Tera F adalah obat flu kombinasi yang digunakan untuk mengatasi keluhan dan gejala – gejala demam, sakit kepala, hidung tersumbat, bersin-bersin, dan batuk yang ditimbulkan oleh penyakit common clod dan influenza.

Tidak seperti Alpara yang digunakan untuk batuk kering, obat Tera F diperuntukkan bagi penderita batuk berdahak hampir mirip dengan Hufagripp Forte. Sebelum memutuskan untuk menggunakannya, mari kita pelajari kandungan, indikasi dan kontra, dosis, serta efek samping obat ini.

Mengenal Obat Tera F

Tera F merupakan obat yang mengandung empat jenis zat aktif yaitu, parasetamol, gliseril guaiacolate, fenilpropanolamin, dan klorfeniramin maleat.

tera F

gambar obat Tera-F Kaplet

Komposisi Tera F Tablet

Tiap tablet mengandung:

  • Paracetamol 650 mg
  • Phenylpropanolamine HCL 15 mg
  • Chlorpheniramine Maleate 2 mg
  • Glyceryl Guaiacolate 50 mg

Berikut penjelasan dari masing-masing komponen obat tersebut:

Parasetamol merupakan obat antipiretik dan analgesik yang umumnya digunakan untuk mengatasi demam, sakit kepala, dan nyeri serta sakit ringan lainnya. Paracetmol juga sering digunakan dalam bentuk kombinasi pada obat pilek dan flu. Parasetamol sangat aman digunakan pada dosis standar, tidak seperti aspirin, ibuprofen dan analgesik umum lainnya, karena parasetamol tidak memiliki efek antiinflamasi ataupun mempengaruhi fungsi trombosit.

Gliseril guaiacolate adalah obat yang termasuk golongan ekspektoran atau berfungsi mengencerkan dan mengeluarkan dahak yang kental dalam saluran pernapasan.  gliseril guaiacolate (GG) bekerja dengan cara meningkatkan volume dan mengurangi kekentalan dahak sehingga dahak menjadi lebih encer dan lebih mudah dikeluarkan saat batuk.

Phenylpropanolamine adalah agen simpatomimetik struktural yang mirip dengan pseudoefedrin. Obat ini digunakan untuk melegakan hidung tersumbat. Fenilpropanolamin bersama dengan gliseril guaiacolate biasa digunakan dalam formulasi obat batuk-pilek berdahak.

Chlorpheniramine Maleate atau CTM merupakan obat yang termasuk antihistamin. Pada orang dewasa dan anak-anak usia 6 tahun ke atas, obat ini digunakan untuk mengatasi mata merah dan gatal, bersin-bersin, pilek, ruam kulit dan iritasi akibat alergi. Obat CTM juga digunakan untuk mengatasi kulit gatal yang disebabkan oleh gigitan serangga, dan kondisi medis lainnya seperti cacar air atau campak. Klorfeniramin bekerja dengan menghalangi efek histamin, suatu zat yang dilepaskan oleh sel-sel dalam tubuh yang menghasilkan gejala alergi.

Indikasi dan Kontraindikasi

Tera F obat apa? Seperti telah disinggung sebelumnya bahwa obat Tera F dapat digunakan untuk mengobati gejala-gejala flu yang meliputi demam, sakit kepala, nyeri-nyeri pada tubuh, hidung tersumbat dan bersin-bersin, batuk berdahak, alergi dan beragam gejala lainnya.

Meskipun begitu, obat Tera F tidak boleh digunakan oleh penderita dengan kondisi di bawah ini:

  • Memiliki alergi atau hipersensitif terhadap Tera F.
  • Memiliki alergi atau hipersensitif terhadap salah satu komponen yang terkandung dalam obat ini.
  • Alergi terhadap obat golongan simpatomimetik lain misalnya efedrin, pseudoefedrin, dan fenilefrin.
  • Sedang menggunakan obat penghambat monoamin oksidase (MAO) jika dipaksakan bisa menimbulkan krisis hipertensi atau kondisi darurat akibat tekanan darah yang melambung tinggi.
  • Memiliki gangguan fungsi hati atau ginjal, glaukoma, diabetes, penyakit darah tinggi, hipertiroid dan penyakit jantung.

Dosis Tera F dan Cara Pemakaian

Obat ini bebas dibeli tanpa memerlukan resep dokter, namun harus memperhatikan aturan pakainya. Adapun dosis lazim Tera F, yaitu:

  • Dosis Tera F untuk Dewasa : 1 kaplet diminum 3 kali sehari.
  • Dosis Tera F untuk Anak di bawah 12 tahun: ½ kaplet diminum 3 kali sehari.

Efek Samping Tera F

Efek samping yang mungkin ditimbulkan antara lain, kantuk, gangguan pencernaan, gangguan irama jantung, takikardia, mulut kering, palpitasi, retensi urin. Dalam dosis besar dan selama terapi jangka panjang, berpotensi menyebabkan kerusakan hati, gangguan pernafasan dan depresi sistem saraf pusat.

Informasi Keamanan

Sebelum dan selama menggunakan obat Tera-F harap perhatikan beberapa aspek keamanan obat berikut ini:

  • Harap diminum sesuai dosis yang dianjurkan oleh dokter, atau aturan pakai pada label.
  • Hindari penggunaan Tera F melebihi dosis yang dianjurkan.
  • Harap waspada, obat ini berpotensi menyebabkan kantuk dan pusing sehingga jangan mengemudi atau mengoperasikan mesin selama menggunakan obat ini.
  • Jangan mengonsumsi alkohol selama pengobatan.
  • Hati-hati penggunaan pada pasien darah tinggi atau mereka rentan terhadap hipertensi atau stroke, seperti pasien kelebihan berat badan atau Lansia.
  • Hati-hati penggunaan pada pasien yang memiliki asma, emfisema, dan gangguan pernafasan lainnya.
  • Tidak boleh untuk anak-anak kurang dari 6 tahun, wanita hamil dan menyusui, kecuali di bawah pengawasan dokter.
  • Hentikan penggunaan obat Tera F apabila terjadi gangguan tidur, sakit kepala atau jantung berdebar.
  • Jika setelah tiga hari pengobatan gejala tidak membaik, maka segera hubungi dokter.