Urinter obat apa?

Urinter adalah obat berbentuk kapsul yang merupakan jenis antiseptik sistemik dan dapat digunakan untuk mengatasi infeksi pada saluran kemih baik akut maupun kronis yang disebabkan oleh bakteri gram positif maupun negatif.

Obat yang diproduksi oleh PT. Interbat ini merupakan jenis obat keras yang konsumsinya harus dengan resep dan pengawasan dokter. Sebagai tambahan informasi berikut kami ulas kegunaan Urinter, dosis lazim, kontraindikasi, efek samping serta bolehkan obat ini digunakan oleh ibu hamil dan menyusui.

Ikhtisar Obat Urinter

Jenis obatAntiseptik saluran kemih
KandunganPipemidic acid
KegunaanMengobati infeksi saluran kemih kronis maupun akut akibat bakteri
KategoriObat Resep
KonsumenDewasa
KehamilanBelum diketahui
SediaanUrinter kapsul

urinter pipemidic acid obat isk

Mekanisme Kerja

Cara kerja obat Urinter dapat diketahui dengan mencermati kandungan bahan aktifnya yang berupa pipemidic acid. Senyawa obat yang merupakan turunan dari kuinolon generasi kedua ini bersifat bakterisidal (menghambat pertumbuhan bakteri) sehingga mampu mengurangi infeksi yang terjadi di saluran kemih.

Pipemidic acid aktif membasmi bakteri dari jenis gram negatif seperti Pseudomonas aeruginosa serta beberapa jenis bakteri gram positif. Namun senyawa ini bersifat kurang aktif terhadap jenis bakteri anaerob. Senyawa obat ini juga diketahui efektif membasmi bakteri yang resisten terhadap nalidixid acid.

Indikasi atau Kegunaan Urinter

Urinter digunakan untuk mengobati infeksi saluran kemih baik yang kronis maupun akut yang disebabkan oleh bakteri jenis gram positif maupun gram negatif yang sensitif terhadap obat ini.

Kontraindikasi

Tidak semua orang boleh menggunakan obat ini, penderita yang diketahui memiliki kondisi di bawah ini tidak boleh menggunakan:

  • Orang yang memiliki riwayat hipersensitivitas atau alergi terhadap kandungan obat ini atau jenis obat antibakteri lainnya.
  • Orang yang menderita gangguan fungsi hati dan ginjal berat.

Dosis Urinter dan Cara Penggunaan

Urinter tersedia dalam bentuk sediaan kapsul dengan kekuatan dosis per kapsul mengandung pipemidic acid trihydrate yang setara dengan pipemidic acid 400 mg.

Ingat! Dosis yang tepat, sesuai dengan anjuran dokter berdasarkan berat ringannya penyakit, berat badan, usia, dan lain-lain. Adapun dosis yang lazim digunakan adalah sebagai berikut:

Dosis Urinter untuk mengatasi ISK

  • Dosis dewasa: 1 kapsul sekali minum sebanyak 2 kali sehari selama 7 – 10 hari.

Petunjuk Penggunaan:

  • Gunakanlah obat ini setelah makan dan cukupi asupan air setelahnya.
  • Selalu ikuti anjuran dokter atau petunjuk penggunaan yang tertera pada kemasan sebelum mulai mengonsumsinya.
  • Gunakanlah antara satu dosis dengan dosis lainnya pada jarak jam yang sama, misalkan dua kali sehari berarti per 12 jam, tiga kali sehari berarti per 6 – 8 jam. Oleh sebab itu, untuk memudahkan usahakan untuk mengonsumsinya pada jam yang sama setiap hari.
  • Apabila ada dosis yang terlewat akibat lupa, maka begitu ingat dianjurkan untuk segera meminumnya apabila dosis berikutnya masih lama sekitar 5 jam atau lebih. Tidak boleh menggandakan dosis Urinter pada jadwal minum berikutnya sebagai ganti untuk dosis yang terlewat.

Efek Samping Urinter

Urinter umumnya ditoleransi dengan baik. Namun demikian, sama seperti obat-obatan lainnya beberapa efek samping mungkin muncul dan perlu diperhatikan, antara lain sebagai berikut:

  • Efeknya pada saluran pencernaan: mual dan kehilangan nafsu makan merupakan efek samping yang paling sering dilaporkan. Sakit perut, diare dan konstipasi juga mungkin muncul.
  • Reaksi hipersensitif: dapat berupa erupsi kulit, kepekaan terhadap cahaya, biduran atau urtikaria, pruritus dan demam. Efek samping ini sangat jarang terjadi, namun dapat berakibat fatal. Penghentian penggunaan obat harus dilakukan jika muncul efek ini.
  • Efeknya ke hati: meningkatkan level SGOT dan SGPT, enzim hati yang menandakan adanya kerusakan jika konsentrasinya meningkat. Meskipun efek ini belum diketahui secara jelas efek kausalitasnya.
  • Efeknya ke ginjal: dapat meningkatkan BUN (kadar nitrogen urea dalam darah) dan kreatinin.
  • Efek seperti kelalahan, sering haus dan pusing dapat muncul meskipun lebih jarang terjadi.

Efek Overdosis Urinter

Belum ada data yang menunjukkan efek overdosis dari Urinter, namun penggunaan dosis tinggi tanpa anjuran dokter mungkin menyebabkan overdosis. Gejala yang muncul mungkin seperti efek samping namun dengan intensitas yang lebih tinggi. Jika kondisi itu terjadi segera hubungi unit kesehatan terdekat untuk mendapatkan pertolongan pertama yang sesuai.

Peringatan dan Perhatian

Sebelum dan selama menggunakan obat ini, harap perhatikan hal-hal dibawah ini:

  • Sampaikan pada dokter atau apoteker Anda jika pernah mengalami reaksi alergi saat menggunakan obat ini.
  • Obat ini dapat menyebabkan reaksi hipersensitif terhadap cahaya matahari. Sebaiknya hindari terpapar sinar matahari terlalu lama saat menggunakan obat ini.
  • Hindari penggunaan pada anak-anak dibawah 12 tahun karena efektivitas dan efek sampingnya belum diketahui.
  • Penggunaan obat ini pada penderita gangguan fungsi hati dan ginjal ringan sebaiknya dalam pengawasan dokter.

Kehamilan dan Menyusui

Bolehkah Urinter untuk ibu hamil dan menyusui?

  • Belum diketahui efek samping penggunaan Urinter pada ibu hamil. Mengingat ada potensi efek buruk penggunaan obat pada ibu hamil dan janinnya maka penggunaan obat ini sebaiknya jika hanya sangat dibutuhkan saja dan dokter menilai efek baiknya lebih besar dari potensi efek buruk yang ditimbulkan.
  • Bahan aktif Urinter diketahui dapat terekstraksi ke dalam ASI ibu menyusui dan berpotensi membahayakan kesehatan bayi yang menyusu. Untuk itu penggunaan obat ini selama masa menyusui sebaiknya dihindari atau bila sangat dibutuhkan saja dan harus dengan resep dokter.

Interaksi Obat

Potensi interaksi obat terjadi ketika digunakan bersamaan dengan obat lain, sehingga dapat mengubah cara kerja obat. Sebagai akibatnya, risiko efek samping dapat meningkat, obat tidak bekerja, atau bahkan menimbulkan efek beracun yang membahayakan tubuh. Oleh sebab itu, penting untuk mengetahui obat apa saja yang Anda konsumsi dan beritahukan kepada dokter.

Beberapa jenis obat dapat berinteraksi dengan Urinter, diantaranya yaitu:

  • Obat ini dapat mengganggu metabolisme teofilin sehingga dapat meningkatkan level teofilin dalam darah. Sehingga penggunaan bersamaan sebaiknya dihindari.
  • Obat ini memiliki resistensi silang terhadap jenis obat nelidixic acid dan oxolinic acid.