Manfaat Sinar Matahari dan Efek Sampingnya Bagi Tubuh

Sinar matahari itu seperti dua sisi mata uang yang saling bertolak belakang. Di satu sisi, manfaat sinar matahari pagi sangat banyak untuk kesehatan. Selain merangsang produksi vitamin D, berjemur di bawah hangatnya sinar mentari pagi juga dapat membantu proses penyembuhan penyakit tertentu, menyehatkan kulit dan rambut, serta mendongkrak mood. Tak berhenti sampai di situ, masih banyak manfaat sinar matahari yang lainnya.

Di sisi lain, cahaya matahari jugalah yang sering disebut sebagai penyebab utama penyakit kulit, salah satu yang paling berbahaya adalah kanker. Lantas apa yang membedakan kedua efek sinar matahari ini? Jawabannya adalah “Waktunya”, baik dari segi jam maupun lama paparannya.

manfaat sinar matahari

 

Dibanding pagi atau sore hari, teriknya sinar UV siang memang dianggap kurang baik bagi kulit. Oleh karenanya, kalau Anda ingin memperoleh manfaat maksimal dari cahaya matahari, berjemurlah di bawah cahayanya saat pagi atau sore hari.

Manfaat Sinar Matahari Pagi

Seperti yang disebutkan sebelumnya, ada begitu banyak manfaat manfaat sinar matahari pagi. Dan berikut ini adalah detailnya:

1. Meningkatkan Kadar Vitamin D dalam Tubuh

Ketika terkena paparan sinar UV, maka tubuh akan menghasilkan vitamin D. Vitamin ini biasanya mulai diproduksi ketika cahaya matahari mengubah 7-dehdrocholestorol menjadi vitamin D3. Karena alasan inilah, vitamin D sering juga disebut sebagai “vitamin sinar matahari”.

Kondisi ini otomatis membuat cahaya mentari dapat meningkatkan kesehatan tulang, terutama bagi orang tua, yaitu dengan cara membantu penyerapan kalsium. Sedangkan untuk anak-anak, manfaat sinar matahari pagi dapat membuat tubuh cepat tinggi apalagi kalau dalam keseharian, mereka cukup aktif dalam kegiatan outdoor seperti bermain bola, berkemah, dll.

2. Memperbaiki Kualitas Tidur

Ketika cahaya mentari mengenai mata dalam jumlah yang cukup, maka saraf optik mengirimkan pesan ke otak agar memproduksi melatonin (salah satu hormon yang membantu kita tidur nyenyak). Jadi bukan hanya vitamin D saja yang jadi meningkat kadarnya karena sinar UV, melainkan melatonin juga.

Jika Anda memang mengalami kesulitan tidur, cobalah untuk berjemur di pagi hari, atau bila membutuhkan obat tidur alami cobalah resep berikut: Obat Tidur Alami Paling Ampuh.

3. Mencegah Kanker Prostat

Hasil penelitian menunjukkan, paparan sinar UV berlebih bisa meningkatkan risiko kanker prostat. Maka dari itu tak heran kalau pria Afrika memiliki angka kematian lebih tinggi akibat kanker ini (5-45%). Namun sebaliknya, riset yang diadakan salah satu universitas di California menyebutkan, kurangnya sinar mentari juga bisa meningkatkan risiko kanker prostat. Kesimpulannya, terlalu banyak atau terlalu sedikit sama-sama salah, maka paparan cahaya matahari dalam kadar cukuplah yang justru bisa mencegah kanker prostat.

Baca juga: 10 Ciri-ciri Kanker Prostat yang Harus Diwaspadai.

4. Membantu Mengontrol Kadar Hormon Kortisol

Kortisol merupakan salah satu penyebab stres, makanya hormon ini sering disebut sebagai “hormon stres”. Menurut beberapa ilmuwan, kadar kortisol yang tinggi juga bisa meningkatkan berat badan. Namun untungnya menurut hasil studi dari Universitas Colorado, paparan sinar mentari yang cukup bisa membuat kadar kortisol berkurang.

5. Menyembuhkan Depresi dan SAD

Satu lagi manfaat sinar matahari yang menakjubkan, yaitu meredakan depresi. Para ilmuwan menemukan kalau SAD (seasonal affection disorder) bisa muncul saat seseorang kurang/ jarang terekspos sinar UV. Gangguan mood ini biasanya terjadi selama musim gugur hingga musim dingin, masa di mana cahaya matahari sangat jarang.

Untuk mengatasinya, Anda tinggal berjemur dan biarkan paparan sinar UV meningkatkan mood. Bahkan menurut psikiater, Anda hanya perlu pergi ke luar selama 30 menit setiap hari untuk meredakan SAD secara alami.

Menurut studi yang dilakukan di Italia, sinar mentari pagi mulai pukul 5-9 dan sore hari (sebelum sunset) antara pukul 4-6 juga dapat meredakan depresi bipolar. Karena faktanya, paparan cahaya matahari dalam jumlah cukup di jam-jam tersebut tergolong aman bagi tubuh dan kesehatan.

Selain menghilangkan depresi, sinar UV juga membantu kita dalam merespon stres, menstabilkan tekanan darah, mengatur kadar insulin, dan mengubah karbohidrat maupun lemak menjadi energi.

Malahan hasil studi dari Universitas Harvard menunjukkan kalau, kurangnya paparan sinar matahari bisa meningkatkan tekanan darah. Penelitian lain menyebutkan, cahaya mentari dapat berimbas langsung pada penyakit kardiovaskular, dan vitamin D merupakan ‘hormon’ yang manjur untuk menstabilkan tekanan darah.

6. Mencegah Sklerosis Ganda

Sklerosis ganda (multiple sclerosis) merupakan penyakit autoimun yang membuat tubuh menyerang saraf penting seperti saraf otak dan tulang belakang. Menurut para ilmuwan dari Australia, kurangnya sinar matahari dapat memicu kambuhnya penyakit ini.

7. Membantu Pengobatan Kanker Payudara

Belakangan ini, sinar UV turut dipakai sebagai salah satu pengobatan kanker payudara. Buat Anda yang ingin mencegah risiko kanker payudara, rajinlah berjemur saat pagi atau sore.

8. Membunuh Bakteri

Inovasi menarik soal manfaat sinar matahari ini membuat penemunya, Niels Finsen, memperoleh penghargaan Nobel. Niels yang berprofesi sebagai tentara Jerman pernah menggunakan sinar mentari untuk menyembuhkan luka dan membunuh bakteri.

Di samping itu, cahaya matahari juga terbukti dapat memulihkan kesehatan kulit dari berbagai gangguan seperti jerawat, eksim, psoriasis, infeksi jamur, dan lain sebagainya.

9. Membersihkan Pembuluh Darah Sehingga Kadar Oksigen Meningkat

Menurut para ahli medis di Eropa, cahaya matahari dapat membersihkan pembuluh darah manusia dari timbunan plak (aterosklerosis). Lebih dari itu, sinar mentari juga meningkatkan kadar dan penyebaran oksigen ke jaringan tubuh. Maka dari itu tak heran kalau sinar UV kerap dipakai sebagai terapi untuk membangun otot, fitness, dan stamina.

10. Menguatkan Sistem Kekebalan Tubuh

Paparan sinar UV dalam kadar sewajarnya juga dapat meningkatkan produksi sel darah putih yang berfungsi untuk melindungi tubuh dari infeksi.

11. Meringankan Gejala Alzheimer

Berbagai studi klinis menyebutkan cahaya matahari mampu meringankan gejala Alzheimer dengan cara meningkatkan kualitas tidur. Otomatis, pergolakan atau aktivitas malam hari yang mengganggu istirahat bisa diminimalisir karenanya.

12. Menyembuhkan Psoriasis

Hasil penelitian menunjukkan berjemur di bawah sinar mentari mampu menyembuhkan 84% penderita psoriasis.

13. Mendongkrak Mood

Manfaat sinar matahari satu ini terjadi saat cahaya mentari menstimulasi kelenjar di otak untuk memproduksi zat kimia khusus yang bernama triptamin (pendongkrak mood).

14. Meringankan Gejala Haid

Gejala PMS seperti depresi, mood labil, ketidaknyamanan secara fisik, antisosial, dan mudah tersinggung ternyata dapat diringankan dengan mudah. Anda cukup berjemur saja di bawah hangatnya terik mentari pagi sebelum, selama, dan sesudah datang bulan.

15. Meredakan Flu dan Demam

Kalau belakangan Anda merasakan gejala flu seperti bersin, sakit tenggorokan, hidung meler, sakit otot, dan batuk, maka berjemurlah 3 kali seminggu agar kondisi tubuh dapat membaik lebih cepat. Percaya atau tidak, metode ini memiliki tingkat keefektifan hingga 40% lho.

16. Mengontrol Obesitas

Anda juga bisa memanfaatkan cahaya matahari untuk menstimulasi kelenjar tiroid dengan tujuan menguatkan metabolisme sehingga obesitas lebih terkontrol.

17. Meningkatkan Hasrat Seksual

Membiarkan dada dan punggung ‘mandi’ sinar UV ternyata bisa meningkatkan libido, dan tingkat keefektifan cara ini sungguh mengejutkan karena dijamin ampuh hingga 120%.

18. Mengurangi Stres

Berbagai pembelajaran menemukan sinar matahari dapat menghilangkan stres dan perasaan mudah lelah, sekaligus meningkatkan produktivitas seseorang. Ini dikarenakan cahaya mentari mampu menurunkan adrenalin, serta meningkatkan kadar endorfin (hormon bahagia).

19. Mencegah Penyakit Autoimun

Kadar sinar mentari yang wajar dapat menekan sistem imun agar tidak terlalu berlebihan, demikian hasil laporan yang dirilis oleh Environmental Health Perspectives. Studi ini juga mengindikasikan kalau cahaya matahari dapat membantu proses penyembuhan penyakit autoimun seperti lupus dan psoriasis. Dalam studi lain, para ahli mendapati sinar UV juga bisa meredakan asma.

20. Menurunkan Risiko Rematik

Satu lagi penyakit yang dapat dicegah oleh sinar matahari, yaitu rematik.

21. Mencegah Bayi Lahir Prematur

Salah satu vitamin yang penting untuk ibu hamil adalah D. Menurut para ahli, vitamin D dapat menurunkan risiko bayi lahir prematur dan komplikasi kehamilan lainnya. Karenanya, ibu hamil disarankan rajin berjemur kalau ingin tubuh dan bayinya sama-sama sehat.

Manfaat sinar matahari lainnya untuk ibu hamil adalah dapat meminimalisir gangguan mental, infeksi vagina, risiko preeklamsia (ditengarai dengan tekanan darah tinggi), maupun risiko caesar. Sedangkan manfaat untuk janinnya adalah mencegah masalah otak, jantung, dan paru-paru.

22. Meningkatkan Fungsi Ginjal

Ketika tubuh kena sinar mentari yang cukup, ginjal dapat bekerja lebih maksimal dalam mengeluarkan toksin dari tubuh dan pembuluh darah.

23. Membuat Aktivitas Outdoor Lebih Menyenangkan

Karena sinar mentari pagi dapat meningkatkan mood, maka otomatis aktivitas atau olahraga di luar terasa lebih menyenangkan. Jadi jangan ragu untuk berolahraga outdoor seperti hiking, golf, sepeda, jogging, jalan santai, memancing, piknik, atau berenang saat pagi dan sore hari.

Bahaya Efek Samping Sinar Matahari

Kita sudah membahas detil mengenai manfaat sinar matahari, kini saatnya menyimak juga apa saja dampak negatifnya buat kesehatan, kulit, rambut, dan mood. Efek negatif ini biasanya muncul kalau paparan sinar UV yang diterima tubuh terlalu berlebihan.

1. Luka Bakar

Paparan sinar UV berlebih tak hanya menyebabkan kulit kemerahan, panas, atau gosong saja (gejala sunburn), tapi juga dapat merusak sel kulit. Dan bila kondisi tersebut terjadi terus-menerus, maka risiko kanker kulit jadi meningkat.

2. Kanker Kulit

Faktanya, elemen yang ada dalam radiasi UV memang merupakan penyebab utama kanker kulit. Kanker kulit sebenarnya terdiri dari beberapa jenis, 3 di antaranya adalah melanoma, squamous cell carcinoma, dan basal cell carcinoma.

Melanoma merupakan jenis yang paling umum, berbahaya, dan dapat bermetastasis lebih jelas ketimbang 2 lainnya. Berbeda halnya dengan basal cell carcinoma yang hanya menginfeksi area tertentu dan tidak bermetastasis. Dan walau squamous cell carcinoma dapat bermetastasis, namun jenis kanker ini tergolong jarang dan tidak seserius melanoma.

3. Merusak Sistem Imun Tubuh

Kalau kadar cukup dapat mendongkrak kekebalan tubuh, maka paparan sinar UV berlebih justru dapat melemahkannya. Hal ini dikarenakan luka bakar mampu mengubah penyaluran maupun fungsi sel darah putih sehingga tubuh jadi rawan kena infeksi.

4. Merusak Mata

Kelamaan terkena paparan sinar matahari juga dapat membuat jaringan di permukaan mata rusak sehingga kornea jadi meradang (photokeratitis). Efeknya seringkali bisa hilang dalam waktu beberapa hari, namun gangguan ini juga bisa memicu komplikasi lain di kemudian hari. Menurut laporan yang dirilis US Medical Association, paparan cahaya matahari juga bisa meningkatkan risiko kerusakan mata seperti katarak, pterigium, dan pinguecula.

5. Meningkatkan Risiko Gangguan Kulit

Radiasi sinar UV dapat meningkatkan jumlah tahi lalat, Actinic keratosis (luka pra-kanker yang biasa tumbuh di telinga, wajah, atau punggung tangan), dan juga jenis keratosis lain yakni seborrheic keratosis (non kanker).

6. Membuat Kulit Terlihat Lebih Tua

Efek samping sinar UV berikutnya adalah mempercepat proses penuaan kulit. Biasanya penuaan ini paling dapat ditengarai pada bagian wajah. Penyebabnya karena cahaya matahari mampu menghancurkan jaringan kulit serta kolagen yang letaknya di permukaan. Maka dari itu tak heran kalau mereka yang sering berpanas-panas ria, terlhat lebih tua daripada usia seharusnya.

Simak juga: 6 Masalah Kulit Akibat Sinar Matahari, Termasuk Kanker!

Jadi itulah tadi beberapa manfaat sinar matahari sekaligus efek sampingnya yang perlu Anda ketahui. Semoga informasi kali ini bermanfaat bagi kita semua.

mari kita berteman di

Situs ini hanya sebagai sumber informasi, tidak boleh dianggap sebagai nasihat medis, diagnosis ataupun anjuran pengobatan. Baca disclaimer