Cara Menghilangkan Lemak di Paha Dalam Waktu Singkat

Sebenarnya, tidak ada cara menghilangkan lemak di paha yang bisa kita lakukan, entah itu melalui olahraga ataupun diet. Namun, tetaplah baca ulasan di bawah ini untuk mencari tahu bagaimana cara mengecilkan paha sehingga terlihat lebih langsing dari sebelumnya. Mau?

Tampilan paha yang besar bahkan bergelambir memang kurang sedap dipandang mata. Anda pun jadi terbatas dalam memilih jenis bawahan yang ingin dipakai karena harus berusaha menutupi besarnya paha agar dapat tersamarkan.

Kita tahu bahwa paha tersusun dari kulit, lapisan lemak, otot-otot, pembuluh darah, getah bening dan tulang. Dari sekian banyak struktur, yang paling mempengaruhi ukuran paha adalah lemak dan otot. Jika besarnya karena otot, maka paha akan telihat bagus dengan strukturnya yang menawan. Namun jika yang besar disebabkan oleh timbunan lemak, maka akan terlihat bergelambir dan tidak menarik. Oleh sebab itu, cara mengecilkan paha di sini bertujuan untuk mengurangi timbunan lemak dan membentuk otot-otot paha.

Meski lemak di paha mungkin tak bisa dihilangkan 100%, namun Anda dapat mengurangi timbunannya. Jadi istilah menghilangkan lemak di sini memiliki maksud mengurangi timbunan lemak dengan tujuan bisa mengecilkan paha.

Berbagai Tips Menghilangkan Lemah di Paha

Berikut cara menghilangkan timbunan lemak di paha:

1. Olahraga Kardio

Membakar kalori merupakan kunci pokok bila Anda ingin mengurangi lemak di bagian tubuh manapun. Dan olahraga kardio yang membuat jantung berdetak lebih kencang dapat mewujudkan itu.

Anda tinggal memilih jenis olahraga mana yang disukai, apakah itu bersepeda, berlari, atau lompat tali. Selain paha, saat melakukan beberapa contoh olahraga di atas, kaki juga bakal jadi targetnya sehingga menjadi slim juga.

Agar hasilnya nampak, lakukan olahraga kardio selama 60 menit, 5x seminggu.

2. Naik ke tempat yang tinggi

Kalau olahraga yang Anda pilih bersepeda, maka jangan cuma mengayuhnya di lahan yang datar saja. Carilah kawasan yang lebih tinggi dan kayuhlah sepeda mendaki ke area berbukit-bukit tersebut.

Anda yang berlari juga bisa menantang diri lebih lagi dengan berlari naik tangga. Jangan hanya berlari di jalanan datar atau bahkan menurun.

Tak hanya memacu detak jantung dan membakar kalori lebih banyak, aksi mendaki atau naik ke tempat yang lebih tinggi ini juga dapat membentuk paha, hamstring, dan kaki menjadi lebih kencang.

3. Lakukan juga olahraga pembentukan

Meski kurus, namun tentunya Anda ingin mempunyai kaki dan paha yang kuat juga kan? Oleh sebab itu, sambil mengikis lemak melalui kardio, jangan lupa lakukan juga gerakan yang dapat membentuk serta menguatkan otot paha (dalam dan luar), hamstring, serta pantat.

4. Jangan lupa sarapan

Mengapa kita sebaiknya tidak melewatkan sarapan? Alasannya sederhana, sarapan membuat sistem metabolisme aktif kembali sehingga dapat membantu mengurangi lemak tubuh.

Dalam menentukan menu sarapannya, ada baiknya Anda tidak memilih makanan manis. Lebih baik konsumsi makanan yang kaya protein dan serat, khususnya dari jenis karbohidrat kompleks.

Biarkan protein memberikan energi sehingga Anda bersemangat untuk melakukan kardio di pagi hari. Dan sebagai bonus tambahannya, protein juga dapat membantu membentuk otot tubuh. Sementara karbohidrat kompleksnya akan membuat Anda kenyang lebih lama dan tetap berenergi.

5. Sering ngemil

Cara menghilangkan lemak di paha yang mungkin cukup kontras adalah sering-seringlah ngemil. Hal ini tentu aneh mengingat banyak yang bilang kalau ngemil justru bikin gemuk.

Sebenarnya yang salah bukan kegiatan ngemilnya, namun jenis makanan apa yang kita pilih saat itu. Jika Anda makan snack berprotein dan kaya serat yang kalorinya masih di bawah 150 pada setiap beberapa jam sekali, maka itu bagus. Karena pilihan tersebut bisa menghindarkan rasa lapar yang biasanya berujung pada makan berlebihan.

6. Catat apa yang Anda makan

Cara menghilangkan lemak di paha satu ini memang agak merepotkan. Namun demi hasil terbaik, tidak mengapa kan kalau dilakukan saja?

Faktanya, Anda tidak bisa kurus hanya dengan olahraga saja. Penting juga untuk memangkas asupan kalori harian. Agar tak sampai kecolongan, Anda bisa membuat jurnal khusus.

Sebuah studi mendapati mereka yang mencatat asupan makanannya selama 6 hari dalam seminggu mengalami penurunan berat badan 2x lebih banyak daripada yang tidak pernah atau hanya mencatat 1 hari saja.

Secara matematika, bila ingin menurunkan 1/2 kg saja, maka Anda harus mengurangi 500 kalori per hari – 250 lewat olahraga dan 250 lagi melalui makanan. Yang pasti, jangan sampai kalori sehari-hari kurang dari 1200 sebab Anda tetap butuh energi untuk banyak kegiatan.

Selanjutnya, Anda pun bisa melakukan diet, seperti:

7. Minum banyak air

Ketika haus melanda, ada baiknya Anda memilih air putih ketimbang jenis minuman lainnya yang cenderung mengandung kalori tambahan.
Air putih tak hanya 0 kalori, namun muatan H2O-nya bisa membuat tubuh tetap terhidrasi sekaligus membantu menurunkan berat badan.

Jadi bawalah botol minum kemana-mana dan minumlah sesering mungkin, terutama sebelum makan agar tidak berlebihan.

8. Cukup tidur

Cukup tidur juga dapat membantu menurunkan berat badan. Hal ini dikarenakan rasa kantuk akibat begadang semalam, bisa membuat seseorang ingin makan lebih banyak. Kurang tidur juga membuat seseorang merasa terlalu lelah untuk berolahraga.

9. Jangan abaikan faktor genetik

Oke, Anda sudah mencoba deretan tips di atas setekun mungkin, namun hasilnya mungkin masih belum memuaskan. Penyebabnya bisa jadi karena faktor genetik.

Bila nenek, ibu, tante, atau saudari dikaruniai bentuk tubuh mirip buah pear (bagian bawah tubuh lebih besar ketimbang atas), maka besar kemungkinan Anda juga. Dalam hal ini, usaha sekeras apapun tak bisa mengubah bentuk tersebut.

Baca juga: 8 Cara Mengecilkan Paha Paling Efektif

Akan tetapi jangan menyerah, tetap lakukan saja cara menghilangkan lemak di paha yang kami sarankan semaksimal mungkin, dan jangan terlalu stres dengan hasilnya. Tetap syukuri tubuh, termasuk bentuk paha, yang sudah Anda miliki. Yang penting tetap sehat kan?!

mari kita berteman di

Situs ini hanya sebagai sumber informasi, tidak boleh dianggap sebagai nasihat medis, diagnosis ataupun anjuran pengobatan. Baca disclaimer