Tramifen obat apa?

Tramifen adalah obat kombinasi tramadol dan paracetamol untuk menghilangkan rasa nyeri sedang hingga berat pada terapi jangka pendek. Kedua bahan aktif ini sama-sama merupakan analgesik, hanya saja tramadol merupakan jenis opioid sementara paracetamol merupakan jenis non-opioid.

Obat ini umumnya digunakan untuk mengatasi nyeri pasca operasi atau akibat penyakit yang menyebabkan rasa sakit parah seperti rematik. Juga digunakan untuk mengatasi nyeri akibat sakit gigi, sakit telinga berat.

Ikhtisar Obat Tramifen

Jenis obatAnalgesik (non-opioid & opioid) & antipiretik
KandunganTramadol 3,75 mg dan Paracetamol 325 mg
KegunaanMengatasi nyeri ringan hingga berat
KategoriObat Resep, obat keras
KonsumenDewasa atau anak-anak > 12 tahun
SediaanTablet

tramifen

Mekanisme Kerja

Berdasarkan kandungan aktif tramifen, tramadol dan paracetamol, cara kerjanya terjadi pada sistem saraf pusat dimana tramadol bekerja dengan mengikat reseptor µ-opioid dan memblok rasa sakit dan respon terhadap rasa nyeri pada saraf pusat. Senyawa ini juga menghambat pelepasan neurotransmiter neurophineprin dan serotonin yang sensitif terhadap rangsangan rasa nyeri.

Sementara itu paracetamol yang sudah lebih dikenal sebagai pereda nyeri (analgetik) dan penurun panas (antipiretik) menghambat kerja enzim cyclooxygenase (COX) yang membentuk prostaglandin. Dengan berkurangnya prostaglandin pada sistem saraf pusat respon nyeri juga akan berkurang.

Gabungan tramadol dan paracetamol memiliki efek penghilang nyeri yang lebih baik dibanding hanya dengan tramadol saja dan memiliki efek yang lebih lama dibanding hanya dengan paracetamol saja.

Indikasi atau Kegunaan Tramifen

Tramifen digunakan untuk menghilangkan rasa nyeri sedang hingga berat. Baik yang akut atau yang kronis seperti pada penanganan rasa sakit pasca operasi. Juga digunakan untuk mengatasi nyeri disekujur tubuh akibat fibromialgia.

Kontraindikasi

Tidak semua orang boleh menggunakan obat ini, pada beberapa kondisi berikut membuat seseorang tidak boleh menggunakan tramifen:

  • Hipersensitif atau alergi terhadap tradamol atau parasetamol.
  • Bersifat toksis jika dikonsumsi bersamaan dengan obat jenis hipnotik, analgesik yang mempengaruhi sistem saraf pusat, obat jenis opioid dan psikotropika.
  • Tidak boleh diresepkan pada pasien yang sedang menjalani terapi dengan obat monoamine oksidase inhibitor (MAOI). Boleh diberikan sesudah 2 minggu tidak mengonsumsi MAOI.
  • Pecandu alkohol tidak diperbolehkan karena interaksinya bersifat toksik.
  • Mengalami penyakit hati yang parah.
  • Mengalami depresi pernafasan berat.
  • Mengalami asma bronkial atau asma akut.

Dosis Tramifen dan Cara Penggunaan

Tramifen tersedia dalam bentuk tablet dan kekuatan dosis tramadol 3,75 mg dan paracetamol 325 mg.

Dosis yang tepat sesuai dengan anjuran dokter Anda yang didasarkan pada berat ringannya penyakit, berat badan, usia, dan lain-lain. Adapun dosis yang lazim digunakan adalah sebagai berikut:

  • Dewasa: 2 tablet 6 jam sekali. Maksimum 8 tablet sehari. Maksimal durasi pengobatan 5 hari.

Petunjuk Penggunaan:

  • Obat ini dapat digunakan sebelum atau setelah makan dan dianjurkan untuk banyak minum air putih.
  • Obat ini harus ditelan utuh tidak boleh dibagi, dikunyah atau dihaluskan.
  • Selalu ikuti anjuran dokter atau petunjuk penggunaan yang tertera pada kemasan sebelum mulai mengonsumsinya.
  • Gunakanlah antara satu dosis dengan dosis lainnya pada jarak jam yang sama, misalkan empat kali sehari berarti per 6 jam. Untuk memudahkan usahakan untuk mengonsumsinya pada jam yang sama setiap hari.
  • Apabila ada dosis yang terlewat akibat lupa, maka begitu ingat dianjurkan untuk segera meminumnya apabila dosis berikutnya masih lama sekitar 5 jam atau lebih. Tidak boleh menggandakan dosis tramifen pada jadwal minum berikutnya sebagai ganti untuk dosis yang terlewat.

Efek Samping Tramifen

Tramifen umumnya ditoleransi dengan baik oleh tubuh. Namun, beberapa efek samping berikut mungkin muncul:

  • Mual.
  • Pusing.
  • Mengantuk.
  • Hipotensi postural (pusing saat bangun dari duduk).
  • Perubahan mood.
  • Perut kembung.
  • Diare.
  • Berkeringat dan pruritus.

Efek Overdosis Tramifen

Karena tramifen merupakan kombinasi dari tramadol dan paracetamol, efek overdosisnya juga berdasarkan dua bahan aktif ini. Gejala seperti miosis, muntah, gagal jantung, hilang kesadaran hingga koma, kejang, depresi pernapasan mungkin terjadi. Segera hubungi kegawatdaruratan atau segera ke rumah sakit terdekat.

Peringatan dan Perhatian

Sebelum dan selama menggunakan obat ini, harap perhatikan hal-hal dibawah ini:

  • Pada orang dewasa dan anak-anak di atas 12 tahun, maksimum penggunaan hariannya adalah 8 tablet.
  • Tidak dianjurkan pada penderita masalah ginjal berat (kreatinin <  10 ml/ mm).
  • Tidak dianjurkan pada penderita masalah hati berat.
  • Tidak dianjurkan pada penderita masalah pernafasan berat.
  • Tidak dianjurkan untuk mereka yang hipersensitif terhadap tradamol dan paracetamol.
  • Tramifen dapat menyebabkan kantuk dan mengurangi refleks, untuk itu dilarang berkendara atau menjalankan alat berat saat mengonsumsi obat ini.
  • Pemakaian tramifen harus dihentikan jika timbul reaksi alergi seperti ruam, gatal, sakit tenggorokan, demam, pucat atau tanda lainnya.

Kehamilan dan Menyusui

Apakah obat Tramifen  boleh dikonsumsi oleh ibu hamil dan ibu menyusui?

  • Karena obat ini merupakan gabungan tramadol dan paracetamol yang merupakan obat kategori C untuk wanita hamil menurut FDA. Oleh karena itu, obat ini tidak diperbolehkan untuk wanita hamil karena dikhawatirkan berdampak buruk pada janin.
  • Bahan aktif tramifen diketahui dapat masuk ke dalam ASI. Karena itu obat ini tidak dianjurkan diresepkan untuk ibu menyusui.

Interaksi Obat

Beberapa jenis obat dapat berinteraksi dengan tramifen seperti berikut:

  • MAO inhibitor non-selektif, berisiko mengalami sindrom serotoninergik.
  • MAO inhibitor selektif-A dan B,  berisiko menyebabkan sindrom serotoninergik.
  • Alkohol, meningkatkan efek sedatif dari analgesik opioid pada tramadol.
  • Carbamazepine dan indukser enzim lainnya, berisiko mereduksi efektifitas tramifen.
  • Agonis-antagonis opioid, menurunkan efek analgesik karena memblok reseptor yang sama.
  • Turunan opioid lainnya, meningkatkan risiko depresi pernafasan.
  • Obat supresan sistem saraf pusat, meningkatkan tekanan pada kerja saraf pusat.
  • Obat penurun ambang batas kejang seperti bupropion, dapat meningkatkan risiko kejang.