Spasmal adalah obat bermerek yang mengandung tiga kombinasi bahan aktif; Methampyrone, ekst belladonna, dan papaverine. Obat Spasmal digunakan untuk mengobati nyeri kolik yang terjadi akibat kejang saluran pencernaan, saluran kemih dan kelamin, serta saluran empedu.

Kolik merupakan istilah untuk rasa sakit melilit akibat kontraksi (mengencengnya) otot polos pada organ-organ saluran cerna dan saluran kemih. Rasa sakit yang ditimbulkannya khas, yaitu bergelombang; sebentar reda lalu sakit dan reda lagi.

Ingat! Obat Spasmal hanya bisa diperoleh dengan resep dokter. Dan pastikan Anda sudah mengetahui indikasi, kontraindikasi, dosis, dan efek sampingnya sebagaimana dijelaskan di bawah ini.

Daftar Isi:

Mengenal Obat Spasmal

Di apotek, obat spasmal tersedia dalam bentuk tablet dengan komposisi sebagai berikut:

  • Methampyrone 500 mg.
  • Ekstrak belladonna 5 mg.
  • Papaverine HCl 30 mg.

Spasmal

Methampyrone bekerja sebagai obat analgetik yang berfungsi untuk menghilangkan nyeri, sedangkan Papaverin dan Ekstrak Belladona bekerja sebagai obat spasmolitik yang secara langsung merelaksasikan otot polos.

Setelah digunakan secara oral (ditelan), obat ini akan diserap dengan baik dari saluran pencernaan dengan waktu paruh yang berkisar antara 1 jam hingga 4 jam.

Bahan aktifnya sama dengan Spasminal, namun berbeda dalam jumlah komposisinya.

Indikasi atau Kegunaan

Spasmal obat apa? Kegunaan obat Spasmal sebagai obat analgetik dan spasmolitik sangat baik untuk pengobatan pada berbagai serangan kolik termasuk kolik abdomen, kolik ureter dan juga bisa digunakan pada keadaan nyeri yang ditimbulkan saat haid.

  • Kolik Andomen. Istilah umumnya adalah kram perut, hal ini disebabkan oleh berbagai penyakit seperti obstruksi atau sumbatan usus, radang usus buntu, kracunan makanan, radang pankreas, dan lain-lain. Selengkapnya silahkan baca: Kram Perut – Penyebab, Bahayanya dan Pengobatannya
  • Kolik Ureter. Paling sering disebabkan oleh batu ginjal, rasa sakit terletak pada perut bagian bawah yang menjalar sampai ke punggung bawah dan terkaadang darah selangkangan dan paha atas.

Kontraindikasi

Obat Spasmal tidak dianjurkan penggunaannya pada beberapa keadaan berikut :

  • Penderita kolik diketahui yang mempunyai riwayat hipersensitif atau mengalami reaksi alergi terhadap obat Spasmal atau terhadap obat Metampiron, obat Pavapein, ataupun Ekstrak Belladona.
  • Pasein yang memiliki gangguan fungsi hati.
  • Penderita kolik yang sedang dalam keadaan hamil atapun menyusui.
  • Penderita yang memiliki tekanan darah rendah atau tekanan sistolik kurang dari 100 mmHg.

Dosis Spasmal dan Cara Penggunaan

Adapun dosis obat pada pasien dewasa yang dianjurkan yaitu 1 tablet pada saat serangan kolik, yang dilanjutkan 1 tablet lagi setiap 6 hingga 8 jam kemudian.

Obat ini tidak harus dihabiskan, hentikan penggunaan apabila gejala kolik sudah teratasi. Sebaiknya ikuti petunjuk dokter untuk dosis dan cara penggunaan yang tepat.

Efek Samping Spasmal

Seperti halnya obat-obatan lain, Spasmal juga berpotensi menimbulkan efek samping. Efek samping yang pernah dilaporkan antara lain :

  • Reaksi hipersensitivitas atau reaksi alergi berupa biduran, gatal dan bercak kemerahan pada kulit, pembengkakan, ataupun sesak nafas.
  • Obat ini dapat menyebabkan terjadinya gangguan pada komponen darah berupa agranulositosis sel darah putih
  • Gangguan pada saluran pencernaan berupa perut kembung dan gangguan motilitas usus, karena obat ini meminimalisir gerak usus.
  • Jarang namun pernah dilaporkan, bahwa obat ini dapat menyebabkan terjadinya reaksi hipersensitivitas pada sel hati dan sindrom neuropati pada penggunaan jangka panjang

Informasi Keamanan

  • Obat ini harus digunakan secara hati – hati pada dosis yang sangat besar karena dpat menyebabkan terjadinya overdosis yang ditandai dengan penglihatan yang kabur dan tubuh terasa lemah. Overdosis dapat diatasi dengan cara minum susu, konsumsi karbon aktif, pengosongan lambung, dan juga cuci darah
  • Sebaiknya digunakan secara hati – hati pada penderita yang mengalami kelainan darah, gangguan fungsi hati dan gangguan fungsi ginjal, perlu dilakukan pemeriksaan berkala terhadap darah dan fungsi hati serta fungsi ginjal
  • Harus digunakan secara hati – hati dan sesuai rekomendasi dokter pada wanita hamil, wanita menyusui da anak – anak karena keamanan dan efektifitas obat yang belum pasti.
  • Obat ini tidak digunakan untuk mengobati nyeri pada otot, nyeri rematik, nyeri lumbago, nyeri punggung, dan sindroma bahu lengan.
  • Obat Spasmal sebaiknya tidak digunakan untuk pengobatan jangka panjang.
  • Hentikan pengobatan apabila terjadi efek samping yang berat.