Cara Meningkatkan Daya Ingat Agar Tak Mudah Lupa

Lupa merupakan suatu kenikmatan, karenanya kita mampu membuang ingatan buruk. Namun bila merujuk pada kemampuan bertukar informasi dan rencana realistis yang berkelanjutan, maka daya ingat kuat menjadi kebutuhan yang tak bisa ditolerir. Pahami lebih dalam mengenai beragam cara meningkatkan daya ingat pada otak berikut ini.

cara meningkatkan daya ingat

Otak adalah organ tubuh manusia yang memegang berbagai kendali penting, baik dalam hal pengaturan terhadap pikiran maupun gerak tubuh. Bekerja lebih aktif 24/7 dibandingkan dengan organ tubuh lainnya, sekalipun pemiliknya berada dalam kondisi tidur.

Setiap manusia pada dasarnya dikaruniai otak dengan kemampuan daya ingat yang amat mengagumkan. Apa yang dipikirkan, sentuh, cium, lihat, dengar dan rasakan akan terekam secara mendalam di otak. Sayangnya, kemampuan ini akan semakin menurun seiring bertambahnya usia dan akan terjadi lebih cepat ihwal sejumlah kebiasaan buruk.

Meski demikian, sebenarnya kemampuan daya ingat otak dapat dilipatgandakan karena setiap harinya otak memiliki kesempatan untuk menumbuhkan -sel baru dan membentuk koneksi saraf baru. Asalkan kita mampu memberikan apa yang dibutuhkannya. Mulai dari makanan bergizi tinggi, menjauhi stres hingga menjadi pribadi yang lebih aktif.

Berikut cara meningkatkan daya ingat selengkapnya:

1. Terapkan Diet Rendah Karbohidrat Olahan

Asupan karbohidrat sederhana dan makanan olahan tinggi gula seperti nasi putih, mie, biskuit, junk food, permen, kue dan minuman bersoda haruslah dibatasi sebagai salah satu cara meningkatkan daya ingat.

Pasalnya, selain terkait erat dengan timbulnya beragam masalah kesehatan dan penyakit kronis seperti jantung dan diabetes, asupan berlebih makanan jenis ini juga diketahui dapat mengurangi volume otak dan menyebabkan penurunan memori.

Sebagai gantinya, perbanyaklah konsumsi sumber makanan yang kaya akan asam lemak omega-3 dan beragam jenis buah juga sayuran yang dikemas dengan senyawa antioksidan didalamnya seperti alpukat, buah berry, brokoli, seledri dan lainnya. Dengan demikian, kebutuhan otak yang begitu rakus akan bahan bakar dapat terpenuhi secara optimal.

2. Jauhi Stres, Berbahagialah Selalu

Stres menjadi salah satu musuh terbesar bagi sejumlah organ tubuh, tak terkecuali otak. Jika tak kunjung teratasi, stres kronis mampu menimbulkan kekacauan dan mendatangkan malapetaka bagi otak. Dimana sel-sel otak lambat laun akan mengalami kematian dan hippocampus – bagian otak yang berperan penting dalam pembentukan dan pengambilan memori episodik maupun kontekstual pada manusia, akan rusak.

Meski tak dapat dihindari, setidaknya manusia harus mampu mengelola stres dengan baik agar tak berubah menjadi predator buas yang siap memangsa kebahagiaan dan kesehatan tubuh keseluruhan.

Cobalah untuk menjadi pribadi yang lebih terbuka ketika mendapati suatu masalah. Habiskan waktu dengan orang-orang terkasih dengan segala hal yang menyenangkan. Lantas lakukan meditasi atau pendekatan intim pada Sang Pencipta yang terbukti ampuh dalam meningkatkan kepadatan materi abu-abu (gray matter) dan memori kerja spasial otak.

3. Ciptakan Tidur Malam yang Berkualitas

Kualitas tidur yang buruk berdampak pada terganggunya konsolidasi memori, suatu proses di mana memori jangka pendek diperkuat dan ditransfer menjadi memori jangka panjang. Imbasnya akan terjadi penurunan daya ingat dan proses belajar.

Lebih jauh, kurang tidur secara signifikan mampu mengurangi kepadatan dendrit di otak besar dan memicu pembentukan protein beracun di otak yang disebut beta-amiloid. Dimana protein tersebut memiliki kaitan dengan penyakit Alzheimer dan hanya dapat dihilangkan melalui perantaraan tidur yang berkualitas di malam hari.

Karena itu, para pakar kesehatan merekomendasikan orang dewasa untuk tidur selama 7-9 jam per malam guna menunjang kinerja memori yang baik sekaligus mencapai kesehatan tubuh yang optimal.

Sebelum tidur, matikan lampu kamar dan hindari cahaya biru yang dipancarkan oleh TV, ponsel dan komputer guna meningkatkan melatonin, hormon pemicu kantuk. Lantas pergilah tidur pada waktu yang sama setiap malam dan bangunlah pada waktu yang sama di setiap paginya.

4. Pelajari Keterampilan yang Baru

Tak hanya fisik, otak juga perlu untuk terus distimulasi dan dilatih agar tetap berada pada kemampuan terbaiknya. Semakin sering dilatih, maka akan semakin baik pula dampaknya terhadap fungsi dari pengolahan informasi dan memori di otak.

Tak cukup sekedar mencoba aplikasi atau memainkan game asah otak di perangkat smartphone saja. Lebih dari itu, seseorang harus mampu mencoba keterampilan baru diluar zona nyaman yang telah terbentuk sebelumnya.

Misalnya dengan berlatih alat musik, membuat tembikar, mempelajari bahasa asing, menulis, bermain catur dan berbagai hal lainnya yang mampu meningkatkan daya ingat, membuat diri tertantang dan belum pernah dilakukan sebelumnya.

Memulai hobi baru atau pun menciptakan suatu karya seni dapat merangsang imajinasi yang dapat meningkatkan kejelian juga daya ingat. 

5. Jadilah Pribadi yang Lebih Aktif

Berkeringat dengan rutin berolahraga tak hanya bermanfaat bagi kesehatan fisik tubuh, namun dapat pula diterapkan sebagai salah satu cara meningkatkan daya ingat. Ada banyak alasan yang melatarbelakangi betapa pentingnya olahraga bagi kesehatan otak.

Pertama, olahraga mampu meningkatkan suplai oksigen ke otak dan meminimalisir risiko penyakit yang mampu memengaruhi daya ingat, seperti diabetes dan penyakit jantung. Kedua, olahraga memainkan peran penting dalam neuroplastisitas dengan meningkatkan faktor pertumbuhan dan merangsang koneksi saraf baru.

Terakhir, olahraga menjadi sarana terbaik dalam menjernihkan pikiran dan meredakan stres. Sekaligus dapat membantu mempertahankan berat badan ideal sehingga terhindar dari kegemukan yang merupakan salah satu faktor risiko penurunan fungsi kognitif.

6. Bangun dan Pertahankan Kehidupan Sosial

Ada satu cara yang tak patut dikesampingkan peranannya dalam meningkatkan daya ingat, yakni dengan tetap terus menyambung silaturahmi maupun interaksi pada orang-orang sekitar. Bukan tanpa sebab, berdasarkan dari banyak penelitian, mereka yang memiliki kehidupan sosial paling aktif ternyata mengalami tingkat penurunan memori yang paling lambat dibanding mereka yang individualistis.

Bahkan percakapan tatap muka yang hanya berlangsung 10 menit saja terbukti dapat menghasilkan peningkatan memori yang terukur. Lebih-lebih lagi bila dapat terus berkumpul dan tertawa bersama yang dampaknya dapat menekan hormon stres dan meningkatkan hormon bahagia.

Sekedar berkirim pesan atau email lewat ponsel tidak memberikan nilai kognitif yang sama seperti percakapan tatap muka.

Tak peduli berapapun usia kita saat ini, tingkatkan terus daya ingat yang dimiliki dengan mengikuti beragam panduan di atas. Lakukan dengan benar dan konsisten sebagai langkah berkelanjutan. Tenangkan pikiran dan beristirahatlah ketika sudah merasa lelah sebagai cara dalam menekan tombol ‘reset’ pada otak.

Lihat sumber
Baca juga