Penyebab Hematokrit Rendah dan Cara Mengobatinya

Jika saat ini Anda mendapati hasil tes darah menunjukkan bahwa hematokrit rendah, maka Anda harus tahu apa artinya. Selanjutnya, identifikasi penyebab untuk mendapatkan penanganan yang tepat adalah sebuah keharusan. 

Apa itu hematokrit dan berapa nilai normalnya?

Hematokrit adalah persentase sel darah merah dalam darah seseorang. Kita harus tahu bahwa selain sel darah merah (eritrosit) di dalam darah terdapat sel-sel darah putih, trombosit, dan serum atau cairan yang didalamnya terdapat sari-sari makanan. Nah, presentase eritrosit terhadap keseluruhan volume darah itulah yang disebut hematokrit (Ht).

Hematokrit (Ht) = volume sel darah merah dibagi dengan volume darah total.

Berbagai komponen darah ini beredar ke seluruh tubuh. Khusus untuk sel darah merah, memiliki fungsi membawa oksigen ke seluruh sel-sel tubuh agar dapat menjalankan fungsinya dengan baik. Ketika hematokrit rendah alias dibawah nilai normalnya, maka tentu saja menimbulkan berbagai masalah kesehatan akibat kekurangan oksigen.

Rentang hematokrit normal adalah 40 sampai 52% untuk pria, 37 sampai 47% untuk wanita, dan 30 sampai 43% untuk anak-anak. Nilai ini dapat bervariasi antar laboratorium, jadi pastikan untuk melihat nilai rujukan yang tertera pada hasil pemeriksaan Anda.

Apa Gejala Hematokrit Rendah?

Hematokrit rendah apa artinya? Inilah pertanyaan pertama yang harus kita jawab. Berdasarkan penjelasan singkat di atas, maka rendahnya hematokrit memiliki makna bahwa tubuh hanya memiliki sedikit sel darah merah. Dalam istilah medis disebut sebagai anemia.

Rendahnya hematokrit umumnya diikuti dengan rendahnya Hemoglobin (Hb). Hemoglobin adalah molekul protein yang memberi warna merah pada eritrosit. Molekul inilah yang bertugas mengikat oksigen sehingga bisa dibawa oleh sel darah merah ke seluruh tubuh.

Tanda dan gejala umum kadar hematokrit rendah meliputi kelelahan, kelemahan, pucat, sesak napas, pusing, sakit kepala, bahkan pingsan. Tergantung pada penyebabnya, tanda dan gejalanya dapat berupa pembesaran limpa, pendarahan, dan dehidrasi ekstrim – bila ada kekurangan berkeringat, kurang buang air kecil, dan mulut kering.

Apa Penyebab Hematokrit Rendah?

Kadar hematokrit yang rendah bisa menjadi pertanda adanya pendarahan, kerusakan sel darah merah, kekurangan gizi, dan overhidrasi.

Inilah penyebab utama hematokrit rendah:

  • Perdarahan. Dapat terjadi akibat tukak lambung, trauma atau cedera, kanker usus besar, perdarahan dalam.
  • Rusaknya sel darah merah. Misalnya pada anemia sel sabit, thalasemia, pembesaran limpa, dll.
  • Penurunan produksi sel darah merah. Milsanya pada supresi sumsum tulang, kanker, penyakit kronis, penggunaan obat-obatan, dsb.
  • Masalah gizi. Kekurangan zat besi, vitamin B12, asam folat dan malnutrisi.
  • Overhidrasi. Misalnya pada polydypsia atau terlalu banyak minum dan overhidrasi intravena melalui infus.

Orang yang berisiko mengalami hematokrit rendah adalah anak-anak tanpa asupan zat besi yang memadai, anak-anak yang mengalami tahap pertumbuhan yang cepat dan kebutuhan zat besinya tidak tercukupi, wanita pada masa melahirkan yang membutuhkan lebih banyak zat besi karena kehilangan darah, dan wanita hamil.

Tubuh ibu hamil membutuhkan lebih banyak zat besi untuk memberi tambahan kebutuhan janin yang sedang tumbuh. Kurang tercukupinya kebutuhan zat besi inilah yang membuat kasus anemia yang ditandai dengan hematrokit rendah pada ibu hamil masih tinggi di Indonesia.

Kadar Hematokrit rendah juga kerap ditemukan pada pasien dengan penyakit ginjal kronis atau gagal ginjal dan masalah sumsum tulang dan bila ada penekanan oleh obat-obatan dan kemoterapi dalam kasus kanker.

Bagaimana Cara Mengobati Hematokrit Rendah?

Pengobatan untuk kadar hematokrit rendah didasarkan pada penyebabnya yang bervariasi. Sebagai contoh pada kebanyakan kasus yang disebabkan kurangnya nutrisi, maka perubahan diet dianggap sebagai pengobatan terbaik untuk menormalkan kembali hematokrit.

Cara terbaik untuk meperbaikinya adalah dengan mengonsumsi lebih banyak makanan yang kaya zat besi dan vitamin. Makanan yang harus dimasukkan dalam makanan adalah sebagai berikut:

  • Daging seperti daging sapi, unggas, kerang, ikan dan tiram merupakan sumber zat besi yang sangat baik.
  • Makanan kaya zat besi lainnya adalah produk susu, telur, dan sayuran seperti kacang polong, kacang-kacangan, bayam, sawi, kangkung dan sayuran berdaun lainnya.
  • Buah kering, biji dan kacang juga merupakan sumber zat besi yang sangat baik.
  • Untuk asupan vitamin yang lebih tinggi makan lebih banyak buah beri, kentang, brokoli, tomat, kecambah, lada dan buah sitrus.
  • Beras, sereal, kacang-kacangan, makanan jagung, dan produk biji-bijian memiliki asam folat yang merevitalisasi tubuh.
  • Makanan kaya vitamin C seperti buah sitrus, kembang kol, dan brokoli meningkatkan penyerapan zat besi dari saluran cerna.
  • Suplemen vitamin B12 juga akan membantu mengatasi hematokrit rendah; Makanan yang termasuk vitamin B12 adalah daging, unggas, keju, susu, yogurt, daging merah dan tuna.
  • Makanan yang mengandung folat juga meningkatkan Ht; Makanan seperti itu termasuk asparagus, bayam, okra, buncis, biji-bijian, dan kacang polong bermata hitam.

Berolahraga dengan baik seiring dengan peningkatan diet dengan semua nutrisi yang dibutuhkan, akan sangat bermanfaat dalam mengobati hematokrit rendah. Olah raga akan membantu meningkatkan suplai oksigen ke dalam darah untuk dapat disalurkan dengan optimal.

Jika diakibatkan oleh penyakit berat seperti kanker atau gagal ginjal, maka berkonsultasilah dengan dokter Anda seperti apa olahraga ringan yang dapat membantu memperbaiki sirkulasi darah dan meningkatkan produksi sel darah merah.

Jika anemia terjadi akibat penyakit tertentu seperti sakit maag (tukak lambung), maka hal terpenting adalah mengobati masalah tersebut terlebih dahulu. Begitu pula dengan kasus-kasus penyakit lainnya.

DISKUSI TERKAIT

mari kita berteman di

Situs ini hanya sebagai sumber informasi, tidak boleh dianggap sebagai nasihat medis, diagnosis ataupun anjuran pengobatan. Baca disclaimer