlebih.

Kontraindikasi

Hati-hati! Bahwa tidak semua orang bisa menggunakan obat ini. Sistenol tidak boleh digunakan oleh orang dengan kondisi seperti di bawah ini:

  • Memiliki hipersensitif atau alergi terhadap kandungan obat ini.
  • Penderita gangguan fungsi hati.
  • Penderita asma.

Dosis Sistenol dan Cara Pemakaian

Sistenol tersedia dalam bentuk tablet. Dalam setiap kemasannya berisi 6 strip yang terdiri atas 10 tablet/strip. Tiap tablet mengandung Paracetamol 500 mg dan Acetylcysteine 200 mg. Adapun dosis yang dianjurkan sebagai berikut:

  • Dosis sistenol untuk dewasa dan anak-anak lebih dari 11 tahun yang dianjurkan adalah 1 tablet dan diminum sebanyak 3 kali dalam sehari.
  • Untuk anak-anak usia 6 sampai 11 tahun, dosis yang dianjurkan adalah 1/2 sampai 1 tablet dan diminum sebanyak 3 kali dalam sehari.
  • Untuk anak-anak usia 1 sampai 5 tahun, dosis yang dianjurkan adalah 1/2 tablet dan diminum sebanyak 3 kali dalam sehari.

Efek Samping Sistenol

Seperti halnya dengan obat-obat lainnya, obat ini juga berpotensi menyebabkan efek samping. Efek samping sistenol yang umum terjadi diantaranya:

  • Mual dan muntah.
  • Reaksi alergi
  • Neutropenia.
  • Trombositopenia (trombosit menurun).
  • Purpura (peradangan pembuluh darah).
  • Rasa tidak nyaman di bagian perut (Nausea).
  • Gangguan saluran pencernaan.

Selain gejala efek samping tersebut, hentikan penggunaan obat sistenol dan segera menghubungi dokter untuk mendapatkan tindakan medis, jika Anda mengalami tanda-tanda atau gejala seperti di bawah ini:

  • Gangguan fungsi hati.
  • Pendarahan lambung.
  • Sindrom stevens-johnson.
  • Nekrolisis epidermal toksik.
  • Menyebabkan syok anafilaksis.

Peringatan dan Perhatian

Sebelum dan selama menggunakan obat sistenol ini, perhatikan hal-hal berikut:

  • Obat ini sebaiknya diminum setelah makan atau bersamaan dengan makanan untuk meminimalkan iritasi lambung.
  • Bagi penderita anemia, hati-hati penggunaan obat ini.
  • Hati-hati penggunaan pada penderita gangguan saluran pencernaan.
  • Bagi penderita asma sebaiknya menghindari penggunaan obat ini, kecuali apabila dianjurkan oleh dokter.
  • Tidak dianjurkan untuk wanita hamil dan ibu menyusui.
  • Hati-hati penggunaan pada penderita gangguan fungsi ginjal.
  • Selama menggunakan obat sitenol hindari konsumsi alkohol karena dapat berpotensi menyebabkan kerusakan hati.

Apabila setelah 2 hari penggunaan obat ini demam tak kunjung reda atau nyeri tak hilang setelah 5 hari, maka segeralah menghubungi dokter. Jangan lupa, untuk selalu berkonsultasi dengan dokter terkait gejala yang sering muncul ketika tidak minum obat ini.

Gunakan obat ini sesuai dengan dosis yang disarankan oleh dokter. Jangan pernah memutuskan untuk menambah dosis atau meminumnya lagi tanpa saran atau petunjuk dari dokter.