STEMI

Pengertian

Apa itu STEMI?

STEMI adalah singkatan dari ST-elevation myocardial infarction. STEMI adalah salah satu jenis serangan jantung yang sangat serius dimana salah satu arteri utama jantung (arteri yang memasok oksigen dan darah yang kaya nutrisi ke otot jantung) mengalami penyumbatan. Elevasi segmen ST adalah kelainan yang terdeteksi pada EKG 12-lead. Kondisi ini merupakan keadaan darurat medis yang sangat mengancam jiwa dan biasanya terkait dengan proses penyakit yang disebut dengan aterosklerosis.

Jantung membutuhkan pasokan oksigen dan nutrisinya sendiri, seperti halnya otot di dalam tubuh. Jantung memiliki tiga arteri koroner dengan cabang – cabangnya yang berperan mengantarkan darah kaya oksigen ke otot jantung. Jika salah satu dari arteri atau cabang ini tersumbat secara tiba-tiba, sebagian dari jantung kekurangan oksigen, maka terjadilah suatu kondisi yang disebut “iskemia jantung.”

Jika iskemia jantung berlangsung terlalu lama, jaringan jantung yang kelaparan akan mati. Kondisi ini adalah serangan jantung, atau dikenal sebagai miokard  infark atau secara harfiah diartikan sebagai “kematian otot jantung.”

Selain STEMI, tipe miokard infark lainnya adalah NSTEMI atau non-ST elevation myocardial infarction. Dibandingkan dengan STEMI yang lebih banyak terjadi, NSTEMI lebih minim menimbulkan kerusakan pada otot jantung.

Berapa angka kejadian STEMI di Indonesia?

Infark miokard merupakan penyebab kematian tertinggi di dunia baik pada pria maupun wanita. Berdasarkan data departemen kesehatan pada tahun 2013 diketahui bahwa kurang lebih 883.447 pasien di Indonesia didiagnosis mengalami penyakit jantung koroner. Saat ini prevalensi STEMI meningkat dari 25% hingga 40% berdasarkan presentasi miokard infark.

Ikhtisar Penyakit STEMI

Organ terlibatjantung
Penyebabpenyumbatan pembuluh darah jantung
Penularantidak menular
Gejalanyeri dada sebelah kiri
Pengobatantrombolitik/fibrinolitik, PCI

Tanda dan Gejala

Apa saja ciri-ciri dan gejala STEMI ?

Tanda dan gejala STEMI antara lain:

  • Keluhan klasik berupa nyeri atau ketidaknyamanan di dada kiri. Bisa menjalar ke lengan kiri, punggung, rahang. Nyeri berlangsung ? 20 menit.
  • Sesak napas
  • Pusing
  • Mual atau muntah
  • Diaphoresis (keluar keringat berlebih) namun tidak berkaitan dengan suhu lingkungan
  • Palpitasi atau detak jantung berdebar – debar

Beberapa pasien mengalami penolakan dan mengabaikan gejala karena menganggapnya sebagai sakit maag atau gangguan pencernaan sehingga terkadang mereka mungkin menunda mencari perawatan selama berjam-jam dan malah akan berdampak fatal.

Kapan harus periksa ke dokter?

Jika anda merasakan keluhan nyeri dada atau rasa tidak nyaman di dada di sebelah kiri yang menjalar hingga ke lengan kiri, punggung, rahang ataupun ke dada kanan sebaiknya anda melakukan pemeriksaan ke dokter. Rasa tidak nyaman biasanya dirasakan sebagai rasa berat atau dada seperti terhimpit benda berat, terasa panas atau sesak.

Penyebab dan Faktor Risiko

Apa penyebab STEMI ?

Penyebab STEMI kebanyakan adalah karena adanya sumbatan pada pembuluh darah jantung atau lebih dikenal dengan sebutan atherosklerosis. Adanya plak pada pembuluh darah jantung akan menghambat aliran darah yang melalui arteri koroner.

Serangan jantung juga bisa disebabkan karena adanya spasme pada arteri koroner dimana arteri ini mengalami konstriksi temporer (sementara), meskipun hal ini jarang terjadi.

Siapa yang lebih berisiko terjangkit STEMI ?

Beberapa faktor risiko terjadinya STEMI adalah:

  • Perokok
  • Memiliki riwayat tekanan darah tinggi dan kolesterol tinggi
  • Memiliki riwayat keluarga mengalami penyakit jantung koroner atau stroke
  • Kurang aktivitas fisik
  • Memiliki riwayat penyakit diabetes melitus
  • Memiliki berat badan berlebihan (overweight) ataupun obesitas

Pemeriksaan dan Diagnosis

Bagaimana memastikan diagnosis STEMI?

Untuk menegakkan diagnosis STEMI perlu dilakukan anamnesis (tanya jawab) seputar keluhan yang dialami pasien secara detail mulai dari gejala yang dialami, riwayat perjalanan penyakit, riwayat penyakit personal dan keluarga, riwayat pengobatan, riwayat penyakit dahulu, dan dan kebiasaan pasien. Selain itu perlu juga dilakukan pemeriksaan fisik dan juga pemeriksaan penunjang.

Pemeriksaan penunjang yang penting dilakukan adalah pemeriksaan elektrokardiogram. Dengan pemeriksaan ini maka dapat ditegakkan diagnosis STEMI. Gambaran STEMI yang terlihat pada EKG antara lain:

  • Adanya peningkatan segmen ST
  • Adanya gelombang Q patologi
  • Adanya sumbatan penuh pada arteri koroner

Pemeriksaan darah untuk melihat enzim CKMB, tropinin I dan troponin T juga penting untuk menilai adanya kerusakan jantung.

Obat dan Pengobatan

Bagaimana cara mengobati STEMI di rumah?

Pasien yang dicurigai mengalami serangan jantung sebaiknya segera dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan pertama. Keterlambatan pertolongan akan membahayakan nyawa pasien. Oleh karena itu jika terdapat anggota keluarga yang mengalami gejala mirip dengan yang dijelaskan di atas maka pertolongan terbaik yang bisa dilakukan adalah sesegera mungkin membawa ke rumah sakit.

Jika tersedia obat golongan nitrat seperti nitrogliserin di rumah maka dapat diberikan kepada pasien.

Apa saja penanganan dan obat STEMI di layanan kesehatan?

Penanganan STEMI tergantung berat ringannya sumbatan pembuluh darah koroner yang terjadi.

Sumbatan ringan masih bisa diberikan terapi farmakologi.  Obat-obatan yang dapat diberikan termasuk antikoagulan, antiplatelet, beta-blocker, nitrat, statin, angiotensin-converting-enzyme (ACE) inhibitor, atau angiotensin receptor blocker (ARB).

Untuk pasien dengan sumbatan berat  tidak bisa ditatalaksana dengan obat – obatan sehingga perlu dilakukan intervensi invasif seperti, intervensi koroner perkutan (PCI) atau operasi pencangkokan bypass arteri koroner (CABG).

Komplikasi

Apa bahaya komplikasi  STEMI yang mungkin timbul?

Komplikasi STEMI yang mungkin timbul jika tidak tertangani dengan baik antara lain berupa gagal jantung, henti jantung, syok kardiogenik, hingga kematian.

Pencegahan

Bagaimana mencegah STEMI ?

Untuk mencegah terjadinya STEMI adalah dengan melakukan pola hidup yang sehat dengan cara:

  • Menghindari makanan tinggi karbohidrat dan lemak.
  • Menghindari konsumsi alkohol.
  • Berhenti merokok.
  • Meningkatkan aktivitas fisik misalnya dengan melakukan olahraga rutin selama 30-45 menit, sebanyak 3-5x tiap minggu.
  • Menjaga berat badan ideal.

Simak: Ingin Jantung Sehat? Terapkan Tips Jantung Sehat Ini