Cara Benar Mencukur Bulu Ketiak dengan Aman

Mencukur bulu ketiak kelihaatannya memang mudah, namun faktanya, kulit ketiak bersifat lebih sensitif sehingga mudah sekali iritasi. Itulah mengapa kita harus hati-hati dalam melakukannya, sehingga cara benar dalam mencukur bulu ketika harus Anda kuasai.

Memang ada banyak pilihan untuk menghilangkan bulu ketiak. Apakah dengan waxing, mencabut, atau mencukurnya. Setiap cara yang disebutkan tadi pasti memiliki plus-minusnya sendiri-sendiri.

Waxing misalnya, meski praktis dan cepat, namun sensasinya bisa menyakitkan. Sedangkan mencabut membutuhkan ketelatenan dan waktu yang lebih lama. Dan karena dianggap lebih praktis, maka kebanyakan orang lebih memilih cara mencukur untuk menghilangkan bulu ketiaknya.

Sepintas, cara mencukur bulu ketiak tampaknya sepele saja. “Kan tinggal cukur saja, terserah mau dari atas ke bawah atau sebaliknya, yang penting bulunya hilang”.

cara mencukur bulu ketiak

Faktanya, hasil cukur bisa berbeda dan jauh dari harapan. Bukannya mulus, kulit ketiak malah iritasi dan ditumbuhi benjolan merah setelah dicukur. Hal ini masuk akal, mengingat kulit ketiak sifatnya lebih sensitif sehingga mudah sekali iritasi.

Jika kulit ketiak sering iritasi, maka inilah yang menyebabkan warnanya jadi hitam. Namun kalau Anda menggunakan alat yang tepat dan bersedia menyiapkan kulit lebih dulu sebelum dicukur, maka iritasi semacam ini bisa diminimalisir.

Siapkan Kulit Ketiaknya Lebih Dulu

Kalau bulu ketiak panjang, maka Anda bisa mengguntingnya lebih dulu supaya lebih pendek sebelum mencukurnya. Setelah itu, terapkan beberapa persiapan berikut ini pada kulit ketiak sebelum mencukur bulunya.

1. Aplikasikan Minyak

Mengaplikasikan pelembab ke kulit ketiak bisa mengurangi risiko iritasi saat proses mencukur nanti. Tapi daripada memilih pelembab biasa, lebih baik gunakanlah produk yang ekstra melembabkan seperti minyak argan atau zaitun. Sebaiknya jangan gunakan minyak kelapa karena teksturnya yang ringan dapat meresap dengan mudah ke kulit.

Oleskan minyak 24 jam sebelum mencukur supaya itu bisa meresap lebih maksimal, sebaiknya lakukan sebelum tidur. Dan karena tekstur minyak dapat menodai baju, maka kenakan baju tidur lama saja setelah mengaplikasikannya ke ketiak.

2. Cukur saat Malam Hari

Anda mungkin terbiasa mencukur bulu ketiak kapanpun ada waktu dan kesempatan. Padahal waktu terbaik untuk menghilangkan bulu ketiak adalah saat malam hari, itu pun kalau Anda ingin hasil kulit yang mulus.

Mencukur merupakan proses yang tak hanya menghilangkan bulu saja, namun juga beberapa lapisan pelindung kulit. Karenanya, kulit tampak mudah iritasi dan rawan terhadap infeksi setelah dicukur.

Menghilangkan bulu ketiak saat malam merupakan pilihan terbaik karena setelahnya kulit punya waktu untuk ‘tenang’ sebelum Anda mengaplikasikan deodoran atau produk lainnya keesokan paginya. Mencukur bulu ketiak di malam hari juga lebih leluasa karena Anda tidak terburu-buru sehingga meminimalisir kesalahan.

Jadi kalau selama ini Anda mendapati kulit ketiak bereaksi terhadap deodoran, body spray, atau parfum setelah proses pencukuran, maka gantilah waktu mencukur ke malam hari, saat dimana kulit ketiak tidak terekspos produk-produk tersebut.

3. Kikis Sel Kulit Matinya

Kapanpun Anda hendak mencukur, lebih baik lakukan dulu exfoliating agar sel kulit matinya terkikis. Ini bisa membuat bulu ketiak lebih mencuat ke permukaan sehingga semakin mudah saat mencukurnya nanti. Gunakan produk scrub yang lembut untuk mengikis sel kulit mati di ketiak sebelum mencukur.

Saat menggosok ketiak, lakukan dengan gerakan melingkar dan pastikan mengenai seluruh area kulit ketiak. Kalau Anda ingin menggunakan scrub alami, maka pakai saja campuran dari 2 sdm gula, 1 sdm madu, dan 1 sdt air lemon.

4. Biarkan Kulit tetap Basah

Sebelum mengambil alat cukur, penting sekali untuk membasahi lebih dulu kulit ketiaknya. Percikan air hangat tak hanya dapat mengembangkan kulit, namun juga bisa memperhalus tekstur bulu ketiak sehingga lebih mudah dicukur.

Waktu mencukur bulu ketiak paling mudah adalah saat mandi, yakni tepat ketika ritual mandi berakhir. Lagipula setelah mandi, ketiak juga masih dalam keadaan bersih sehingga proses mencukur jadi lebih mudah.

5. Oleskan Gel/ Krim Cukur

Kalau membubuhkan pelembab sehari sebelumnya bisa mengurangi risiko iritasi, maka aplikasi krim cukur memiliki fungsi tambahan yaitu memastikan pisau cukur meluncur dengan mudah di atas permukaan kulit. Karenanya sebelum mencukur, aplikasikan dulu krim cukur ke ketiak untuk meminimalisir iritasi.

Namun untuk kulit ketiak yang rawan iritasi, pilih krim yang memang diformulasikan untuk kulit sensitif. Anda juga bisa menggunakan sabun pembersih wajah bentuk foam yang teksturnya ringan sebagai pengganti shaving cream.

Gunakan Pisau Cukur dengan Tepat

alat mencukur bulu ketiak

Berhasil-tidaknya cara mencukur bulu ketiak juga ditentukan dari kualitas pisau cukur yang dipakai.

1. Pilih Alat Cukur yang Tepat

Agar hasilnya mulus, maka Anda tidak bisa menggunakan alat cukur yang sudah tumpul. Pakailah yang pisau cukurnya masih tajam dan bila memungkinkan pilih alat cukur dengan pisau ganda atau lebih dari 1. Jika bingung harus memilih yang mana, beli saja alat cukur yang memang didesain untuk ketiak. Jadi baca dulu kemasannya baik-baik sebelum membeli.

Untuk memastikan kalau alat cukur yang dipakai selalu tajam dan bersih, ganti setelah 4-5 kali digunakan. Carilah alat cukur yang pegangannya terbuat dari karet karena lebih mudah digenggam.

2. Tarik Kulit

Ketika Anda sudah siap untuk menggerakkan alat cukurnya, maka tarik kulit ketiak dengan erat agar permukaan kulit yang mau dihilangkan bulunya lebih rata. Usahakan tidak ada kulit yang mengerut atau terlipat.

Karena mungkin sulit untuk menarik kulit ketika hanya ada 1 tangan yang bebas selagi mencukur (dan itu sedang memegang alat cukur), maka rentangkan tangan semaksimal mungkin di atas bahu, atau tekuk siku sehingga posisi tangan melingkar di atas kepala sambil menyentuh telinga.

3. Pastikan Arah Mencukurnya juga Tepat

Karena arah tumbuh bulu ketiak cenderung tidak beraturan, maka Anda perlu mengarahkan alat cukur ke berbagai arah agar hasilnya maksimal. Mulailah dengan menggerakkan alat cukur ke bawah, lalu menyamping. Saat menggerakkan alat cukurnya, tekan sekeras mungkin sebab kalau sentuhannya terlalu ringan, maka itu bisa terselip dan kulit jadi tersayat.

Anda juga perlu mengamati arah pertumbuhan rambut, lalu cukur dengan arah berlawanan. Misalnya, arah pertumbuhan bulu ketiak ke atas, maka cukurlah ke arah bawah. Namun aturan ini tak berlaku untuk pemilik kulit sensitif karena metode berlawanan arah ini bisa menyebabkan iritasi.

4. Bilas Alat Cukur Sesering Mungkin

Setiap kali Anda selesai menggerakkan alat cukurnya ke satu arah, maka itu akan mengikis krim cukur, rambut, sel kulit mati, dan kotoran di atas kulit lainnya. Oleh karenanya, selalu bilas alat cukur setiap kali selesai digerakkan ke arah tertentu agar mata pisaunya tetap tajam dan bebas residu. Mencukur dengan pisau dalam keadaan kotor atau penuh, juga bisa menyebarkan bakteri yang memicu iritasi atau infeksi lain.

Perawatan Setelah Mencukur Bulu Ketiak

Setelah proses mencukur bulu ketiak selesai, maka bukan berarti tak ada lagi hal yang perlu dilakukan. Anda masih harus melakukan perawatan usai mencukur bulu ketiak. Caranya?

1. Oleskan Pelembab

Sekali lagi, proses mencukur bisa membuat kulit rentan terhadap iritasi karena lapisan pelindungnya hilang. Oleh sebab itu, untuk menenangkannya, oleskan pelembab usai mencukur. Lebih baik gunakan losion atau krim yang tidak disertai wewangian untuk mencegah iritasi. Anda juga bisa menggunakan minyak kelapa sebagai pelembab alami.

Beberapa deodoran juga mengandung pelembab, seperti minyak alpukat, minyak biji bunga matahari, atau gliserol. Kalau Anda punya, maka gunakan produk ini saja sebagai ganti pelembab. Namun hindari deodoran yang kandungan bahannya terlalu keras seperti alkohol atau pewarna. Bahan ini dapat mengiritasi kulit bahkan setelah Anda mengoleskan pelembab.

2. Cegah Iritasi atau Ingrown Hair

Jika Anda rawan mengalami ingrown hair (rambut tumbuh ke dalam berupa benjolan hitam) di area ketiak, maka coba cegahlah sebelum itu terjadi. Ada berbagai produk yang dirancang khusus untuk mencegah ingrown hair yang bisa Anda oleskan setelah mencukur.

Produk ini mengandung bahan exfoliating seperti salisilat (salicylic) atau asam glikolat (glicolic acid), yang dapat mengangkat sel kulit mati sehingga rambut takkan terperangkap di bawah kulit.

Untuk pemilik kulit sensitif, lebih baik hindari produk tipe leave-on (yang tidak perlu dibilas). Sebaliknya, gunakan sabun yang mengandung asam salisilat. Sabun semacam ini perlu dibilas dan takkan mengendap terlalu lama di kulit sehingga kemungkinan iritasi bisa dicegah.

3. Kenakan Baju yang Tepat

Kalau kulit ketiak iritasi dan ditumbuhi benjolan merah setelah mencukur, maka pakaian yang dikenakan bisa jadi salah satu penyebabnya. Busana ketat yang terbuat dari bahan sintetis cenderung menahan keringat serta kotoran, sehingga potensi pertumbuhan bakteri jadi meningkat.

Lebih baik, kenakan pakaian longgar yang terbuat dari bahan nyaman dan breathable seperti katun, linen, dll, sehingga area ketiak mendapatkan sirkulasi maksimal. Tips terakhir adalah, pastikan untuk membersihkan juga ketiak setiap kali mandi agar bakteri tak mudah berkembang biak di area tersebut.

DISKUSI TERKAIT

mari kita berteman di

Situs ini hanya sebagai sumber informasi, tidak boleh dianggap sebagai nasihat medis, diagnosis ataupun anjuran pengobatan. Baca disclaimer