Transamin Obat Apa?

Transamin adalah obat anti-fibrinolitik yang berfungsi mempertahankan pembekuan darah sehingga dapat digunakan untuk mengatasi perdarahan hebat selama masa menstruasi, mimisan, hemofilia, operasi atau kasus trauma. Transamin bekerja dengan cara memperlambat pemecahan bekuan darah, sehingga membantu mencegah perdarahan berkepanjangan.

Kandungan utama Transamin berupa asam traneksamat yang sering disalah persepsikan sebagai hormon, faktanya asam yang larut dalam air ini bukan merupakan hormon. Selain itu, asam traneksamat tidak dapat mengobati gejala menstruasi ataupun pra-menstruasi lainnya, juga tidak menghentikan menstruasi atau mengendalikan kelahiran serta tidak dapat melindungi terhadap penyakit menular seksual.

Ikhtisar Obat Transamin

Jenis obatObat anti-fibrinolitik
KandunganAsam Traneksamat
Kegunaan Menghentikan pendarahan parah saat menstruasi, hemofilia, operasi atau kasus trauma.
KategoriObat Resep
KonsumenDewasa dan Anak
SediaanTransamin 250 mg kapsul, Transamin tablet salut selaput 500 mg, serta injeksi 250 mg/5 mL dan 500 mg/5 mL.
obat transamin

contoh kemasan transamin kapsul

Mekanisme Kerja

Saat seseorang mengalami pendarahan maka akan terjadi mekanisme pembekuan darah dalam tubuhnya. Asam traneksamat bekerja mencegah pemecahan bekuan darah yang terjadi sehingga mencegah pendarahan lebih lanjut.

Asam traneksamat akan menghambat aktivasi plasminogen (protein yang bertugas memecah bekuan darah) melalui pengikatan domain kringle, sehingga mengurangi konversi plasminogen menjadi plasmin (fibrinolysin), enzim yang mendegradasi gumpalan fibrin, fibrinogen dan protein plasma lainnya, termasuk faktor prokoagulan V dan VII. Asam traneksamat juga dapat menghambat aktivitas plasmin, namun diperlukan dosis yang lebih tinggi untuk itu.

Indikasi atau Kegunaan Transamin

Asam traneksamat pada transamin umumnya digunakan untuk menghentikan atau mengurangi pendarahan parah pada proses operasi, hemofilia, pendarahan hebat saat menstruasi, pendarahan pada proses pencabutan gigi dan kasus pendarahan parah lainnya.

Kontraindikasi

Tidak semua orang boleh menggunakan obat ini, seseorang yang diketahui memiliki kondisi di bawah ini tidak boleh menggunakannya:

  • Hipersensitivitas terhadap asam traneksamat atau bahan pembentuknya.
  • Mengalami pembekuan darah intravaskular aktif.
  • Pernah mengalami pendarahan subarachnoid. Beberapa studi menunjukkan bahwa asam traneksamat dapat menyebabkan edema serebral dan infark serebral.

Dosis Transamin dan Cara Penggunaan

Transamin tersedia dalam bentuk sediaan:

  • Tablet: 250 mg, 500 mg dan 650 mg.
  • Injeksi: 100 mg/mL

Berdasarkan anjuran dari dokter dosis yang lazim digunakan adalah sebagai berikut:

Dosis Dewasa untuk Pendarahan:

  • Dosis untuk pendarahan menstrual: 1.300 mg (dua tablet 650 mg)  tiga kali sehari, maksimal 3.900 mg/hari. Penggunaan maksimal 5 hari selama periode menstruasi bulanan.
  • Dosis untuk Hemofilia dan Operasi Cabut Gigi: 10 mg/ kg berat badan dengan injeksi setelah proses pencabutan gigi atau pendarahan. Setelah proses operas, dosisinya 10 mg/ kg berat badan dengan injeksi 3 – 4 kali sehari, untuk penggunaan 2 – 8 hari.

Dosis untuk Anak-anak:

Asam trankesamin digunakan secara terbatas pada anak-anak, umumnya diberikan pada proses pencabutan gigi dan beberapa kondisi khusus.

  • Dosisi untuk Hemofilia dan Pencabutan Gigi:
    • 10 mg/kg berat badan, diberikan secara intravena setelah proses pencabutan gigi atau saat pendarahan.
    • Setelah proses cabut gigi: 10 mg/kg berat badan, diberikan secara intravena 3 – 4 kali sehari untuk 2 – 8 hari pengobatan.
  • Dosis untuk Penyakit Jantung Kongenital (umur 2 sampai 15 bulan):

    • Dosis awal: 100 mg/kg berat badan, diberikan secara intravena, dilanjutkan dengan dosis 10 mg/kg/jam melalui infus dan 100 mg/kg ketika proses bypass dimulai.
    • Atau, dosis awal: 10 mg/kg berat badan secara intravena, dilanjutkan dengan dosis 10 mg/kg setelah protamin.
  • Dosis untuk Operasi Skoliosis (umur 8 – 18 bulan):

    • Dosis awal: 100 mg/kg melalui injeksi, diikuti dengan 10 mg/kg/jam hingga kulit tertutup.
    • Atau: 20 mg/kg melalui injeksi, diikuti dengan 10 mg/kg/jam melalui infus.
    • Atau: 10 mg/kg melalu injeksi, diikuti dengan 1 mg/kg/jam memalui infus.
  • Dosis untuk Pendarahan Menstuasi Parah (umur 12 – 18 tahun):

    • Dosis: 1.300 mg (dua tablet 650 mg) 3 kali sehari, maksimal (3.900 mg/hari) dengan pemakaian maksimal selama 5 hari untuk periode menstruasi bulanan.

Dosis untuk Penderita Gangguan Ginjal

Obat Oral (tablet):

Dengan kondisi kreatitin serum di atas 1,4 mg/dL  dan kurang dari atau sama dengan 2,8 mg/dL. Dosisnya: 1300 mg (dua tablet 650 mg) secara oral dua kali sehari selama maksimal 5 hari saat menstruasi. Kondisi kreatitin serum diatas 2,8 mg/dL dan kurang dari atau sama dengan 5,7 mg/dL dosis sama hanya dikurangi 1 kali sehari saja.

Untuk kondisi kreatitin diatas 5,7 mg/dL. Dosisnya: 650 mg (dua tablet 650 mg) satu kali sehari maksimal 5 hari selama masa menstruasi.

Obat Injeksi Intravena:

  • Kreatinin 1,36 sampai 2,83 mg/ dL: 10 mg/ kg berat badan dua kali sehari.
  • Kreatitin 2,83 sampai 5,66 mg/ dL: 10 mg/ kg berat badan sekali sehari.
  • Keratitin lebih dari 5,66 mg/ dL: 5 mg/ kg berat badan setiap 24 jam.

Petunjuk Penggunaan Transamin:

  • Obat ini dapat digunakan sebelum atau setelah makan dan dianjurkan untuk banyak minum air putih setelahnya.
  • Obat transamin jenis tablet harus langsung ditelan, jangan di gerus atau dikunyah.
  • Selalu ikuti anjuran dokter atau petunjuk penggunaan yang tertera pada kemasan sebelum mulai mengonsumsinya.
  • Gunakanlah antara satu dosis dengan dosis lainnya pada jarak jam yang sama, misalkan dua kali sehari berarti per 12 jam, tiga kali sehari berarti per 8 jam. Oleh sebab itu, untuk memudahkan usahakan untuk mengonsumsinya pada jam yang sama setiap hari.
  • Apabila ada dosis yang terlewat akibat lupa, maka begitu ingat dianjurkan untuk segera meminumnya apabila dosis berikutnya masih lama sekitar 5 jam atau lebih. Tidak boleh menggandakan dosis Transamin pada jadwal minum berikutnya sebagai ganti untuk dosis yang terlewat.

Efek Samping Transamin

Transamin umumnya ditoleransi dengan baik. Namun demikian, beberapa efek samping yang perlu diperhatikan, antara lain sebagai berikut:

  • Sakit perut, tidak nyaman atau nyeri pada perut.
  • Menggigil atau demam.
  • Pusing.
  • Sakit otot dan kram.
  • Hidung tersumbat atau hidung berair.

Efek Overdosis Transamin

Meskipun jarang terjadi, segera hubungi dokter jika terjadi efek overdosis Transamin seperti berikut:

  • Kulit pucat.
  • Kesulitan bernafas.
  • Pusing yang parah.
  • Terjadi masalah penglihatan.
  • Nyeri dan sesak pada dada.
  • Pendarahan atau memar yang tidak biasa.
  • Kelelahan atau merasa lemah yang tidak biasa.

Peringatan dan Perhatian

Sebelum dan selama menggunakan obat ini, harap perhatikan hal-hal dibawah ini:

  • Sampaikan pada dokter jika pernah mengalami alergi terhadap transamin dan kandungannya.
  • Sebelum mengonsumsi obat ini sampaikan pada dokter penyakit apa saja yang pernah Anda derita, terutama penyakit pendarahan otak (subarchonid hemorrhage), riwayat pembekuan darah di (lengan, paru-paru, otak atau mata), riwayat penyakit jantung, masalah pada pembekuan darah, masalah pada ginjal (termasuk jika pernah menemukan darah pada urin, serta masalah menstruasi yang tidak umum.
  • Sebelum proses operasi, sampaikan pada dokter atau dokter gigi obat apa saja yang Anda gunakan.

Kehamilan dan Menyusui

Apakah obat Transamin boleh dikonsumsi oleh ibu hamil dan ibu menyusui?

  • Transamin merupakan obat kategori B untuk kehamilan, yang berarti studi pada sistem reproduksi hewan percobaan tidak memperlihatkan adanya resiko terhadap janin, tetapi studi terkontrol terhadap wanita hamil belum pernah dilakukan. Namun, pemberian obat ini pada ibu hamil harus dengan pengawasan dokter dan hanya jika benar-benar dibutuhkan.
  • Asam traneksamat dapat masuk ke ASI pada konsentrasi sekitar seperseratus kali dari dosis yang dikonsumsi. Untuk itu, perlu perhatian khusus jika transamin di injeksikan pada ibu menyusui.

Interaksi Obat

Beberapa jenis obat dapat berinteraksi dengan Transamin, sehingga dapat meningkatkan risiko dan efek sampingnya. Komunikasikan seluruh obat baik yang resep maupun obat bebas yang Anda konsumsi dengan dokter. Jangan menambah, memulai, menghentikan atau mengganti dosis tanpa konsultasi dengan dokter.

Beberapa obat yang dapat berinteraksi dengan transamin diantaranya:

  • Pengencer darah: Antikoagulan seperti warfarin, heparin.
  • Obat yang mencegah pendarahan: Termasuk faktor IX komplek, koagulan anti-inhibitor.
  • Tretinoin.
  • Estrogen.
  • Obat kontrol kelahiran hormonal seperti pil, patch atau ring.