14 Cara Mengatasi Telinga Kemasukan Air

Lagi asyik berenang, eh tiba-tiba telinga kemasukan air. Kondisi ini tentu bukanlah sesuatu yang nyaman karena menimbulkan sensasi menggelitik dalam telinga. Lantas bagaimana cara mengeluarkan air dari telinga yang bisa Anda lakukan?

Air yang masuk dalam telinga memang dapat kering dengan sendirinya. Namun agar telinga tidak sampai kemasukan air, maka sebenarnya Anda bisa melakukan pencegahan dengan cara sebagai berikut:

  1. Keringkan dengan handuk

Setelah cukup lama berenang, sesekali keringkan telinga dengan handuk untuk mencegahnya kemasukan air.

  1. Kenakan ear plug

Saat membeli kacamata renang bermerk, tak jarang produsennya juga menyelipkan ear plug sebagai bonus. Anda dapat melindungi telinga agar tidak kemasukan air dengan benda tersebut.

  1. Topi renang

Akan tetapi kalau Anda merasa tidak nyaman mengenakan ear plug, maka topi renang bisa jadi solusinya. Pastikan bahwa bukan hanya rambut saja yang terbingkas aman dalam topi renang, namun juga kedua telinga Anda.

cara mengatasi telinga kemasukan air

Bagaimana Mengatasi Telinga Kemasukan Air?

Dan apabila air terlanjur masuk ke dalam telinga, cobalah mempraktikkan beberapa cara mengeluarkan air dari telinga berikut ini:

  1. Obat tetes di apotik

Cara mengeluarkan air dari telinga yang paling instan adalah dengan menggunakan obat tetes telinga yang dijual di apotik. Kebanyakan obat ini berbahan dasar alkohol sehingga dapat membunuh bakteri sekaligus mengangkat kotoran dalam telinga.

Baca juga: Cara Sehat Membersihkan Kotoran Telinga

  1. Goncangkan Cuping Telinga

Namun kalau Anda ingin cara yang gratis saja, maka secara perlahan coba sentak atau goncangkan cuping telinga sambil memiringkan kepala agar air keluar. Anda juga dapat menggoyang-goyangkan kepala dari satu sisi ke sisi lainnya.

  1. “Hisap” dengan telapak tangan

Miringkan kepala ke samping, dan tutupi telinga dengan telapak tangan rapat-rapat sehingga udara tak bisa masuk. Perlahan tapi pasti, goyang-goyang telapak tangan menutup dan membuka telinga, lakukan dengan cepat untuk merangsang air keluar.

  1. Gunakan kompres panas

Celup handuk kecil ke dalam air panas, lalu peras hingga tetesan terakhir. Miringkan kepala lalu kompres bagian luar telinga satunya dengannya, diamkan selama 30 detik. Angkat kompress selama 1 menit, lalu kompres ulang. Ulangi cara ini sebanyak 4-5 kali agar uap panas merangsang keluarnya air.

  1. Blow dryer

Untuk mengeringkan air dalam telinga, aktifkan blow dryer di suhu terendah. Pegang blow dryer agak jauh dari telinga agar tidak timbul sensasi kepanasan atau terbakar. Biarkan suhu panas membuat air dalam telinga menguap.

  1. Tetesan alkohol dan cuka

Campur alkohol dan cuka dengan perbandingan sama untuk membuat obat tetes telinga. Gunakan pipet steril, dan bubuhkan 3-4 tetes campuran ke dalam telinga. Lalu gosok perlahan bagian luar telinga, tunggu 30 detik. Setelah itu miringkan kepala agar cairan keluar dari telinga. Cuka dapat juga mengeluarkan residu earwax. Sementara alkohol tak hanya mampu merangsang penguapan air, namun juga mencegah pertumbuhan bakteri dalam telinga.

Namun Anda tidak disarankan menggunakan metode ini kalau memiliki infeksi, atau masalah dengan gendang telinga.

  1. Tetesan hidrogen peroksida

Hidrogen peroksidan tak hanya dapat mengeluarkan air, namun juga kotoran, residu earwax, dan bakteri dalam telinga. Gunakan pipet bersih, lalu bubuhkan 3-4 tetes hidrogen peroksida dalam telinga. Tunggu 2-3 menit, lalu miringkan kepala agar cairan keluar.

Sama seperti poin sebelumnya, Anda dilarang keras mempraktikkan cara ini kalau mengalami infeksi telinga, atau masalah pada gendang telinga.

  1. Gerakan Menguap atau mengunyah

Aksi menguap atau mengunyah dapat dicoba untuk mengatasi telinga kemasukan air selanjutnya. Gerakan ini akan membuka saluran telinga bagian dalam sehingga bisa menghilangkan sumbatan yang salah satunya disebabkan oleh adanya cairan.

  1. Air vs air

Bubuhkan beberapa tetes air ke dalam telinga, tunggu 3 detik, lalu miringkan telinga ke arah bawah sehingga semua airnya keluar. Cara yang sama juga bisa diterapkan untuk cairan alkohol.

  1. Manfaatkan Gaya Gravitasi

Berbaringlah di atas ranjang sambil mengarahkan telinga yang kemasukan air ke arah bawah. Seringkali gaya gravitasi bumi bisa membuat air keluar dari telinga dengan sendirinya.

  1. Uap Panas

Tak hanya ampuh melegakan pernafasan, uap panas juga bisa mengatasi telinga kemasukan air. Tuang air panas ke dalam wadah besar. Tutupi kepala dengan handuk lebar dan hirup uap panas di hadapan Anda selama 5-10 menit. Miringkan kepala dan biarkan air keluar dari telinga dengan sendirinya. Mandi dengan air panas juga dapat menjadi alternatif dari metode ini.

  1. Garam

Sifat garam yang mudah menyerap air juga dapat jadi salah satu cara mengeluarkan air dari telinga. Caranya panaskan 1 ¼ cangkir garam dalam microwave, lalu masukkan itu ke dalam kain katun, bungkus rapat-rapat. Posisikan bungkusan tersebut dekat lubang telinga yang kemasukan air selama 2-3 menit agar air menguap.

  1. Bawang putih

Sifat antibakteri pada bawang ternyata tak hanya bisa mencegah infeksi dan mengobati sakit telinga, namun juga merangsang keluarnya air. Caranya peras bawang hingga cairannya keluar. Lalu bubuhkan 2-3 tetes air bawang putih tadi ke dalam telinga, tunggu sekitar 1 menit, kemudian blow dry telinga.

Baca juga: Manfaat Bawang Putih untuk Telinga dan Cara Penggunaannya

  1. Lakukan gerakan Valsalva

Cara mengatasi telinga kemasukan air dengan metode ini adalah tarik nafas dalam-dalam, kemudian menutup mulut dan menekan lubang hidung dengan jari. Hembuskan perlahan agar udara mengarah ke telinga. Jika Anda mendengar suara letupan, maka saluran eustachius telah terbuka. Cara ini bisa menjadi indikasi adanya gangguan dengan saluran eustachius, dan seringkali karena telinga kemasukan air.

Kalau cara mengeluarkan air dari telinga di atas tidak berhasil juga setelah 2-3 hari berikutnya, maka segeralah periksa ke dokter. Apalagi kalau telinga jadi meradang dan membengkak, maka itu bisa jadi pertanda bahwa Anda mungkin menderita infeksi telinga.

 

mari kita berteman di

Situs ini hanya sebagai sumber informasi, tidak boleh dianggap sebagai nasihat medis, diagnosis ataupun anjuran pengobatan. Baca disclaimer