Ultraflu obat apa?

Ultraflu adalah obat untuk meringankan gejala flu yang disertai batuk. Obat ini merupakan kombinasi bahan aktif yang bersifat antialergi, penurun panas dan pereda sakit serta dekongestan hidung dan tenggorokan.

Obat yang diproduksi oleh PT. Henson Farma ini merupakan obat flu bebas terbatas yang sudah cukup dikenal di Indonesia. Biasanya tersedia dalam bentuk strip berisi 4 tablet yang bisa dibeli di toko-toko obat atau apotek. Ketahui lebih lanjut tentang kegunaan, dosis, efek samping serta keamanan obat ini untuk ibu hamil dalam artikel ini.

Ikhtisar Obat Ultraflu

Jenis obatAntipiretik, dekongestan, antialergi
KandunganAsetaminofen, Fenilpropanolamin HCL, Klorpenilamin maleat
KegunaanObat flu dan batuk
KategoriObat bebas terbatas
KonsumenDewasa dan Anak
KehamilanKategori B
SediaanUltraflu tablet
ultraflu kemasan strip 4 tablet

Ultraflu kemasan strip 4 tablet

Mekanisme Kerja

Cara kerja Ultraflu dapat dicermati dari bahan aktif yang dikandungnya, diantaranya yaitu:

  • Asetaminofen atau yang dikenal juga sebagai paracetamol merupakan obat jenis analgetik dan antipiretik (pereda nyeri ringan dan demam). Obat ini bekerja pada sistem saraf pusat dengan meningkatkan ambang batas rasa sakit. Hal itu dilakukan dengan cara menghambat enzim siklooksigenase COX-1, COX-2, COX-3 yang terlibat dalam sintesis prostaglandin. Prostaglandin inilah yang bertanggung jawat terhadap respon rasa sakit yang dirasakan tubuh. Sedangkan kemampuannya menurunkan demam diperoleh dari kemampuan obat ini mempengaruhi pusat regulasi panas di hipotalamus sehingga menghasilkan efek vasodilatasi, berkeringat dan panas tubuh yang turun.
  • Fenilpropanolamin HCL merupakan agen simptomimetik yang mirip dengan pseudoefederine yang digunakan untuk mengatasi hidung tersumbat. Obat ini bekerja langsung pada reseptor alpha dan beta adrenergik pada mukosa saluran pernapasan. Menstimulasi reseptor alpha adrenergik menimbulkan vasokonstriksi, mengurangi hiperemia jaringan, edema dan hidung tersumbat.
  • Klorpenilamin maleat merupakan antihistamin yang dapat mengurangi efek yang ditimbulkan oleh senyawa histamin yang muncul akibat adanya reaksi alergi. Klorpenilamin akan mengikat reseptor histamin H1 sehingga menghambat kerja histamin endogenus yang juga berarti meringankan gejala alergi yang ditimbulkan oleh adanya histamin.

Indikasi atau Kegunaan Ultraflu

Ultraflu digunakan untuk meredakan dan mengobati gejala flu seperti hidung tersumbat, demam, bersin-bersin, mata berair, nyeri di seluruh badan dan batuk.

Kontraindikasi

Tidak semua orang boleh menggunakan obat ini, penderita yang diketahui memiliki kondisi di bawah ini tidak boleh menggunakan:

  • Orang yang memiliki riwayat hipersensitif atau alergi terhadap kandungan atau bahan aktif Ultraflu atau obat lain yang sejenis tidak boleh menggunakan obat ini.
  • Tidak boleh digunakan bersamaan dengan obat jenis MAOI.

Dosis Ultraflu dan Cara Penggunaan

Ultraflu tersedia dalam bentuk strip isi 4 tablet dengan kekuatan dosis tiap tabletnya mengandung:

  • Acetaminophenum: 600 mg.
  • Phenylpropanolamin HCL: 15 mg.
  • Chlorpeniramini Maleas: 2 mg.

Ingat! Dosis yang tepat untuk kondisi Anda adalah sesuai dengan yang dianjuran dokter Anda berdasarkan berat ringannya penyakit, berat badan, usia, dan lain-lain. Jika menggunakan obat ini tanpa resep dokter selalu gunakan dosis yang tertera pada kemasan obat.

Adapun dosis yang lazim digunakan adalah sebagai berikut:

Dosis Ultraflu untuk mengobati flu dan batuk

  • Dewasa dan anak-anak > 12 tahun: 1 tablet 3 kali sehari.
  • Anak-anak 6-12 tahun: 1/2 tablet 3 kali sehari.

Petunjuk Penggunaan:

  • Gunakanlah obat ini setelah makan dan dianjurkan minum cukup air putih setelahnya.
  • Selalu ikuti anjuran dokter atau petunjuk penggunaan yang tertera pada kemasan sebelum mulai mengonsumsinya.
  • Gunakanlah antara satu dosis dengan dosis lainnya pada jarak jam yang sama, misalkan dua kali sehari berarti per 12 jam, tiga kali sehari berarti per 6-8 jam. Oleh sebab itu, untuk memudahkan usahakan untuk mengonsumsinya pada jam yang sama setiap hari.
  • Apabila ada dosis yang terlewat akibat lupa, maka begitu ingat dianjurkan untuk segera meminumnya apabila dosis berikutnya masih lama sekitar 5 jam atau lebih. Tidak boleh menggandakan dosis Ultraflu pada jadwal minum berikutnya sebagai ganti untuk dosis yang terlewat.

Efek Samping Ultraflu

Ultraflu umumnya ditoleransi dengan baik. Namun demikian, ada efek samping yang perlu diperhatikan, antara lain sebagai berikut:

  • Mengantuk.
  • Gangguan pencernaan.
  • Mulut kering.
  • Jantung berdebar.
  • Palpitasi.
  • Retensi urin.
  • Kerusakan hati pada penggunaan dosis besar dan jangka waktu lama.

Efek Overdosis Ultraflu

Untuk penggunaan dosis besar dalam jangka waktu yang lama dapat mingkatkan risiko overdosis ultraflu. Efek yang ditimbulkan utamanya adalah kerusakan atau penurunan fungsi organ hati. Jika timbul gejala seperti kelelahan yang terus menerus, warna urin berubah keruh, nyeri perut, retensi cairan hingga penyakit kuning segeralah hubungi dokter untuk mendapatkan pertolongan segera.

Peringatan dan Perhatian

Sebelum dan selama menggunakan obat ini, harap perhatikan hal-hal dibawah ini:

  • Hindari menggunakan obat ini jika Anda pernah mengalami alergi ketika mengonsumsi obat dengan kandungan sejenis dengan Ultraflu.
  • Hindari penggunaan obat ini pada penderita Asma karena dapat memperburuk kondisinya.
  • Orang dengan gangguan fungsi hati dan ginjal sebaiknya menghindari mengonsumsi obat ini atau menggunakannya dalam dosis terkecilnya saja.
  • Perlu perhatian lebih jika akan memberikan obat ini pada penderita penyakit diabetes dan jantung.
  • Efektifitas dan risiko penggunaan obat ini pada anak-anak kurang dari 6 tahun belum diketahui, untuk sebaiknya menghindari penggunaan pada kelompok umur tersebut.
  • Hindari konsumsi alkohol saat menggunakan obat ini karena akan meningkatkan risiko kerusakan pada hati.

Kehamilan dan Menyusui

Bolehkah Ultraflu untuk ibu hamil dan menyusui?

Sebaiknya konsultasikan dengan dokter Anda jika ingin menggunakan obat tertentu pada masa kehamilan terutama pada trisemester awal. Untuk Ultraflu sendiri belum diketahui risiko apa yang mungkin ditimbulkan bagi kehamilan namun jika dilihat dari kandungan bahan aktif Ultraflu memiliki kategori yang berbeda-beda yaitu:

  • Acetaminophenum kategori A dari FDA yang berarti studi kontrol pada wanita tidak memperlihatkan adanya resiko terhadap janin pada kehamilan trimester I (dan tidak ada bukti mengenai resiko pada trimester selanjutnya), dan sangat rendah kemungkinannya untuk membahayakan janin.
  • Chlorpheniramine kategori B dari FDA yang berarti studi pada sistem reproduksi hewan percobaan tidak memperlihatkan adanya resiko terhadap janin, tetapi studi terkontrol terhadap wanita hamil belum pernah dilakukan.
  • Phenylpropanolamin kategori C dari FDA yang berarti studi pada binatang percobaan memperlihatkan adanya efek samping pada janin (teratogenik atau embriosidal atau efek samping lainnya) dan belum ada studi terkontrol pada wanita, atau studi terhadap wanita dan binatang percobaan tidak dapat dilakukan.

Bahan aktif Ultraflu berupa acetaminophenum dan chlorompeniramine diketahui dapat terekstraksi dalam ASI ibu menyusui dan mungkin berpotensi mempengaruhi bayi. Oleh karena itu sebaiknya berhati-hati menggunakan obat ini saat menyusui atau gunakan hanya dalam dosis terkecilnya saja.

Interaksi Obat

Potensi interaksi obat terjadi ketika digunakan bersamaan dengan obat lain sehingga dapat mengubah cara kerja obat. Sebagai akibatnya, risiko efek samping dapat meningkat, obat tidak bekerja, atau bahkan menimbulkan efek beracun yang membahayakan tubuh. Oleh sebab itu, penting untuk mengetahui obat apa saja yang Anda konsumsi dan beritahukan kepada dokter.

Beberapa jenis obat dapat berinteraksi dengan Ultraflu, diantaranya:

  • Tidak boleh digunakan bersamaan dengan obat jenis MAOI karena dapat meningkatkan risiko efek samping obat ini.
  • Hindari penggunaan bersamaan dengan carbamezepine karena dapat meningkatkan risiko efek samping obat ini pada organ hati.