Urdahex adalah obat bermerek yang mengadung ursodeoxycholic acid untuk menghancurkan batu empedu. Obat ini direkomendasikan bagi penderita yang tidak mau menjalani operasi atau karena operasi tidak memungkinkan baginya dengan berbagai alasan.

Urdahex masuk dalam golongan obat keras sehingga hanya dapat dibeli dengan resep dokter. Selain menghancurkan batu empedu, kegunaan lain obat urdahex, yaitu dapat mengobati kelainan hepatobiliar (kelainan hati dan empedu) yang berhubungan dengan fibrosis kistik pada anak usia 6 tahun sampai kurang dari 18 tahun. Ketahui informasi lainnya mengenai indikasi, kontraindikasi, dosis, dan efek sampingnya di sini.

Mengenal Obat Urdahex

Urdahex tersedia dalam bentuk kapsul dengan kandungan Ursodeoxycholic acid 250 mg untuk setiap kapsulnya. Dalam satu box terdapat 3 strip yang masing-masing stripnya berisi 10 kapsul.

urdahex

Ursodiol (juga dikenal sebagai asam ursodeoxycholic) adalah salah satu asam empedu sekunder, yang merupakan produk sampingan metabolik dari bakteri di usus. Asam empedu primer diproduksi oleh hati dan disimpan di kantong empedu. Ketika disekresikan ke usus besar, asam empedu primer dapat dimetabolisme menjadi asam empedu sekunder oleh bakteri usus.

Asam empedu primer dan sekunder membantu tubuh mencerna lemak. Ursodeoxycholic acid membantu mengatur kolesterol dengan mengurangi tingkat di mana usus menyerap molekul kolesterol saat memecah misel yang mengandung kolesterol. Karena sifat ini, asam ursodeoxycholic digunakan untuk mengobati batu empedu tanpa pembedahan.

Mekanisme kerja ursodeoxycholic acid meningkatkan kadar enzim hati dengan memfasilitasi aliran empedu melalui hati dan melindungi sel hati. Mekanisme utamanya adalah anticholelithic. Meskipun proses yang tepat dari tindakan anticholelithic ursodiol tidak sepenuhnya dipahami, diperkirakan bahwa obat tersebut terkonsentrasi pada empedu dan menurunkan kolesterol biliaris dengan menekan sintesis hati dan sekresi kolesterol dan dengan menghambat penyerapan pada usus. Saturasi kolesterol yang berkurang memungkinkan pelarutan kolesterol secara bertahap dari batu empedu, yang akhirnya dapat menghancurkan batu empedu.

Batu kolesterol yang dilapisi dengan kalsium atau batu yang tersusun dari pigmen empedu (terlihat dengan rongsen atau radioopak) tidak dapat dilarutkan oleh obat ursodeoxycholic acid.

Dengan demikian, Ursodeoxycholic Acid yang terkandung dalam Urdahex biasanya digunakan untuk membantu melarutkan batu empedu kolesterol yang tidak terlihat dengan rongsen (radiolusen) ketika diameternya kurang dari 15 mm.

Indikasi dan Kegunaan

Urdahex obat apa? Berdasarkan uraian mekanisme kerjanya tersebut, maka obat ini dapat digunakan untuk:

  • Membantu mengobati sirosis bilier primer atau peradangan saluran empedu.
  • Melarutkan batu empedu (diameter < 15 mm) yang tidak terlihat dengan sinar X atau rongsen (batu empedu radiolusen).
  • Kelainan hepatobiliar (kelainan hati dan empedu) yang berhubungan dengan fibrosis kistik pada anak usia 6 tahun sampai kurang dari 18 tahun.

Kontraindikasi

Harus diingat! Bahwa tidak semua orang bisa menggunakan obat ini, Urdahex tidak boleh digunakan oleh orang dengan kondisi seperti di bawah ini:

  • Memiliki hipersensitif atau alergi terhadap Ursodeoxycholic Acid.
  • Menderita Peradangan akut pada saluran empedu.
  • Mengalami oklusi saluran empedu.
  • Mengalami episode kolik bilier yang sering.
  • Memiliki batu empedu yang dikapur kapur radio.
  • Kontraktilitas kantung empedu
  • Kandung empedu yang tidak berfungsi.
  • Menderita radang usus.
  • Kondisi hati dan usus mengganggu resirkulasi cairan empedu.
  • Kolestasis ekstrahepatik dan intrahepatik.
  • Penderita Reseksi kolon.
  • Penderita Ileitis regional.
  • Menderita Ulkus duodenum
  • Gangguan fungsi hati akut dan kronis.

Dosis Urdahex dan Cara Pemakaian

Dosis yang tepat sesuai dengan rekomendasi dokter Anda. Adapun anjuran dosis yang sering digunakan yaitu:

Dosis umum : 8 – 10 mg / kg BB / hari dlm 2 – 3 dosis terbagi. Umumnya dosis 250 mg diberikan pada pagi dan malam hari.

Dosis Urdahex untuk dewasa

  • Bagi penderita batu empedu, dosis yang dianjurkan adalah 6 mg/kg sampai 12 mg/kg yang diberikan sebanyak 1 kali sehari pada malam hari atau dosis dibagi menjadi 2-3 dosis per hari. Durasi pengobatan bisa sampai dua tahun, bergantung ukuran batu dan harus dilanjutkan selama tiga bulan setelah penghancuran batu tersebut.
  • Bagi penderita sirosis bilier primer, dosis yang dianjurkan adalah 10 mg/kg sampai 15 mg/kg yang terbagi dalam 2-4 dosis per hari.

Dosis Urdahex untuk anak-anak

  • Bagi penderita kelainan hepatobiliar dengan fibrosis kistik, dosis yang dianjurkan adalah 20 mg/kg yang terbagi dalam 2-3 dosis per hari dengan dosis maksimal 30 mg/kg.
  • Bagi penderita batu empedu dan sirosis bilier primer, dosis dapat disesuaikan dengan berat badan atau sesuai anjuran dokter.

Efek Samping Urdahex

Seperti halnya dengan obat-obat lainnya, Ursodeoxycholic Acid juga berpotensi menyebabkan efek samping. Efek samping yang umum terjadi diantaranya:

  • Diare, sering membaik secara spontan.
  • Feses lembek.
  • Nyeri abdomen parah pada bagian kanan atas.
  • Pengerasan jaringan hati.
  • Gangguan fungsi hati yang parah.
  • Pengerasan batu empedu karena penumpukan kalsium.
  • Ruam (urticarial).

Efek samping yang jarang dilaporkan seperti : rambut rontok,  mual, muntah, gangguan saluran cerna, metalic tastecholecystitis, konstipasi, stomatitis, kembung, sakit kepala, cemas, kelelahan, depresi, gangguan tidur, nyeri sendi, myalgia, nyeri punggung, batuk, dan rhinitis.

Peringatan dan Perhatian

Sebelum dan selama menggunakan obat Urdahex ini, perhatikan hal-hal berikut:

  • Obat batu empedu ini sebaiknya diminum setelah makan atau bersamaan dengan makan.
  • Tidak ada data tentang risiko penggunaan pada ibu hamil atau menyusui. Namun, sebaiknya berkonsultasi kepada dokter terlebih dahulu sebelum menggunakan obat ini.
  • Apabila Anda mengalami diare dalam jangka waktu lama, maka sebaiknya berkonsultasi dengan dokter terkait pengurangan dosis.

Interaksi Obat:

  • Urdahex dapat dihambat absorpsinya oleh  kolestiramin, kolestipol, aluminium hidroksida.
  • Jangan digunakan bersama hormon estrogen, karena dapat mempercepat pembentukan batu empedu.

Untuk menghindari interaksi obat, sebaiknya Anda memberi tahu dokter apabila Anda menggunakan obat-obatan lain, suplemen, dan vitamin. Selain itu, konsultasikan dengan dokter mengenai gejala yang sering muncul ketika Anda tidak minum obat.

Gunakanlah obat batu empedu ini sesuai dengan dosis yang disarankan oleh dokter. Jangan memutuskan untuk menambah dan meminumnya lagi tanpa saran atau petunjuk dari dokter.