• Danik miftakhul

    Malam dokter, maaf ayah saya pada 5 hari yang lalu saat bekerja sempat menginjak paku pada bagian kaki sebelah kiri. Tusukan cukup dalam karna menurut cerita beliau, beliau sedikit susah saat mencabutnya. Setelah tercabut darah sempat mengalir dan beliau juga memijat agar darah keluar kemudian di cuci dengan air mengalir dan d beri betadine dan di pakaikan handsaplas karna setelah itu beliau melanjutkan aktivitas. Sepintas tidak merasakan sakit dok.

    Tapi saat akan sholat maghrib beliau merasakan sakit dan sedikit bengkak. Karna itu hari minggu dan bulan ramadan tidak ada dokter atau puskesmas buka, akhirnya saya sarankan untuk merendam dengan air hangat yang di beri garam dan saya belikan antibiotik di apotek.

    Alhamdulillah sakitnya mereda. Esoknya tetap saya minta untuk ke dokter. Sepulang dari dokter beliau minum obat yang diberikan dokter namun kaki beliau kembali membengkak. Karna dirasa tidak cocok dengan obat dokter beliau kembali meminum antibiotik dan di bantu oleh revanol sebagai pembersih luka. Luka kembali membaik dan bengkakpun sembuh. Namun setelah 3 hari berikutnya kembali bengkak. Bagaimana kah dokter solusinya? Teimakasih

    Selamat malam.

    Terima kasih atas pertanyaan anda di mediskus.com tentang bengkak kedua kali setelah terkena paku. Saya dr Dina akan berusaha menjawabnya.

    Keluhan bengkak yang muncul kedua kalinya akibat terkena paku bisa terjadi karena infeksi yang belum hilang total. Namun untuk memastikannya perlu dilakukan pemeriksaan secara langsung oleh dokter. Adanya riwayat luka tertusuk atau tergores paku apalagi yang berkarat dapat berisiko terkena tetanus. Gejala tetanus sendiri berupa kekakuan otot misalnya berupa trismus (rahang mengatup rapat), spasme otot (otot tegang dan keras) hingga pasien tampak terlihat kejang. Pemeriksaan oleh dokter penting untuk memastikan perlu tidaknya anda diberikan vaksin tetanus baik vaksin TT maupun ATS guna mencegah terjadinya tetanus.

    Pemberian vaksin tetanus diindikasikan setelah pasien mengalami luka misalnya karena digigit binatang atau karena tertusuk benda tajam. Imunisasi tetanus terdiri dari imunisasi aktif berupa pemberian vaksin tetanus toksoid (TT) dan imunisasi pasif yaitu pemberian anti tetanus serum (ATS). Pemberian vaksin TT diberikan dengan dosis 0,5 cc secara intramuskular sebanyak 1 x tiap bulannya selama 3 bulan berturut – turut. Setelah itu perlu juga diberikan booster (suntikan keempat) setelah 10 tahun pasca suntikan ketiga imunisasi dasar dan booster selanjutnya tiap 10 tahun setelah pemberian booster di atas (suntikan keempat). Pemberian vaksin TT sebaiknya diberikan segera setelah terjadi luka.

    Pemberian ATS sebagai imunisasi pasif tergantung dari sifat luka, kondisi penderita, dan status imunisasi dari si pasien itu sendiri. Jika pasien mengalami luka kotor (luka dengan mikroorganisme di dalamnya) dengan kedalaman berapa pun maka ATS diindikasikan untuk diberikan.  Untuk memastikan kondisi ayah anda silakan periksakan langsung ke dokter.

    Penyakit Tetanus – Penyebab, Gejala, dan Pengobatan

    Sekian jawaban dari saya, semoga dapat membantu.

Beranda Tanya Dokter Bengkak untuk Kedua Kalinya Setelah Menginjak Paku Padahal Sudah Ke Dokter

Forum ‘Tanya Dokter’ tertutup dari topik dan balasan baru.