Sukralfat adalah obat untuk mengobati tukak (luka) pada usus 12 jari (Duodenum). Sukralfat bekerja dengan membentuk lapisan pelindung pada tukak untuk melindunginya dari asam, garam empedu, dan enzim pencernaan yang membuat luka semakin parah. Lapisan pelindung dari obat ini nantinya diharapkan dapat membantu mempercepat proses penyembuhan tukak.

Obat ini biasanya dikonsumsi untuk jangka pendek, yaitu selama empat hingga delapan minggu. Lebih lanjut, ketahui informasi selengkapnya mengenai indikasi, kontraindikasi, dosis, dan efek sampingnya di bawah ini.

Mengenal Obat Sukralfat

Sukralfat biasanya ada di toko-toko atau apotek berupa tablet 500 mg, tablet 1000 mg dan suspensi dengan kadar 500 mg/5 ml suspensi.

sukralfat

Meskipun mekanisme kerja Sukralfat tidak sepenuhnya dipahami, ada beberapa faktor yang kemungkinan besar berkontribusi. Sucralfate, dengan muatan negatifnya yang kuat, mengikat protein bermuatan positif yang terbuka di dasar ulkus.

Dengan cara ini, ia melapisi ulkus dan membentuk penghalang fisik yang melindungi permukaan ulkus dari kerusakan lebih lanjut oleh asam dan pepsin. Kondisi ini secara langsung menghambat pepsin (enzim yang mengurai protein) yang bisa aktif berkat adanya asam lambung. Selain itu sukralfat mengikat garam empedu yang berasal dari hati sehingga melindungi lapisan ulkus yang disebabkan oleh asam empedu.

Sukralfat juga dapat meningkatkan produksi prostaglandin. Prostaglandin dikenal berperan dalam melindungi lapisan lambung dan juga dapat mengikat faktor pertumbuhan epitel dan faktor pertumbuhan fibroblas.

Indikasi dan Kegunaan

Sukralfat Obat Apa? Seperti telah diterangkan diatas, sukralfat merupakan obat yang digunakan untuk mengobati tukak usus halus (duodenum). Namun ada kegunaan lainnya yaitu:

  • Sebagai profilaksis atau pencegahan tukak usus duabelas jari (duodenum).
  • Tukak lambung.
  • Aphthous ulcer dan stomatitis yang disebabkan oleh radiasi atau kemoterapi.
  • Gastro esophageal reflux disease (GERD) selama kehamilan. Digunakan sebagai obat lini pertama yang biasanya dibarengi dengan perubahan gaya hidup yang mendukung penyembuhan.
  • Mengurangi risiko ventilator-associated pneumonia (VAP).
  • Menghambat striktur pada luka bakar korosif dan esophagitis korosif.
  • Pendarahan pada rektum setelah iradiasi untuk kanker serviks uterus.
  • Hyperphosphatemia akibat gagal ginjal.

Kontraindikasi

Harap perhatikan! Tidak semua orang boleh menggunakan obat ini, Sukralfat tidak boleh digunakan oleh orang dengan kondisi di bawah ini: Akan lebih baik lagi kalau Anda berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu.

  • Tidak boleh diberikan untuk pasien yang memiliki riwayat hipersensitif terhadap sukralfat dan komponen lain dalam obat.
  • Tidak dianjurkan digunakan oleh anak usia < 15 tahun.
  • Jangan menggunakan obat ini pada pasien gagal ginjal kronis mengingat resiko nefropati yang diinduksi oleh aluminium.

Dosis Sukralfat dan Cara Pemakaian

( ! ) Dosis yang tepat sesuai dengan rekomendasi dokter Anda. Adapun dosis sukralfat yang lazimnya digunakan seperti dijelaskan di bawah ini.

Dosis Sukralfat untuk Orang Dewasa

  • Tukak duodenum: Untuk pengobatan digunakan dosis 1g dalam keadaan perut kosong 4 kali sehari, atau minum 2g dalam keadaan perut kosong 2 kali sehari. Sedangkan untuk profilaksis digunakan dosis 1g dalam keadaan perut kosong 2 kali sehari. Dosis maksimal 8 gram sehari tidak boleh dilampaui.
  • Tukak lambung: 1g dalam keadaan perut kosong 4 kali sehari, atau minum 2g dalam keadaan perut kosong 2 kali sehari.
  • Profilaksis perdarahan gastrointestinal akibat ulserasi stres: 1 gram enam kali sehari. Dosis maksimal 8 gram sehari tidak boleh dilampaui.
  • Gastroesophageal reflux disease (GERD): minum 1g dalam keadaan perut kosong 4 kali sehari.
  • Dosis obat ini untuk dewasa penderita hiperfosfatemia atau gagal ginjal: minum 1g dalam keadaan perut kosong 2 kali sehari.

 

Berapa Dosis Sukralfat untuk Anak-anak?

Keamanan dan efektivitas sukralfat pada anak-anak dibawah 14 tahun masih dipertanyakan. Namun, penggunaan sucralfate mungkin tepat untuk beberapa kondisi.

Cara Benar Menggunakan obat Sukralfat:

  • Konsumsilah pada waktu perut kosong minimal 1 jam sebelum atau 2 jam setelah makan.
  • Jangan minum antasid paling sedikit 30 menit sebelum atau sesudah mengkonsumsi sukralfat.
  • Mungkin diperlukan waktu 4 sampai 8 minggu untuk penyembuhan tuntas.
  • Jangan minum obat ini bersamaan dengan obat-obatan lainnya. Minumlah sukralfat minimal 2 jam setelah obat lain.

Tanyakan kepada dokter mengenai hal apapun yang mungkin masih membingungkan bagi Anda terkait penggunaan obat ini.

Efek Samping Sukralfat 

Seperti halnya dengan obat-obat lainnya, obat ini juga berpotensi menyebabkan efek samping. Efek samping yang umum terjadi diantaranya.

  • Mual, muntah, dan tidak enak perut.
  • Sakit perut.
  • Konstipasi (sembelit), diare.
  • Gatal-gatal, ruam pada kulit.
  • Susah tidur (insomnia).
  • Pening, mengantuk, sensasi berputar.
  • Sakit kepala.
  • Sakit tulang belakang.

Tidak semua orang mengalami efek samping seperti yang disebutkan diatas. Beberapa efek samping mungkin ada yang tidak disebutkan di atas. Bila merasa khawatir mengenai efek samping tertentu, konsultasikanlah pada dokter atau praktisi kesehatan yang Anda percaya.

Peringatan dan Perhatian

Sebelum dan selama menggunakan obat ini, perhatikan hal-hal berikut:

  • Antasida tidak boleh diberikan setengah jam sebelum atau sesudah pemberian obat ini.
  • Jika setelah pemakaian obat ini terjadi reaksi alergi, seperti ruam, gatal, sakit tenggorokan, demam, arthralgia, pucat, atau tanda-tanda lainnya, maka segera hentika pemakaiannya karena bisa berakibat fatal.
  • Obat ini bisa menyebabkan pusing, jadi tidak diperkenankan mengemudi atau menyalakan mesin selama pengobatan.
  • Belum diketahui apakah obat ini dapat diekskresikan (dikeluarkan) melalui air susu ibu. Maka dari itu pemberian obat ini kepada ibu menyusui harus hati-hati. Konsultasikan kepada dokter lebih baik.
  • Hati-hati penggunaan pada pasien dengan penyakit yang serius, terutama jika dalam perawatannya, pasien mendapatkan nutrisi enteral atau pasien mengalami gangguan pengosongan lambung. Pada penggunaan nutrisi enteral, obat ini boleh digunakan dengan jarak minimal 1 jam sebelum atau setelah pemberian nutrisi.
  • Sukralfat dapat mempengaruhi penyerapan obat-obatan lainnya di saluran cerna. Oleh sebab itu, sebaiknya diberikan dengan jarak waktu tertentu dengan obat lain sesuai rekomendasi dokter.