triaminic batuk pilek

Triaminic Batuk Pilek obat apa?

Triaminic Batuk Pilek adalah obat dalam bentuk sirup untuk meredakan batuk tidak berdahak atau batuk kering serta gejala pilek seperti hidung tersumbat. Obat ini diformulasikan dari kombinasi obat penekan batuk berupa dextrometorfan HBr dengan pseudoephedrine HCl yang dapat meredakan hidung tersumbat.

Obat yang diproduksi oleh PT. Boehringer Ingelheim Indonesia ini merupakan jenis obat bebas terbatas yang konsumsinya tanpa perlu resep dokter namun penggunaannya tetap harus berhati-hati terhadap efek sampingnya. Sebagai tambahan informasi berikut kami ulas kegunaan, dosis lazim, efek samping, kemungkinan interaksi Triaminic Batuk Pilek dengan obat lainnya serta informasi keamanan obat ini untuk ibu hamil dan menyusui.

Ikhtisar Obat Triaminic Batuk Pilek

Jenis obatSimpatomimetik dan nasal kongesti
KandunganPseudoephedrine HCl, dextromethorphan HBr
KegunaanMeredakan flu yang disertai batuk kering/tidak berdahak
KategoriObat bebas terbatas
KonsumenAnak-anak dan dewasa
KehamilanKategori N
SediaanTriaminic Batuk pilek rasa berry 60 ml

Mekanisme Kerja

Cara kerja sirup Triaminic Batuk Pilek dapat dicermati dari kandungan bahan aktifnya yang berupa:

  • Pseudoephedrine HCl, merupakan senyawa yang secara langsung dapat  menstimulasi reseptor alpha -adrenergik pada mukosa saluran pernapasan hingga terjadi vasokontriksi. Senyawa ini juga menstimulasi reseptor beta-adrenergik yang dapat merelaksasi saluran bronkus paru-paru. Serta juga dapat meningkatkan kontraktilitas dan denyut jantung. Sehingga obat ini dapat digunakan untuk meredakan hidung tersumbat, sumbatan sinus, sumbatan pada saluran eustasian, rhinitis vosomotor,  serta sebagai tambahan pada pengobatan rhinitis alergi, sinusitis, dan otitis media.
  • Dextromethorphan HBr, merupakan senyawa D-isomer dari kodein dalam bentuk levorphanol yang antagonis terhadap reseptor NMDA (N-methyl-D-aspartat). Senyawa obat ini menunjukkan afinitas tinggi pada beberapa daerah otak termasuk pusat batuk di otak sehingga dapat menekan keinginan untuk batuk. Oleh karena itu Dextromethorphan HBr dan senyawa obat lain dengan cara kerja sejenis sering disebut sebagai obat penekan batuk (antitusif).

Indikasi atau Kegunaan Triaminic Batuk Pilek

Triaminic Batuk Pilek digunakan untuk meradakan batuk tidak berdahak atau batuk kering serta untuk meredakan hidung tersumbat akibat flu atau pilek.

Kontraindikasi

Tidak semua orang boleh menggunakan obat ini, penderita yang diketahui memiliki kondisi di bawah ini tidak boleh menggunakannya:

  • Memiliki riwayat hipersensitivitas/alergi terhadap kandungan bahan aktif obat ini.
  • Penderita kelainan fungsi jantung.
  • Penderita diabetes melitus.
  • Sedang diterapi dengan obat-obatan penghambat MAO.

Dosis Triaminic Batuk Pilek dan Cara Penggunaan

Triaminic Batuk Pilek tersedia dalam bentuk sediaan syrup dengan kekuatan dosis per sendok takarnya (5 ml) adalah:

  • Pseudoephedrine HCl: 15 mg.
  • Dextromethorphan HBr: 5 mg.

Ingat! Dosis yang tepat adalah yang tertera di kemasan obat atau berdasarkan dosis yang diresepkan dokter yang sudah memeriksa berat ringannya penyakit, berat badan, usia, dan lain-lain.

Adapun dosis yang lazim digunakan adalah sebagai berikut:

Dosis Triaminic Batuk Pilek untuk meredakan batuk kering dan pilek

  • Dosis dewasa atau anak umur > 12 tahun: 2 sendok takar (10 ml) 3 kali sehari.
  • Dosis anak umur 6 – 12 tahun: 1 sendok takar (5 ml).
  • Sosis anak umur < 6 tahun: atas petunjuk dokter.

Petunjuk Penggunaan:

  • Gunakanlah obat ini setelah atau sebelum makan.
  • Selalu ikuti anjuran dokter atau petunjuk penggunaan yang tertera pada kemasan sebelum mulai mengonsumsinya.
  • Gunakanlah antara satu dosis dengan dosis lainnya pada jarak jam yang sama, misalkan dua kali sehari berarti per 12 jam, tiga kali sehari berarti per 8 jam. Oleh sebab itu, untuk memudahkan usahakan untuk mengonsumsinya pada jam yang sama setiap hari.
  • Apabila ada dosis yang terlewat akibat lupa, maka begitu ingat dianjurkan untuk segera meminumnya apabila dosis berikutnya masih lama sekitar 5 jam atau lebih. Tidak boleh menggandakan dosis Triaminic Batuk Pilek  pada jadwal minum berikutnya sebagai ganti untuk dosis yang terlewat.

Efek Samping Triaminic Batuk Pilek

Triaminic Batuk Pilek umumnya ditoleransi dengan baik. Namun, beberapa efek samping mungkin muncul dan perlu diperhatikan. Efek samping Triaminic Batuk Pilek meliputi:

  • Pusing.
  • Mengantuk.
  • Mual dan muntah.
  • Keringat berlebih.
  • Mulut kering.
  • Nyeri lambung.
  • Kerap haus.
  • Takikardia (jantung berdebar-debar).
  • Nyeri prekordial.
  • Insomnia.

Efek Overdosis Triaminic Batuk Pilek

Penggunaan melebihi dosis yang dianjurkan dan secara terus menerus dalam jangka waktu lama mungkin menyebabkan efek overdosis Triaminic Batuk Pilek. Gejala yang akan timbul seperti nyeri perut parah, halusinasi, kebingungan, emosi meningkat, dan kejang. Jika hal ini terjadi segera bawa penderita ke unit kesehatan terdekat agar mendapatkan pertolongan medis tepat sesegera mungkin.

Peringatan dan Perhatian

Sebelum dan selama menggunakan obat ini, harap perhatikan hal-hal dibawah ini:

  • Sampaikan pada dokter atau apoteker Anda jika memiliki riwayat alergi terhadap kandungan obat ini. Jika terlanjur meminumnya dan muncul reaksi alergi seperti pembengkakan di wajah, ruam kulit dan kesulitan bernafas segeralah hentikan penggunaan obat ini.
  • Hati-hati penggunaan pada penderita gangguan fungsi hati dan ginjal parah, glaukoma, hipertropi prostat, hipertiroidisme, retensi urin, hipertensi berat, asma, dan amfisema.
  • Hati-hati penggunaan pada lansia, wanita hamil dan menyusui serta anak-anak umur kurang dari 6 tahun.

Kehamilan dan Menyusui

Bolehkah Triaminic Batuk Pilek untuk ibu hamil dan menyusui?

  • Bahan aktif penyusun obat ini diketahui belum dikategorikan ke dalam obat yang membahayakan atau tidak memebahayakan ibu hamil. Oleh karena itu penggunaannya sebaiknya dipertimbangkan kegunaannya harus lebih baik dari kemungkinan efek samping yang ditimbulkan.
  • Belum diketahui apakah bahan aktif obat ini dapat terekskresi dan mengontaminasi ASI ibu menyusui dan berpontesi mengganggu kesehatan bayi yang menyusu. Oleh karena itu konsumsi obat ini sebaiknya dihindari atau jika sangat dibutuhkan saja.

Interaksi Obat

Potensi interaksi obat terjadi ketika digunakan bersamaan dengan obat lain sehingga dapat mengubah cara kerja obat. Sebagai akibatnya, risiko efek samping dapat meningkat, obat tidak bekerja, atau bahkan menimbulkan efek beracun yang membahayakan tubuh. Oleh sebab itu, penting untuk mengetahui obat apa saja yang Anda konsumsi dan beritahukan kepada dokter.

Beberapa jenis obat dapat berinteraksi dengan Triaminic Batuk Pilek, diantaranya yaitu:

  • Obat penekan susunan saraf pusat (diazepam, aprazolam, phenobarbital, dll). Meningkatkan tekanan pada susunan saraf pusat.
  • Anestetik terhalogenasi. Meningkatkan efek samping obat.
  • Obat simpatomimetik (ephedrin, amphetamine, benzilpiperaizine, dll). Meningkatkan efek simpatomimtetik Triaminic Batuk Pilek.