Manfaat Lompat Tali yang Mungkin Belum Anda Ketahui

Meski jenis olahraga yang satu ini tampaknya biasa saja, namun manfaat lompat tali ternyata cukup beragam baik bagi kesehatan fisik maupun psikis. Apa sajakah itu? Mari kita bahas detailnya melalui ulasan berikut ini.

Apa yang Anda pikirkan pertama kali ketika mendengar istilah lompat tali? Apakah itu hanyalah sejenis permainan yang pantas dilakukan anak-anak saja? Untungnya, tidak demikian. Sepintas pandang, lompat tali tampaknya sangat mudah untuk dilakukan. Tinggal pegang talinya dengan kedua tangan, dan mulai saja melompat. Namun begitu mulai dipraktikkan, latihan ini boleh dibilang cukup membuat ngos-ngosan, terutama bagi mereka yang belum terbiasa melakukannya.

manfaat lompat tali

Uniknya, pihak Jump Rope Institute menyamakan dampak 10 menit lompat tali dengan:

  • 30 menit jogging
  • 2 set pertandingan tenis (single)
  • 30 menit badminton
  • Renang 650 meter
  • Permainan golf (18 lubang)

Manfaat Lompat Tali Selengkapnya

Namun guna memetik manfaat lompat tali yang mau lewat berikut ini, pastikan Anda selalu mengenakan sepatu agar telapak kaki tak membentur lantai secara langsung.

  1. Meningkatkan koordinasi tubuh

Lompat tali dapat meningkatkan koordinasi karena membuat otak fokus terhadap apa yang sedang dilakukan kaki. Aksi lompat tali ini bila dilakukan berulang kali bahkan juga dapat membuat kaki terasa ringan dan lebih lincah. Menurut expertboxing.com, “semakin banyak trik dan kreasi yang Anda lakukan ketika melompat dengan tali, maka semakin baik pula koordinasi tubuh.”

  1. Meminimalisir cedera kaki dan pergelangannya

Lompat tali merupakan salah satu latihan yang harus dilakukan oleh olahragawan aktif. Tak sedikit atlet basket, tenis, sepakbola, dan olahraga lain yang kerap mengalami cedera pada pergelangan kakinya.

Lompat tali tak hanya meningkatkan koordinasi kaki, namun juga kekuatannya, khususnya otot di area pergelangan. Menurut Jump Rope Institute,” lompat tali bahkan mengajarkan pada pelakunya untuk mendaratkan kaki dengan benar setelah melompat.”

  1. Membakar kalori

Manfaat lompat tali satu ini tentu sangat jelas. Dibandingkan jogging selama 30 menit, lompat tali dengan rentang waktu yang sama dapat membakar lebih banyak kalori. Science Daily berpendapat,”gerakan aerobik ini bahkan bisa membakar hingga 1300 kalori per jam.”

  1. Praktis, murah, dan menyenangkan

Anda bisa melakukan lompat tali di mana saja dan kapan saja baik saat matahari sedang terik, atau langit sedang mencurahkan hujan (tinggal latihan dalam ruangan kan?). Dalam melakukannya, juga tak diperlukan peralatan yang mahal dan berat, hanya sebuah tali yang memadai.

Dan Anda juga tak perlu menyediakan ruang khusus untuk menyimpan talinya, karena di dalam ranselpun oke.

Anda juga bisa memberdayakan lompat tali sebagai salah satu gerakan pemanasan sebelum bermain basket. Selain itu, bila dilakukan bersama dengan anak-anak atau teman, lompat tali dapat menjadi ajang adu kekuatan dan kreativitas yang menyenangkan.

  1. Meningkatkan kepadatan tulang

Dr. Daniel W.Barry, selaku asisten profesor di Universitas Colorado, Denver, berpendapat bahwa latihan terbaik untuk meningkatkan kepadatan tulang adalah dengan melompat.

  1. Meningkatkan kesehatan kardiovaskular

“Tak hanya baik bagi kaki dan tulang, namun lompat tali juga bisa mendongkrak kesehatan jantung serta paru-paru jika dilakukan sebanyak 3-5 kali per minggu (masing-masing latihan selama 12-20 menit)”, demikian menurut American College of Sports Medicine.

  1. Mendongkrak sistem pernafasan

Kalau Anda mendapati diri sering kehabisan nafas saat bernyanyi, berenang, atau usai melakukan aktivitas berat, maka latih serta tingkatan kemampuan bernafas dengan lompat tali secara rutin.

  1. Mencerdaskan otak

Percaya atau tidak, manfaat lompat tali berikutnya adalah dapat meningkatkan kecerdasan. Menurut Jump Rope Institute, rutin melompat dapat membantu perkembangan otak kanan dan kiri sehingga meningkatkan kesiagaan, kemampuan membaca dan juga mengingat.

  1. Menjadikan pelakunya lebih tenang

Karena lompat tali membuat otak dan tubuh berolahraga bersama-sama, maka petinju yang rutin melakukan lompat tali didapati lebih tenang ketimbang yang tidak. Pihak Jump Rope Institute menyebutnya sebagai perspektif biomekanikal, yang menyeimbangkan antara tubuh, pikiran, dan tali.

  1. Mempercantik tampilan kulit

Ingin memiliki kulit yang lebih glowing serta bebas jerawat? Anda tak harus membayar mahal untuk perawatan khusus di salon. Cukup rutin saja melakukan lompat tali yang dapat meningkatkan sirkulasi darah, mengeluarkan racun, menguatkan organ dalam, membuka pori-pori sehingga kotoran lebih mudah keluar lewat keringat, menyeimbangkan hormon, dan meredakan stres.

  1. Mengefektifkan kinerja sistem limfa

Tak hanya jantung, paru-paru, dan kulit saja yang terkena dampak sehat lompat tali, namun linfa juga. Sistem limfa bertugas mengeluarkan kotoran dan toksin dari darah, namun tak seperti sistem sirkulasi, limfa tak punya ‘pompa’. Oleh karena itu, sistem limfa harus lancar sirkulasinya agar bisa bekerja efektif. Salah satu cara mengefektifkannya adalah dengan lompat menggunakan tali atau di atas trampolin.

  1. Melatih seluruh tubuh

Saat melompat, tampaknya hanya kaki saja yang bergerak aktif. Namun faktanya, ketika melakukan lompat tali, baik perut, lengan, jantung, bahkan pikiran ikut terlatih olehnya.

  1. Menghangatkan tubuh dalam waktu singkat

Saat Anda merasa kedinginan, maka cobalah merasakan manfaat lompat tali dengan cara melompat selama 5 menit. Tubuhpun akan segera hangat setelahnya, sehingga Anda siap untuk melanjutkan aktivitas.

  1. Meningkatkan kreativitas

Dengan lompat tali, Anda dapat memodifikasi gerakan sesuai kemauan. Dan ketika mencoba gerakan ini dan itu, maka tanpa sadar Anda sudah meningkatkan kreativitas.

Jadi tunggu apa lagi, kalau ingin mendapatkan berbagai keuntungan di atas segera ambil tali dan melompatlah. Lalu, rasakan sendiri manfaat lompat tali itu bagi tubuh dan kulit Anda.

 

DISKUSI TERKAIT

mari kita berteman di

Situs ini hanya sebagai sumber informasi, tidak boleh dianggap sebagai nasihat medis, diagnosis ataupun anjuran pengobatan. Baca disclaimer