Cara Merawat Luka Khitan Agar Cepat Kering

Khitan atau sunat merupakan salah satu tindakan operasi untuk menghilangkan kulup atau prepusium yang menutupi kepala mister P hingga bagian lehernya. Seperti halnya operasi lainnya, khitan juga meninggalkan luka jahitan. Luka khitan ini harus dirawat dengan tepat agar penyembuhan berjalan dengan cepat tanpa penyulit.

Jika ananda baru saja selesai disunat, maka orang tualah yang harus merawatnya di rumah. Untuk itu, bekalilah diri dengan pengetahuan bagaimana cara merawat luka khitan yang benar sesuai standar kesehatan agar lukanya cepat kering dan sembuh.

Pada prinsipnya setiap luka akan sembuh sendiri, kecuali ada penyulit berupa infeksi. Inilah penyulit utama yang ditakuti, tidak hanya menimbulkan nanah serta nyeri berkepanjangan, infeksi juga membuat luka lambat sembuh bahkan dapat membahayakan tubuh secara keseluruhan.

cara merawat luka khitan sunat

Berikut langkah-langkah merawat luka khitan agar cepat sembuh tanpa infeksi:

1. Minum obat 

Sebelum dikhitan, dokter memberikan obat bius lokal yang langsung disuntikkan pada saraf-saraf yang menuju kulit preputium yang hendak dipotong. Obat bius ini sangat penting guna menghilangkan rasa nyeri selama proses khitan hingga beberapa menit – jam setelahnya. Ketika efek bius sudah hilang, maka pasien akan merasakan kesakitan.

Untuk itu, dokter membekali beberapa obat, setidaknya terdiri dari analgesik, antibengkak dan radang, serta antibiotik. Ketiga obat ini sebaiknya segera diminum tepat setelah proses khitan selesai. Tujuannya agar anak tidak merasakan sakit akibat jeda hilangnya bius dengan minum obat analgesik.

Perlu dijelaskan bahwa algesik adalah obat antinyeri, sedangkan antibiotik berfungsi untuk mencegah infeksi. Antibiotik harus dihabiskan, sedangkan yang lainnya cukup diminum sesuai keluhan. Jadi, pastikan Anda telah mengetahui masing-masing jenisnya dan pastikan pula untuk mengonsumsinya sesuai arahan dokter.

2. Istirahat

Umumnya dokter menutup luka khitan dengan kasa yang sebelumnya telah diolesi dengan cream antibiotik, atau istilahnya diperban. Kasa ini bertujuan untuk melindungi luka tersebut agar tidak mudah tercemar dengan lingkungan sekitar. Juga berguna untuk menyerap rembesan darah apabila terjadi.

Meskipun demikian, beberapa dokter tidak menggunakan kasa untuk menutupi luka khitan dengan alasan tak ada perdarahan. Jadi, cream antibiotik langsung dioleskan pada luka jahitan sunat. Hal ini tidaklah mengapa.

Istirahat setelah disunat mutlak diperlukan, guna menenangkan si anak, baik fisik ataupun mentalnya. Meskipun ketika ia tidak merasakan kesakitan atau trauma sedikit pun.

3. Hindari aktifitas berat

Mengingat jahitan baru saja dibuat, perban juga baru dipasang, maka di samping istirahat tentu saja anak tidak boleh melakukan aktifitas fisik yang berat. Misalnya lari-lari, main bola, dan aktifitas sejenis. Hal ini bertujuan untuk menghindari perdarahan, terlepasnya jahitan, ataupun perban.

4. Jaga perban tetap kering dan bersih

Jangan biarkan benda-benda kotor, air, dan sebagainya mengenai perban. Jika hal ini sampai terjadi, maka risiko infeksi akan meningkat, karena bakteri senang dengan lingkungan kotor, basah, dan lembab.

Jadi selalu kenakan pakaian untuk melindungainya, namun pakaian tersebut tidak boleh menyentuh langsung. Oleh sebab itu, untuk menjaga hal ini, maka sebaiknya anak dikenakan celana khusus khitan.

cara merawat luka khitan dengan celana khitan

celana khusus khitan

( ! ) Jangan mengipasi area khitan, guna menghindari pencemaran dari debu atau udara kotor. Jika anak mengeluhkan nyeri, cukup gunakan obat analgesik dari dokter. Konsultasikan kembali apabila obat tidak bekerja.

5. Hindari air seni mencemari luka

Jika air seni tidak boleh mencemari perban, lantas bagaimana cara buang air kecil yang baik?  Pertama-tama siapkan beberapa lembar tissue kering. Ambil posisi buang air kecil seperti biasa, yaitu duduk jongkok. Setelah selesai segera keringkan dengan tisu sebanyak 3 kali.

6. Kenakan pakaian longgar

Mister P yang baru saja disunat tentu terasa nyeri dan lebih sensitif, oleh sebab itu diupayakan agar jangan sampai tersenggol, termasuk oleh pakaian. Di samping itu, pakaian ketat atau terlalu rapat juga membuat aliran darah kurang lancar, kelembapan meningkat, sehingga memperlambat proses penyembuhan.

Itulah mengapa, sejak jaman dahulu anak yang baru saja dikhitan umumnya dipakaikan sarung. Di samping longgar, sarung juga memberi kemudahan ketika harus sering ke toilet ataupun ketika perawatan luka khitan.

7. Tunggu 2-3 hari

Umumnya dokter menganjurkan pasien untuk kontrol pada hari ke tiga setelah sunat. Oleh sebab itu, tidak perlu banyak melakukan upaya merawat luka khitan di rumah, cukup lakukan tips-tips di atas hingga jadwal kunjungan tiba.

8. Persiapan Sebelum Kontrol ke dokter

Pada saat hari ke tiga sebelum kontrol ke dokter, maka ada persiapan yang harus dilakukan. Khususnya bagi yang luka jahitan khitannya dibalut perban. Pada hari ketiga dokter akan membuka perban, melihat ada tidaknya tanda-tanda infeksi dan penyulit lainnya, serta mengevaluasi penggunaan obat.

Agar memudahkan dokter dan meminimalisir rasa sakit saat perban khitan dibuka, maka pasien dianjurkan untuk duduk berendam di air hangat. Rendamlah seluruh bagian kemaluan sekira selama 10 menit. Setelah itu pergilah ke dokter.

9. Ikuti saran dokter

Setelah dokter melakukan pemeriksaan, maka sesuai kondisinya dokter akan menyarankan hal-hal dibawah ini:

  • Ada nanah, berarti terjadi infeksi, mungkin dokter akan mengganti obat antibiotik atau menambah dosisnya.
  • Tidak ada nanah, berarti tidak ada masalah, lanjutkan pengobatan, jaga agar tetap kering dan bersih seperti langkah-langkah sebelumnya.

Anda pun akan diajari bagaimana cara merawat luka khitan di rumah.

10. Rutin membersihkan luka

Cara merawat luka khitan selanjutnya sesuai dengan anjuran dokter. Yang jelas, pada saat ini luka tidak perlu diperban lagi. Jika ternyata masih basah, alias ada cairan yang keluar, maka itu wajar saja. Cukup sediakan kasa steril untuk mengeringkannya (bukan membalutnya).

Kecuali jika di kemudian hari terdapat cairan putih atau kuning kental dan berbau busuk, maka itulah nanah. Nanah mengindikasikan terjadinya infeksi, yang biasanya disertai dengan nyeri dan demam. Jika hal ini terjadi kontrol ulang ke dokter untuk mendapatkan saran lanjutan.

Bila perlu dokter membekali cairan antiseptik atau krim antibiotik untuk diaplikasikan pada luka guna mencegah sekaligus mengatasi infeksi. Perawatan ini dilakukan sehari dua kali setelah mandi.

Ingat, luka khitan yang masih basah sebaiknya jangan terkena air. Beberapa pasien menggunakan gelas sebagai pelindung ketika mandi.

Dengan perawatan yang baik, luka khitan akan berangsur mengering dan sembuh. Umumnya diperlukan waktu 2-4 minggu sampai luka benar-benar kering.

Selama merawat luka khitan di rumah, bisa jadi terjadi hal-hal yang mengharuskan anak untuk segera dibawa ke dokter, diantaranya:

  • Terjadi pendarahan yang tak kunjung berhenti.
  • Mengalami kesulitan buang air kecil.
  • Jahitan terlepas sebelum waktunya (bekas jahitan meninggalkan luka terbuka).
  • Rasa sakit atau pembengkakan penis yang tidak berkurang atau hilang setelah minum obat, atau semakin parah.
  • Ada pembengkakan berwarna biru atau kehitaman.
  • Terbentuk nanah disertai demam.

Demikianlah tips merawat luka khitan atau sunat agar cepat kering dan sembuh, semoga bermanfaat.

DISKUSI TERKAIT