Suntik meningitis adalah nama lain dari vaksinasi meningitis, yaitu suatu prosedur penyuntikan antigen bakteri penyebab meningitis yang sudah dilemahkan ke dalam tubuh manusia agar tubuh menghasilkan zat kekebalan terhadap penyakit menginococcal atau meningitis.

Penyakit meningococcal merupakan penyakit infeksi yang disebabkan oleh bakteri Neisseria meningitidis. Bakteri ini bersifat invasif dan menyebabkan terjadinya meningitis bakterialis pada anak – anak usia 2 hingga 18 tahun di Amerika.

Penyakit meningococcal atau meningitis merupakan peradangan pada selaput otak dan sumsum tulang belakang yang dapat mengancam jiwa. Penyakit ini bisa menyebabkan masalah pada sistem saraf, retardasi mental, kejang hingga stroke. Beruntungnya penyakit meningococcal bisa dicegah dengan pemberian vaksin meningitis.

suntik meningitis

ilustrasi suntik meningitis

Baca juga:

Meningitis bukanlah penyakit yang mudah menular seperti flu. Penyakit ini bisa menyebar dengan cara kontak dengan hasil sekresi tenggorokan dan saluran napas lainnya yang terinfeksi oleh bakteri ini. Hal ini bisa terjadi melalui batuk, berciuman atau bersin.

Karena risiko terinfeksi penyakit ini meningkat pada orang yang banyak kontak atau dekat dengan pasien maka anggota keluarga atau orang yang tinggal serumah memiliki risiko tinggi untuk mengalami penyakit ini. Lebih lanjut, simak: Penyebab Meningitis, Gejala dan Cara Mencegahnya

Kegunaan Suntik Meningitis

Vaksin mengandung antigen (substansi yang mencetuskan peningkatan sistem imun dan menyebabkan terbentuknya antibodi). Antibodi ini bisa melindungi tubuh dengan cara membunuh bakteri yang menginvasi sistem imun tubuh.

Suntik meningitis memiliki tingkat keefektifan sebesar 85 hingga 90%  dalam pencegahan penyakit meningococcal. Karena vaksin meningitis ini tidak bisa melindungi tubuh dari semua strain bakteri penyebab meningitis, maka orang yang mendapatkan vaksin masih bisa terinfeksi meningitis dari strain bakteri yang berbeda yang tak dilindungi oleh vaksin tersebut.  Namun risiko terinfeksi meningitis meningococcal sangat menurun setelah pemberian suntik meningitis tersebut.

Ada beberapa penyebab meningitis lainnya yang bisa dicegah. Vaksin seperti vaksin Hib dan vaksin pneumococcus juga sangat efektif untuk melindungi diri dari penyebab meningitis lainnya dan menjadi bagian vaksin rutin yang diberikan pada anak. Segera periksakan diri dan anak anda ke dokter untuk meyakinkan bahwa diri dan keluarga anda terlindungi dari meningitis seperti halnya penyakit serius lainnya.

Jenis dan Prosedur Pemberian Suntik Meningitis

Pada saat ini ada beberapa jenis vaksin untuk mencegah infeksi Neisseria meningitidis, yakni jenis vaksin meningitis polisakarida (MPSV4) dan jenis vaksin meningitis konjugat (MCV4). Kedua jenis vaksin ini merupakan vaksin quadrivalen artinya vaksin ini mengandung antigen untuk 4 serotipe  kuman Neisseria meningitidis, yaitu serotipe A, C, Y dan W135. Untuk serotipe B yang juga dapat menyebabkan meningitis belum termasuk dalam semua jenis vaksin anti meningitis yang telah beredar saat ini.

Kelemahan dari vaksin polisakarida ini memiliki efektifitas yang rendah untuk bayi dan anak di bawah usia 2 tahun, dan juga efektifitasnya tidak bertahan lama. Oleh karena itu pemberian suntik meningitis jenis polisakarida ini biasanya diberikan pada anak yang telah berusia diatas 2 tahun dan orang dewasa, serta lansia hingga di atas usia 55 tahun.

  • Pada anak usia 9 bulan – 23 bulan, suntik meningitis diberikan secara intramuskular. Bila perlu diberikan dosis ulangan pada saat anak berusia 3 tahun atau 5 tahun.
  • Untuk usia 2 tahun hingga 55 tahun, suntik meningitis diberikan secara intramuskular. Dosis pengulangan tiap 5 tahun kemudian.
  • Untuk usia 55 tahun ke atas, suntik meningitis diberikan secara subkutan. Diulang tiap 5 tahun kemudian.

Siapa yang Harus mendapatkan Suntik Meningitis dan Kapan?

Meskipun MCV4 merupakan vaksin yang lebih banyak dipilih oleh sebagaian besar orang namun jika jenis vaksin meningitis ini tidak ada, maka jenin vaksin meningitis lainnya bisa digunakan seperti MPSV4.

Suntik meningitis rutin dengan MCV4 direkomendasikan pada anak – anak berusia 11 hingga 12 tahun, dengan pengulangan diberikan antara usia 16 dan 18 tahun. Vaksinasi juga direkomendasikan untuk beberapa kelompok berikut ini yakni:

  • Mahasiswa atau pelajar lainnya yang tinggal di asrama
  • Militer atau polisi yang tinggal di barak
  • Pasien yang mengalami kerusakan limpa
  • Pasien yang telah menjalani operasi pengangkatan limpa
  • Pasien dengan gangguan sistem imun tubuh
  • Para ahli mikrobiologi yang sering terpapar oleh bakteri Meningococcus
  • Seseorang yang sering bepergian ke daerah dimana penyakit meningitis sering terjadi.

Suntik meningitis bisa diberikan pada wanita hamil. Namun sejak MCV4 dan MenB menjadi vaksin baru yang banyak digunakan, maka data tentang efek suntik meningitis terhadap wanita hamil menjadi sangat terbatas. Oleh karena itu pemberiannya hanya benar – benar saat dibutuhkan saja.

Seseorang yang alergi terhadap komponen vaksin meningitis sebaiknya tidak mendapatkan suntik meningitis. Oleh karena itu penting bagi anda untuk memberitahukannya pada dokter.

Seseorang dengan penyakit ringan seperti pilek atau hidung tersumbat biasanya bisa tetap mendapatkan suntik meningitis. Namun seseorang yang sedang mengalami penyakit sedang atau berat maka pemberian suntik meningitis sebaiknya ditunda sampai ia benar – benar pulih dari penyakitnya.

Seseorang dengan riwayat penyakit Sindrom Guillain Barre sebaiknya mendiskusikan dengan dokter seputar riwayat kesehatannya sebelum mendapatkan suntik meningitis.

Apa Efek Samping dari Suntik Meningitis?

Seperti halnya pemberian vaksin lainnya, potensi untuk terjadinya reaksi alergi berat bisa terjadi dalam beberapa menit hingga beberapa jam pasca pemberian suntik meningitis. Namun kejadian timbulnya reaksi berat cukup jarang terjadi.

Sekitar satu dari dua orang yang mendapatkan pemberian suntik meningitis mengalami reaksi alergi ringan seperti kemerahan pada kulit atau nyeri ringan pada tempat penyuntikan. Biasanya reaksi ini akan hilang dalam satu hingga 2 hari pasca penyuntikan. Sejumlah kecil kasus mengalami demam ringan pasca pemberian suntik meningitis.

Ada beberapa laporan yang menyatakan bahwa ada beberapa orang yang didiagnosis mengalami Guillain – Barre syndrome (GBS) pasca pemberian suntik meningitis MCV4. Namun para ahli menyatakan bahwa hal ini sangat jarang terjadi sehingga tidak mungkin mengkaitkannya dengan pemberian suntik meningitis.

Di antara tahun 2005 hingga 2012, ada lebih dari 18 juta dosis MCV4 yang didistribusikan. Tidak diketahui dengan pasti seberapa banyak vaksin yang benar – benar telah diberikan. Pada periode waktu yang sama, ada sekitar 99 kasus yang dikonfirmasi sebagai penyakit  GBS (penyakit sistem saraf pusat yang serius). Kasus ini dilaporkan dalam waktu enam minggu pasca suntik meningitis dengan MCV4 diberikan. Tidak ada data yang cukup untuk memastikan benar tidaknya bahwa vaksin tersebut menyebabkan terjadinya penyakit GBS. Namun berdasarkan hasil analasis data menunjukkan bahwa insidensi GBS tidak lebih tinggi pada orang yang menerima vaksin daripada insidensi GBS pada populasi umum.