Trihexyphenidyl adalah obat golongan antimuskarinik yang memberikan efek penghambatan langsung pada sistem saraf parasimpatis. Trihexyphenidyl (THP) berfungsi mengobati penyakit parkinson dan efek samping extrapyramidal yang tidak diinginkan akibat obat psikiatri tertentu. Triheksifenidil hanya bisa dibeli sesuai dengan resep dokter.

Mengenal Obat Trihexyphenidyl

Trihexyphenidyl tersedia dalam bentuk tablet dan syrup atau cairan oral. Dalam setiap tablet mengandung trihexyphenidyl HCl 2 mg dan 5 mg. Di samping itu mengandung juga bahan-bahan pendukung seperti kalsium hidrogen fosfat, magnesium Stearate, pregelatinisasi, dan pati.

obat trihexyphenidyl 2 mg

Trihexyphenidyl adalah antagonis selektif reseptor acetylcholine M1 muscarinic. Oleh sebab itu hanya bekerja pada M1 (kortikal atau neuronal) dan bukan subtipe muskarinik perifer (jantung dan kelenjar). Triheksifenidil secara parsial menghambat aktivitas kolinergik di SSP (susunan saraf pusat), yang bertanggung jawab atas gejala penyakit Parkinson. Zat ini juga dipikirkan dapat meningkatkan ketersediaan dopamin, zat kimia otak yang sangat penting dalam inisiasi dan kelancaran kontrol gerakan otot secara sadar.

Singkatnya, mekanisme kerja Trihexyphenidyl yaitu dengan cara memblokir impuls saraf dan melemaskan otot-otot. Dengan demikian, gangguan gerakan yang tidak normal atau tak terkendali akibat penyakit parkinson ataupun efek samping obat menjadi bisa dikendalikan.

Gangguan gerakan yang tidak normal ini termasuk kondisi dengan gejala tremor, gerakan wajah dan tubuh yang tidak terkendali. Gejala-gejala tersebut dinamakan efek samping extrapyramidal. Berbagai obat yang dapat memberikan efek samping masalah pada pergerakan antara lain psikosis, masalah kejiwaan atau emosional, perasaan gelisah, dan obat mual muntah.

Indikasi dan Kegunaan

Trihexyphenidyl obat apa? Berdasarkan mekanisme kerja yang telah dijelaskan, Trihexyphenidyl berguna untuk:

  • Mengobati kekakuan, tremor, kejang, dan kontrol otot yang buruk padapenyakit Parkinson.
  • Mengobati dan mencegah kondisi otot yang sama seperti di atas akibat menggunakan obat-obatan seperti chlorpromazine (CPZ), fluphenazine (Prolixin), perphenazine (Trilafon), haloperidol (Haldol), thiothixene (Navane), dan lainnya.
  • Gangguan ekstrapiramidal karena obat (kecuali tardive dyskinesia).

Triheksifenidil juga dapat digunakan untuk tujuan selain yang tercantum dalam panduan pengobatan ini.

Kontraindikasi

Sebelum mengonsumsi triheksifenidil, konsultasikan dengan dokter, apabila Anda dalam kondisi berikut:

  • Hipersensitivitas terhadap triheksifenidil atau bahan lainnya yang terkandung dalam obat.
  • Harap berhati-hati bagi penderita gangguan jantung, gangguan hati, gangguan ginjal, tekanan darah tinggi, prostat, psikosis, glaukoma, myasthenia gravis, konstipasi, atau pembuluh darah.
  • Bagi ibu hamil dan menyusui, atau para calon ibu yang sedang merencanakan kehamilan disarankan untuk tidak mengonsumsi triheksifenidil.

Dosis Trihexyphenidyl dan Cara Pemakaian

Dosis yang dianjurkan oleh dokter pada umumnya adalah sebagai berikut:

  • Dosis biasa untuk Parkinsonisme adalah 6-10mg per hari walaupun beberapa pasien terutama di kelompok post-encephalitic mungkin memerlukan dosis total rata-rata 12-15mg setiap hari. Harus diberikan secara oral dengan dosis terbagi, tiga atau empat kali sehari pada waktu makan.
  • Dosis normal untuk drug-induced Parkinsonism biasanya antara 5mg dan 15mg per hari, walaupun beberapa kasus telah dikontrol 1mg sehari.
  • Dalam semua kasus, dosis triheksifenidil harus ditingkatkan atau dikurangi hanya dengan sedikit penambahan selama beberapa hari. Pada terapi awal, dosis harus 1mg di hari pertama, hari kedua 2mg dengan kenaikan lebih lanjut 2mg per hari pada interval tiga sampai lima hari sampai dosis optimum tercapai.

Cara pemakaian obat Trihexyphenidyl:

  • Minum obat sesuai anjuran yang diperintahkan oleh dokter. Jika Anda tidak mengerti petunjuk ini, mintalah dokter Anda untuk menjelaskannya secara detail agar Anda mengerti.
  • Minum setiap dosis obat dengan segelas air putih.
  • Triheksifenidil dapat dikonsumsi dengan atau tanpa makanan. Namun lebih dianjurkan dengan makanan, karena konsumsi obat Trihexyphenidyl bersama dengan makanan dapat mengurangi sakit perut. Terutama bagi yang memiliki sakit maag.
  • Jika Anda minum obat dalam bentuk cair, takarlah obat yang hendak diminum menggunakan sendok atau cangkir pengukur dosis khusus, bukan dengan sendok biasa.
  • Simpan triheksifenidil pada suhu kamar.

Efek Samping Trihexyphenidyl

Seperti halnya dengan obat-obat lainnya, trihexyphenidyl juga berpotensi menyebabkan efek samping. Efek samping yang umum terjadi diantaranya:

  • Gangguan sistem kekebalan tubuh: Hipersensitivitas.
  • Gangguan kejiwaan: Kekhawatiran, gelisah, kebingungan, agitasi, delusi, halusinasi, insomnia, terutama pada orang tua dan penderita arteriosclerosis. Apabila mengakibatkan gangguan kejiwaan, maka pemakaian obat harus dihentikan.
  • Euforia yang berlebihan.
  • Gangguan sistem saraf: Pusing.
  • Penurunan fungsi memori dalam jangka pendek.
  • Memburuknya miastenia gravis.
  • Kelainan mata: pupil membesar dengan kehilangan akomodasi dan fotofobia, meningkatkan tekanan intraokular.
  • Gangguan jantung: Takikardia.
  • Gangguan pernapasan, toraks dan mediastinum : Mengurangi sekresi bronkial.
  • Gangguan gastrointestinal: Mulut kering, sembelit, mual, muntah.
  • Gangguan jaringan kulit dan subkutan: kulit kering dan memerah, ruam kulit.
  • Gangguan ginjal dan urin: Retensi urin, sulit buang air kecil.
  • Gangguan umum: Haus, pireksia.

Peringatan dan Perhatian

Sebelum dan selama menggunakan obat trihexyphenidyl ini, perhatikan hal-hal berikut:

  • Ikutilah petunjuk dari dokter dan baca informasi yang tertera pada kemasan sebelum menggunakannya.
  • Triheksifenidil dapat dikonsumsi sebelum atau setelah makan, dan usahakan mengonsumsinya di waktu yang sama setiap hari agar tidak lupa.
  • Bagi yang tidak sengaja melewatkan jadwal meminum triheksifenidil, disarankan untuk segera meminumnya begitu teringat. Namun jangan mengganti dosis yang terlewat dengan menggandakan dosis trihexyphenidyl yang diminum berikutnya.
  • Selalu periksakan diri Anda ke dokter secara teratur selama mengonsumsi triheksifenidil agar dokter dapat memonitor perkembangan kondisi Anda.
  • Hindari konsumsi minuman keras saat sedang menggunakan triheksifenidil karena berpotensi meningkatkan risiko efek samping seperti membuat Anda mengantuk.
  • Jangan pernah menghentikan pemakaian triheksifenidil secara mendadak dan tanpa anjuran dokter karena bisa menyebabkan masalah.
  • Beberapa obat pencegah alergi dan pereda nyeri yang kuat bisa bertentangan dengan trihexyphenidyl dan meningkatkan risiko efek samping.

Interaksi Obat

Perhatian ekstra harus dilakukan saat obat Trihexyphenidyl diberikan bersamaan dengan obat-obatan lain, seperti:

  • Fenotiazin, clozapine, antihistamin, disopyramide, nefopam dan amantadine karena kemungkinan efek samping antimuskarinik meningkat.
  • Obat trisiklik, disebabkan karena adanya efek aditif pada lokasi reseptor yang menyebabkan mulut kering, konstipasi dan penglihatan kabur. Pada orang tua, ada bahaya pengendapan retensi urin, glaukoma akut atau ileus paralitik.
  • Monoamine oxidase inhibitor dapat berinteraksi dengan agen antikolinergik yang diberikan bersamaan termasuk triheksifenidil.  Pemakaian bersamaan ini dapat menyebabkan mulut kering, penglihatan kabur, anyang-anyangan, retensi urin dan konstipasi.
  • Penyerapan levodopa dapat dikurangi bila digunakan bersamaan dengan triheksifenidil.
  • Triheksifenidil bisa menjadi antagonis dengan tindakan parasympathomimetik.