6 Manfaat Makan Pakai Tangan Tanpa Sendok

Tahukah Anda, bahwa manfaat makan dengan tangan lebih utama dibandingkan makan dengan sendok atau garpu? Berikut ini akan kami ulas mengenai manfaat makan dengan tangan (tanpa sendok) untuk kesehatan.

Sebagian besar masyarakat Indonesia masih makan menggunakan tangan telanjang, meskipun sudah ada peralatan makan seperti sendok ataupun garpu. Menurut mereka, makan dengan tangan lebih nikmat ketimbang menggunakan sendok atau garpu. Apalagi ketika acara makan bersama kedaerahan. Biasanya akan mengikuti tradisi makan yang ada,  seperti tradisi nyeruit di Lampung  yang mengharuskan makan dengan tangan ketika hidangan sudah tersedia.

manfaat makan dengan tangan untuk kesehatan

Makan melibatkan semua indera manusia ( penglihatan, penciuman, pendengaran, perasa dan peraba) yang dapat membuat aktivitas makan semakin memuaskan. Makan dengan menggunakan tangan akan menambah koneksi taktil antara makanan dengan tubuh, pikiran dan jiwa Anda sehingga dapat menambah kenikmatan makanan.

Selain itu, makan dengan tangan juga dapat mencairkan suasana bersantap karena lebih merakyat. Inilah salah satu alasan mengapa banyak restoran di negara-negara Barat mulai mempromosikan makan dengan tangan. Meskipun beberapa orang menganggap makan dengan tangan tidak higienis dan hal yang jorok, kenyataannya makan dengan tangan memberi kesan santai dan kenikmatan tersendiri. Di samping itu, makan dengan tangan juga merupakan kegiatan yang dianjurkan oleh Rasulullah SAW dan memiliki banyak manfaat untuk kesehatan.

Apa Sajakah Manfaat Makan dengan Tangan?

Berikut adalah beberapa manfaat makan dengan tangan secara langsung:

1. Membuat Aktivitas Makan sebagai Proses Sensorik

Makan adalah aktivitas indera yang bisa membangkitkan emosi dan gairah. Ditinjau dari sudut pandang meditasi, setiap jari tangan merupakan perwakilan dari lima elemen meditasi. Secara detailnya:

  • Ibu jari berhubungan dengan ruang kosong.
  • Jari telunjuk berhubungan dengan udara.
  • Jari tengah berhubungan dengan api.
  • Jari manis berhubungan dengan air.
  • Jari kelingking berhubungan dengan bumi.

Bila kita menikmati makan dengan tangan, maka keseluruhan proses akan merangsang kelima elemen tersebut sehingga dapat membantu memberi energi pada makanan yang akan dimakan. Hal ini penting untuk menjaga agar semua elemen tetap seimbang dan tetap sehat.

Selain itu, indra peraba, penciuman, pendengaran, penglihatan dan perasa menjadi lebih aktif. Stimulasi kelima indera membuat kita lebih sadar akan rasa, tekstur dan aroma makanan.

2.  Sebagai Sensor Alami

Bila kita makan dengan sendok atau garpu dan memasukkan makanan langsung ke mulut, maka alam bawah sadar kita tidak dapat merasakan suhu atau tekstur makanan sebelumnya. Inilah sebabnya mengapa kita sering berakhir megap-megap ketika makan makanan yang terlalu panas.

Tapi lain halnya ketika kita makan dengan tangan, ujung saraf pada jari akan merasakan suhu makanan dan secara efektif mencegah kita membakar lidah karena kepanasan. Ujung saraf akan mengirim sinyal ke otak tentang kondisi makanan yang akan kita makan. Hal ini memicu pelepasan enzim pencernaan dan zat-zat yang tepat untuk membantu kita mencicipi makanan dengan lebih baik.

3. Meningkatkan Kinerja Pencernaan

Ada bakteri “baik” dan juga “buruk” di telapak tangan dan jari-jari tangan kita. Bakteri yang baik akan melindungi kita dari virus-virus berbahaya  dan menjaga kesehatan mulut, tenggorokan, usus dan sistem pencernaan. Namun sayangnya, bila kita makan dengan sendok dan garpu, bakteri ini tidak akan sampai ke usus.

Di sisi lain, saat kita makan dengan tangan, bakteri dari jari-jari berpindah ke mulut dan ditelan dan berjalan ke bagian tubuh yang berbeda. Proses ini membantu memperbaiki pencernaan di usus dan mencegah penumpukan bakteri berbahaya di usus.

Tak hanya itu, saat kita menyentuh makanan dengan tangan, sebuah sinyal dikirim ke pikiran untuk melepaskan cairan pencernaan dan enzim. Bergantung pada jenis makanan, pikiran mengatur agar metabolisme bekerja sesuai, yang dibutuhkan untuk pencernaan yang lebih baik. Sistem pencernaan yang sehat penting untuk kesehatan tubuh dan pikiran.

4. Mengurangi Risiko Diabetes Tipe 2

Menggunakan garpu dan sendok bisa membuat makan lebih mudah dan cepat. Namun tahukah anda jika hal ini juga bisa menyebabkan ketidakseimbangan gula darah dalam tubuh, yang pada akhirnya mengakibatkan meningkatnya risiko terserang diabetes tipe 2.

Sebuah studi tahun 2012 yang diterbitkan oleh European Society of Endocrinology melaporkan bahwa orang-orang yang terburu-buru dalam mengunyah makanannya berisiko 2,5 kali lebih mungkin menderita diabetes tipe 2 daripada mereka yang makan dengan lebih santai dan meluangkan cukup waktu untuk mengunyah makanan mereka.

Nah setelah kita tahu bahwa makan dengan cepat dapat meningkatkan risiko diabetes, sudah saatnya kita mulai beralih ke metode makan yang lebih santai yaitu dengan cara makan menggunakan tangan. Saat makan menggunakan tangan, kita biasanya akan memasukkan lebih sedikit makanan ke dalam mulut. Kita juga akan makan lebih lambat dibandingkan makan menggunakan peralatan makan.

Makan lebih lambat juga menyebabkan pencernaan lebih baik dan mempersiapkan perut untuk mengetahui bahwa kita sudah kenyang, sehingga membuat kita makan lebih sedikit.

(Baca juga: 11 Makanan yang Menjadi Pantangan Penderita Diabetes)

5. Makan Lebih Fokus

Makan dengan alat makan adalah sejenis proses mekanis, dan kita seringnya tidak terlalu memperhatikan apa atau berapa banyak yang kita makan. Selain itu, mungkin banyak di antara kita yang makan sambil mengerjakan hal lain, seperti menonton TV, bermain ponsel atau membaca majalah. Banyak yang tidak memberi perhatian penuh atau fokus pada saat makan. Hal ini berimbas pada makanan yang kita makan, secara tidak sadar kita akan makan lebih banyak dari yang seharusnya.

Sebuah penelitian tahun 2008 yang dipublikasikan di British Medical Journal melaporkan bahwa makan sampai kenyang dan makan dengan cepat meningkatkan risiko obesitas seseorang.

Namun, ketika kita makan dengan tangan, kita akan lebih memperhatikan apa yang kita makan dan kita akan lebih sadar akan seberapa banyak makanan yang dimakan. Dan tentunya akan sulit untuk melakukan kegiatan lain saat tangan kita sedang sibuk makan bukan.

Aktivitas makan tanpa memperhatikan makanan ini ditengarai juga menjadi salah satu penyebab kenaikan berat badan. Tentunya ini akan mempersulit Anda yang sedang diet dan ingin menurunkan berat badan Anda.

6. Lebih Higienis

Meskipun ada orang-orang tertentu yang menganggap bahwa makan dengan tangan adalah kebiasaan yang jorok dan tidak higienis, kenyataannya justru sebaliknya. Orang yang terbiasa makan dengan tangan mereka akan selalu mencuci tangan sebelum menikmati makanan. Secara langsung pun kita akan lebih mudah mengetahui kualitas kehigienisan tangan kita dibanding peralatan makan seperti sendok dan garpu yang akan kita pakai. Apalagi kita tidak tahu bagaimana sendok-sendok tersebut dicuci.

Selain itu, kita akan lebih memperhatikan kebersihan tangan dengan cara mencuci tangan beberapa kali dalam sehari. Kebersihan tangan ini jika dipraktikkan secara rutin akan membasmi bakteri jahat yang ada di tangan. Tapi lain halnya dengan sendok, garpu dan peralatan lainnya, yang seringkali dicuci dengan cepat dan tidak selalu dibersihkan dengan seksama.

Tips Tambahan

Berikut tips tambahan untuk Anda supaya manfaat makan dengan tangan lebih dirasakan, yaitu:

  • Sebelum dan sesudah makan, pastikan untuk selalu mencuci tangan dengan saksama dengan sabun cuci tangan.
  • Potong makanan yang besar sesuai dengan kebutuhan, sehingga Anda bisa mengambil makanan dengan mudah dengan tangan Anda.
  • Saat makan dengan tangan, hindari duduk membungkuk. Usahakan untuk duduk tegak, dan jangan sampai siku Anda di atas meja.
  • Saat makan dengan tangan, ambillah porsi makan secukupnya untuk menghindari kelebihan makan.

Demikianlah manfaat makan dengan tangan yang tidak banyak diketahui. Semoga pembaca dapat menerapkan makan dengan tangan dalam kehidupan sehari-hari dan mulai merasakan manfaat makan dengan tangan ini dan hidup dengan lebih sehat.

mari kita berteman di

Situs ini hanya sebagai sumber informasi, tidak boleh dianggap sebagai nasihat medis, diagnosis ataupun anjuran pengobatan. Baca disclaimer