• Dokter, Om saya usia 62 tahun dan jarang sekali sakit. Badannya kekar dan tidak pernah check kesehatan. Selasa 29 Agustus 2017 sekitar pukul 16.00, mendadak tidak sadarkan diri. Sampai sekarang masih belum sadar.

    Di RSUD Nganjuk didiagnosa tekanan darah tinggi yang mengakibatkan pecah pembuluh darah. Tekanan darahnya saat itu 240/160. Tapi karena di sini ruang ICU terbatas, maka om saya hanya dirawat di ruang perawatn kelas 1. Tanpa perawatan yang intensif dan tanpa dokter jaga, hanya ada perawat.

    Om saya beberapa kali mengeluarkan darah dari hidungnya. Penanganannya hanya diuap pada saluran pernafasan. Apakah cukup hanya dengan perawatan seperti itu? Apa kami boleh merujuk ke Surabaya untuk mendapatkan penanganan yang lebih baik? Apa penyebab tidak sadarkan diri itu. Bahkan sekarang badannya mulai panas padahal kemarin masih biasa saja. Mohon penjelasannya. Terima kasih.

    Selamat pagi.

    Terima kasih telah menggunakan layanan konsultasi dokter online gratis di mediskus.com.

    Berdasarkan informasi yang anda sampaikan dimana saudara anda mengalami penurunan kesadaran akibat tekanan darah tinggi yang menyebabkan pecahnya pembuluh darah maka sudah jelas penyebab penurunan kesadaran yang dialami adalah karena pembuluh darah yang pecah tersebut. Tekanan darah yang sangat tinggi memang berisiko menyebabkan pembuluh darah otak pecah. Akibat pecahnya pembuluh darah otak ini maka sel – sel otak akan mengalami nekrosis (kematian sel) karena darah yang membawa oksigen dan nutrisi ke sel tidak akan memberikan makan pada sel otak tersebut.

    Perlu saya luruskan, memang dokter tidak terus menerus berada di samping saudara anda namun bukan berarti saudara anda tidak mendapatkan penanganan. Ketika melakukan pemeriksaan awal maka dokter akan dapat menentukan diagnosis dan memberikan obat yang digunakan untuk meredakan gejala. Obat tersebut ada yang dimasukkan dalam infus pasien. Selain itu pasien juga diberikan oksigen yang dibutuhkan melalui sungkup oksigen yang terpasang. Dokter juga akan menugaskan perawat untuk mengecek tanda – tanda vital pasien tiap rentang waktu tertentu. Dokter akan melakukan visit ulang biasanya 1-2 x tiap harinya namun akan tetap terus mengawasi pasien meskipun tidak terus menerus di sisi pasien.

    Untuk perujukan pasien ke rumah sakit lainnya sebaiknya dilakukan jika kondisi pasien stabil. Namun ada baiknya anda berkonsultasi langsung dengan dokter yang menangani karena tentu beliau yang lebih tahu kondisi pasien.

    Penilaian Tingkat Kesadaran (Nilai GCS) Dewasa dan Anak

    Sekian jawaban dari saya, semoga dapat membantu.

Beranda Tanya Dokter Pembuluh Darah Pecah Akibat Hipertensi, Perlukah Penanganan Intensif?

Anda harus login terlebih dahulu untuk bisa bertanya atau menjawab.