Ventolin inhaler adalah obat inhalasi yang dapat digunakan untuk mengatasi sesak nafas akibat brokospasme (penyempitan bronkus) akut. Obat ini mengandung Albuterol atau lebih dikenal dengan Salbutamol sebagai bahan aktifnya.

Obat salbutamol dalam ventolin inhaler sangat bermanfaat sebagai obat pereda asma ringan, sedang atau berat. Dengan onset kerja yang cepat, obat ini sangat cocok digunakan pada pengelolaan dan pencegahan serangan asma. Informasi lengkap terkait Ventolin Inhaler secara lebih rinci akan dijelaskan pada artikel kali ini.

Mengenal Obat Ventolin Inhaler

Dalam satu kemasan Ventolin inhalaer terkandung salbutamol 100mcg dalam setiap hembusan, bisa digunakan hingga 200 dosis (kali).

ventolin inhaler

Salbutamol adalah obat yang termasuk golongan stimulan beta-2-adrenergik yang memiliki kerja yang  selektif pada beta-2-reseptor di otot bronkus dan pada dosis terapinya tidak memiliki kerja atau hanya sedikit sedikit kerja pada beta-1-adrenoreseptor di jantung.

Karena mekanisme kerja ini maka obat ini relatif aman digunakan sebagai bronkodilator. Obat ini memiliki durasi kerja sekitar 4-6 jam pada kebanyakan pasien.

Indikasi atau Kegunaan

Ventolin Inhaler obat apa? Seperti telah disinggung sebelumnya bahwa obat ventolin dapat digunakan pada beberapa kondisi berikut:

  • Sebagai pelega pada keadaan bronkospasme akut.
  • Sebagai pencegahan pada keadaan bronkospasme yang dipicu allergen atau latihan fisik.

Kontraindikasi

Ventolin Inhaler tidak dapat digunakan pada beberapa kondisi berikut:

  • Pasien yang diketahui memiliki riwayat alergi terhadap Ventolin inhaler atau komponen obatnya
  • Pasien yang diketahui memiliki alergi terhadap obat yang memiliki struktur kimia menyerupai Ventolin Inhaler seperti levalbuterol, metaproterenol, terbutalin
  • Pasien yang memiliki kadar Kalium dalam darah yang rendah
  • Pasien yang memiliki penyakit, penyakit jantung, penyakit darah tinggi, gangguan iram jantung, diabetes, hipertiroid, dan epilepsi

Dosis Ventolin Inhaler dan Cara Pemakaian

Ventolin Inhaler tersedia dengan komposisi Salbutamol 100mcg per satu hisapan. Adapun dosis yang dianjurkan adalah sebagai berikut :

  • Dewasa: Sebagai pelega bronkospasme akut dosis yang dianjurkan adalah 100 atau 200 mcg yang dapat diulang setiap 4 sampai 6 jam sekali. Sebagai pencegahan bronkospasme yang dipicu allergen atau latihan fisik dosis yang dianjurkan adalah 200 mcg yang dihisap pada waktu 15 atau 30 menit sebelum latihan
  • Anak-anak: Sebagai pelega bronkospasme akut dosis yang dianjurkan adalah 100 mcg yang dapat diulang setiap 4 sampai 6 jam sekali. Sebagai pencegahan bronkospasme yang dipicu allergen atau latihan fisik dosis dapat ditingkatkan hingga 200mcg apabila diperlukan

Efek Samping Ventolin Inhaler

Ventolin Inhaler dapat menimbulkan beberapa efek samping yang ringan, sebagai berikut :

  • sakit kepala, pusing,
  • gangguan tidur (insomnia)
  • nyeri otot
  • hidung meler atau tersumbat
  • mulut kering, tenggorokan kering
  • batuk, suara serak, sakit tenggorokan
  • mual ringan, muntah, diare

Selain efek samping yang ringan, efek samping yang berat juga pernah dilaporkan, seperti:

  • nyeri dada, berdebar, atau denyut jantung tidak beraturan;
  • tremor, gugup, cemas
  • kada kalium darah yang rendah (kebingungan, denyut jantung tidak beraturan, rasa, haus yang ekstrim, peningkatan buang air kecil, rasa tidak nyaman pada tungkai, kelemahan otot atau perasaan lemas)
  • tekanan darah tinggi yang berat (sakit kepala parah, penglihatan kabur, telinga berdengung, kebingungan, nyeri dada, sesak napas, detak jantung yang tidak beraturan, kejang).
  • bronkospasme paradoks (mengi, sesak dada, kesulitan bernapas), yang timbul setelah penggunaan obat ini;

Segera hubungi dokter apabila terjadi efek samping yang berat. Harus diingat bahwa dokter memberikan resep obat dengan pertimbangan bahwa manfaatnya lebih besar daripada risiko efek samping yang ditimbulkan, dan pada kebanyakan orang obat ini tidak menimbulkan efek samping yang serius.

Informasi Keamanan

Penggunaan Ventolin Inhaler harus mendapatkan perhatian khusus dan kehati-hatian pada beberapa keadaan berikut :

  • Teknik menghirup pasien harus diperiksa dengan benar untuk memastikan bahwa aerosol telah disesuaikan dengan tarikan napas agar Ventolin Inhaler dapat terhirup optimal ke dalam paru-paru.
  • Bronkodilator sebaiknya tidak menjadi satu-satunya atau pengobatan utama pada pasien dengan asma berat atau tidak stabil. Pasien-pasien ini juga memerlukan kortikosteroid inhalasi atau kortikosteroid oral
  • Pada asma akut berat, efek hipokalemia dapat meningkat apabila pengobatan dilakukan bersamaan dengan derivatif xanthine, steroid, dan diuretik. Oleh karena itu disarankan untuk memonitor kadar kalium serum.
  • Kasus kelainan bawaan pernah dilaporkan pada pemakaian obat oleh ibu hamil, namun hal ini belum dapat dipastikan, karena ibu tersebut menggunakan sejumlah obat pada saat bersamaan. Oleh karena itu penggunaan obat selama kehamilan harus dengan pertimbangan manfaat yang lebih besar dibandingkan risiko yang mungkin ditimbulkan
  • Obat Ventolin Inhaler mungkin dapat disekresikan ke dalam ASI, dan tidak diketahui apakah obat berbahaya bagi bayi baru lahir. Oleh karena itu penggunaan obat selama menyusi harus dengan pertimbangan manfaat yang lebih besar dibandingkan risiko yang mungkin ditimbulkan.