Tetrasiklin obat apa?

Tetrasiklin adalah salah satu antibiotik yang digunakan untuk mengobati infeksi bakteri yang terjadi pada kulit, usus, saluran pernapasan, saluran kemih, kelamin, kelenjar getah bening, dan bagian lain dalam tubuh.

Meskipun antibotik tetrasiklin memiliki spektrum luas yang berarti dapat membasmi banyak jenis bakteri, namun penggunaannya menurun karena mulai banyaknya bakteri yang resisten. Untuk mengurangi perkembangan resistensi bakteri dan menjaga efektifitas antibotik ini, maka sebaiknya hanya digunakan pada penyakit yang memang terbukti secara jelas bahwa penyebabnya adalah bakteri yang rentan terhadap obat ini.

Ikhtisar Obat Tetrasiklin

Jenis obatAntibiotik tetrasiklin
KategoriObat resep
KegunaanMengobati infeksi yang disebabkan bakteri
KonsumenDewasa dan anak-anak
KehamilanKategori D
SediaanKapsul
MerekConmycin, Dumocyclin, Licoklin, Soltralin 500, Corsatet 250, Ikacycline, Sanlin, Tetrarco, Tetrin
tetrasiklin

tetrasiklin dengan merek Dumocycilne

Mekanisme Kerja

Kemampuan bakteoriostatik tetrasiklin dilakukan dengan cara mengikat secara reversibel subunit 30S ribosom, sehingga mencegah sintesis protein dan menghambat perutumbuhan sel bakteri. Selain itu, antibotik ini juga bisa merubah membran sitoplasmik bakteri sehingga terjadi kebocoran intraseluler.

Tetrasiklin diketahui secara in vitro (penelitian di laboratorium) ampuh mengatasi bakteri gram positif maupun negatif dan beberapa mikororganisme lain seperti yang disajikan pada daftar berikut:

  • Bakteri gram negatif: spesies Acinetobacter, Bartonella bacilliformis, Brucella species, Campylobacter fetus, Enterobacter aerogenes, Escherichia coli, Francisella tularensis, Haemophilus ducreyi, Haemophilus influenzae, Klebsiella species, Klebsiella granulomatis, Neisseria gonorrhoeae, Shigella species, Vibrio cholerae, Yersinia pestis.
  • Bakteri gram positifBacillus anthracis, Streptococcus pyogenes, Streptococcus pneumoniae, Staphylococcus aureus, Listeria monocytogenes.
  • Bakteri anaerobBacteroides species, Clostridium species, Fusobacterium fusiforme, Propionibacterium acnes.
  • Bakteri lainnyaActinomyces species, Borrelia recurrentis, Chlamydophila psittaci, Chlamydia trachomatis, Rickettsiae, Treponema pallidum, Treponema pallidum subspecies pertenue.
  • ParasitEntamoeba species, Balantidium coli.

Indikasi atau Kegunaan Tetrasiklin

Tetrasiklin digunakan untuk mengobati infeksi yang disebabkan oleh beberapa jenis bakteri seperti dalam daftar berikut:

  • Infeksi saluran pernapasan atas yang disebabkan oleh Streptococcus pyogenes, Streptococcus pneumoniae dan Hemophilus influenzae. Tidak boleh digunakan pada Streptokokus hingga diyakini bahwa bakteri tersebut masih rentan dan belum resisten.
  • Infeksi saluran pernapasan bawah yang disebabkan oleh Streptococcus pyogenes, Streptococcus pneumoniae, Mycoplasma pneumoniae.
  • Infeksi kulit dan jaringan lunak yang disebabkan oleh Streptococcus pyogenes, Staphylococcus aureaus. Namun tetrasiklin bukanlah obat utama untuk pengobatan infeksi setiap jenis staphilokokus.
  • Infeksi yang disebabkan oleh tickettsia termasuk demam rocky mountain, infeksi tipes, demam Q, rickettsialpox.
  • Psitakosis yang disebabkan oleh Chlamydophila psittac.
  • Infeksi yang disebabkan oleh Chlamydia trachomatis seperti Konjungtifitis inklusi dan trakoma yang terjadi pada mata, infeksi endoserviks dan rektal, dan lymphogranuloma venereum.
  • Granuloma inquinale atau donovanosis pada area genital dan anus yang disebabkan Klebsiella granulomatis.
  • Demam kambuhan yang disebabkan oleh Borrelia sp.
  • Bartonellosis atau demam cakar kucing yang diesebabkan oleh Bartonella bacilliformis.
  • Infeksi penyakit menular seksual chancroid yang disebabkan oleh Hemophilus ducreyi.
  • Tularemia yang disebabkan Francisella tularensis.
  • Plak pada gigi yang disebabkan oleh Yersinia pestis.
  • Kolera yang disebabkan Vibrio cholerae.
  • Brucellosis atau keluron menular yang disebabkan oleh spesise brucella.
  • Infeksi yang disebabkan Campylobacter fetus.
  • Sebagai terapi tambahan pada penderita amebiasis intestinal yang disebabkan oleh Entamoeba histolytica.
  • Infeksi saluran kemih yang disebabkan oleh Escherichia coli, Klebsiella dll.
  • Infeksi lain yang disebabkan oleh bekteri gram negatif seperti E. coli., Enterobacter aerogenes, Shigella sp., Acinetobacter sp., Klebsiella sp., dan  Bacteroides sp.
  • Pada kondisi jerawat yang parah, pemberian tetrasiklin mungkin akan membantu.
infeksi bakteri pada kulit yang bisa diobati dengan tetrasiklin

infeksi bakteri pada kulit yang bisa diobati dengan tetrasiklin

Diberikan sebagai alternatif jika antibiotik tipe penisilin tidak dapat digunakan

  • Sipilis dan patek yang disebabkan oleh Treponema pallidum and Pertenue.
  • Infeksi vincent disebabkan oleh Fusobacterium fusiforme.
  • Infeksi yang disebabkan oleh Neisseria gonorrhoeae.
  • Antraks yang disebabkan oleh Bacillus anthracis.
  • Infeksi akibat Listeria monocytogenes,
  • Actinomikosis yang disebabkan oleh Actinomyces species.
  • Infeksi yang disebabkan oleh spesies Clostridium.

Kontraindikasi

Tidak semua orang boleh menggunakan obat ini, penderita yang diketahui memiliki kondisi di bawah ini tidak boleh menggunakan:

  • Diketahui memiliki riwayat hipersensitif/alergi terhadap kandungan obat ini atau jenis antibiotik tentrasiklin lainnya.
  • Mengalami masalah ginjal akut dan sedang mengonsumsi methoxyflurane, vitamin A dan retinoid.
  • Sedang menyusui.

Dosis Tetrasiklin dan Cara Penggunaan

Tetrasiklin tersedia dalam bentuk sediaan kapsul dengan kekuatan dosis 500 mg.

Dosis yang tepat adalah yang diresepkan oleh dokter Anda setelah memeriksa kondisi penyakit dan kesehatan yang dialamai. Adapun dosis yang lazim digunakan adalah sebagai berikut:

Infeksi umum disebabkan bakteri yang rentan

  • Dewasa: 250-500 mg 6 jam sekali. Maksimum penggunaan per hari 4 gr per hari.
  • Anak-anak: > 12 tahun  maksimum penggunaan 2 gr per hari.

Sipilis

  • Dewasa: 500 mg 4 kali sehari selama 15 hari.

Brucellosis

  • Dewasa: 500 mg 4 kali sehari selama selama 3 minggu dikombinasikan dengan streptomycin.

Jerawat

  • Dewasa: 250-500 mg sekali sehari, selama paling tidak 3 bulan.

Gonore

  • Dewasa: 500 mg 4 kali sehari selam 7 hari.

Petunjuk Penggunaan:

  • Gunakanlah obat ini dalam kondisi perut kosong, yaitu sekitar 1 jam sebalum makan atau 2 jam setelah makan dan dianjurkan untuk banyak minum air putih setelahnya.
  • Dapat juga dimakan bersamaan dengan makanan untuk menghindari rasa tidak nyaman pada pencernaan.
  • Selalu ikuti anjuran dokter atau petunjuk penggunaan yang tertera pada kemasan sebelum mulai mengonsumsinya.
  • Gunakanlah antara satu dosis dengan dosis lainnya pada jarak jam yang sama, misalkan dua kali sehari berarti per 12 jam, tiga kali sehari berarti per 8 jam. Oleh sebab itu, untuk memudahkan usahakan untuk mengonsumsinya pada jam yang sama setiap hari.
  • Apabila ada dosis yang terlewat akibat lupa, maka begitu ingat dianjurkan untuk segera meminumnya apabila dosis berikutnya masih lama sekitar 5 jam atau lebih. Tidak boleh menggandakan dosis tetrasiklin pada jadwal minum berikutnya sebagai ganti untuk dosis yang terlewat.

Efek Samping Tetrasiklin

Tetrasiklin umumnya ditoleransi dengan baik. Namun beberapa efek samping yang mungkin muncul perlu diperhatikan, antara lain:

  • Mual, muntah dan diare.
  • Luka pada tenggorokan.
  • Perubahan warna pada gigi secara permanen.
  • Hipoplasia enamel.
  • Perubahan warna pada kuku.
  • Sensitifitas pada cahaya.
  • Urtikaria.
  • Ruam kulit.
  • Demam.
gigi kuning akibat tetrasiklin

gigi kuning akibat tetrasiklin

Efek Overdosis Tetrasiklin

Penggunaan yang berlebihan dari dosis yang dianjurkan dapat menyebabkan efek overdosis yang gejala ditandai dengan mual, muntah, kristaluria, reaksi alergi. Jika hal ini terjadi segera hubungi dokter atau rumah sakit untuk mendapat perawatan segera.

Peringatan dan Perhatian

Sebelum dan selama menggunakan obat ini, harap perhatikan hal-hal dibawah ini:

  • Sampaikan pada dokter Anda jika memiliki riwayat hipesensitif/alergi terhadap obat ini.
  • Berhati-hati penggunaan obat ini pada penderita penyakit ginjal dan hati, terkadang perlu penyesuaian dosis untuk penderita penyakit ini.
  • Obat ini tidak dianjurkan diberikan pada anak umur kurang dari 8 tahun.
  • Sampaikan pada dokter Anda jika sedang mengalami masalah pada kerongkongan, kesulitan menelan, hiatus hernia dan GERD.
  • Obat ini dapat menyebabkan sedikit pusing, hindari mengendarai kendaraan atau menggunakan alat berat yang menuntut konsentrasi tinggi.
  • Obat ini dapat menurunkan efektifitas vaksin hidup seperti vaksin tipes. Hindari obat ini saat akan menggunakan vaksin tadi.

Kehamilan dan Menyusui

Bolehkah tetrasiklin untuk ibu hamil dan menyusui?

  • Tetrasiklin masuk dalam kategori D untuk ibu hamil menurut FDA. Hal ini berarti bahwa tetrasiklin terbukti menimbulkan resiko terhadap janin manusia. Akan tetapi jika besarnya manfaat yang diperoleh pada wanita hamil lebih besar dari resikonya, maka obat ini dapat dipertimbangkan (misalnya jika obat diperlukan untuk mengatasi situasi yang mengancam jiwa atau penyakit serius dimana obat lain yang lebih aman tidak efektif atau tidak dapat diberikan).
  • Tertrasiklin diketahui dapat terekstraksi pada ASI ibu menyusui. Obat ini juga dapat mempengaruhi pertumbuhan tulang dan gigi bayi, untuk itu penggunaannya sebaiknya dikonsultasikan dahulu dengan dokter Anda.

Interaksi Obat

Beberapa jenis obat dapat berinteraksi dengan tetrasiklin, diantaranya yaitu:

  • Dapat terjadi gangguan penyerapan jika dikonsumsi bersamaan dengan antasida yang mengandung Al, Ca, Mg, serta bersama senyawa Fe, Zn, natrium bikarbonat, kaolin-pektin, bismut subsalycilate, sucralfate, strontium renelat, colestipol dan colestyramin.
  • Dapat mengganggu efek bakterisidal penisilin.
  • Dapat meningkatkan efek obat antikoagulan (pengencer darah).
  • Menurunkan efektifitas kontrasepsi oral.
  • Dapat meningkatkan efek hipoglikemik insulin dan sulfonilurea.
  • Dapat meningkatkan efek toksisitas alkalod ergot dan methotrexate.
  • Berpotensi fatal menyebabkan toksisitas ginjal jika digunakan bersamaan dengan methoxyflurane.
  • Meningkatkan risiko benign intrakarnial jika digunakan bersamaan dengan vitamin A dan retinoid.