vestein kapsul dan dry syrup

Vestein obat apa?

Vestein adalah obat untuk membantu mengencerkan dahak agar lebih mudah dikeluarkan bersamaan dengan batuk. Obat ini dianggap lebih kuat dibanding ambroxol sehingga kerap diresepkan untuk penderita gangguan pernapasan akut atau kronis seperti pada penderita bronkitis obstruktif kronis termasuk eksaserbasi infeksi akut pada bronkitis kronis.

Vestein digolongkan sebagai obat keras yang konsumsinya harus dengan resep dokter. Karena itu, tidak boleh sembarangan mengonsumsi obat ini atau melebihkannya dari dosis yang dianjurkan. Sebagai tambahan informasi berikut kami ulas kegunaan, dosis lazim, efek samping, kontraindikasi, kemungkinan interaksi dengan obat lain serta informasi keamanan Vestein untuk ibu hamil atau menyusui.

Ikhtisar Obat Vestein

Jenis obatMukolitik
KandunganErdostein
KegunaanMengencerkan dahak pada penderita gangguan pernapasan akut atau kronis, termasuk penderita bronkitis kronis
KategoriObat Resep
KonsumenDewasa dan Anak
KehamilanKategori N
SediaanVestein kapsul 300 mg dan Vestein sirup kering 60 ml

Mekanisme Kerja

Cara kerja Vestein dapat dicermati dari kandungan bahan aktifnya yang berupa Erdostein. Senyawa ini merupakan prodrug dari erdotin yang dapat menghambat perlekatan bakteri pada sel epitel serta membuka ikatan disulfida dalam mucoprotein bronkial. Akibatnya terjadi pengurangan viskositas lendir dan sputum perulen.

Erdostein merupakan senyawa turunan tiol yang dikembangkan untuk mengobati bronkitis obstruktif kronis termasuk eksaserbasi infeksi akut pada bronkitis kronis. Selain itu, senyawa metabolit aktif erdostein juga bersifat anti radikal bebas (seperti pengaruh asam rokok) sehingga dapat membantu memperbaiki gejala klinis yang terjadi.

Indikasi atau Kegunaan Vestein

Vestein digunakan sebagai mukolitik atau pengencer dahak pada gangguan pernapasan akut ataupun kronis seperti bronkitis obstruktif kronis termasuk eksaserbasi infeksi akut pada bronkitis kronis.

Kontraindikasi

Tidak semua orang boleh menggunakan obat ini, penderita yang diketahui memiliki kondisi di bawah ini tidak boleh menggunakan:

  • Memiliki riwayat hipersensitivitas/alergi terhadap bahan aktif Vestein.
  • Orang yang menderita ulkus saluran pencernaan.
  • Penderita gangguan fungsi ginjal parah dengan pembersihan kreatinin kurang dari 25 mL/menit.
  • Penderita gangguan fungsi hati berat.
  • Penderita hipertiroid, gastritis, glaukoma, dan hipertropi prostat.

Dosis Vestein dan Cara Penggunaan

Vestein tersedia dalam bentuk sediaan dan kekuatan dosis berikut:

  • Sediaan kapsul: tiap kapsul mengandung 300 mg erdostein.
  • Sediaan syrup kering: tiap satu sendok takar (5 ml) mengandung 175 mg erdostein.

Ingat! Dosis yang tepat sesuai dengan anjuran dokter berdasarkan berat ringannya penyakit, berat badan, usia, dan lain-lain.

Adapun dosis yang lazim digunakan adalah sebagai berikut:

Dosis Vestein untuk mengencerkan dahak pada gangguan pernapasan akut atau kronis

  • Dosis dewasa: 1 kapsul, 2 – 3 kali sehari. Maksimal pemberian hingga 10 hari. Dalam bentuk syrup, 2 sendok takar (10 ml) 2 kali sehari.
  • Dosis anak sediaan syrup kering:
    • Berat badan 20 – 30 kg: 1 sendok takar (5 ml) 3 kali sehari.
    • Berat badan 15 – 20 kg: 1 sendok takar (5 ml) 2 kali sehari.

Petunjuk Penggunaan:

  • Gunakanlah obat ini setelah atau sebelum makan. Jika muncul rasa tidak nyaman di pencernaan, sebaiknya dikonsumsi bersamaan dengan makanan.
  • Untuk sediaan syrup kering harus dilarutkan dahulu dalam air hingga 60 ml baru kemudian digunakan.
  • Selalu ikuti anjuran dokter atau petunjuk penggunaan yang tertera pada kemasan sebelum mulai mengonsumsinya.
  • Gunakanlah antara satu dosis dengan dosis lainnya pada jarak jam yang sama, misalkan dua kali sehari berarti per 12 jam, tiga kali sehari berarti per 8 jam. Oleh sebab itu, untuk memudahkan usahakan untuk mengonsumsinya pada jam yang sama setiap hari.
  • Apabila ada dosis yang terlewat akibat lupa, maka begitu ingat dianjurkan untuk segera meminumnya apabila dosis berikutnya masih lama sekitar 5 jam atau lebih. Tidak boleh menggandakan dosis Vestein pada jadwal minum berikutnya sebagai ganti untuk dosis yang terlewat.

Efek Samping Vestein

Vestein secara umumnya ditoleransi dengan baik oleh tubuh. Namun beberapa efek samping mungkin muncul dan perlu diperhatikan. Efek samping Vestein tersebut meliputi:

  • Nyeri perut.
  • Mual dan muntah.
  • Diare.
  • Perubahan respon pencecap (lidah).
  • Gatal dan ruam kulit.
  • Napas berat.

Efek Overdosis Vestein

Belum ada data yang menunjukkan efek overdosis penggunaan Vestein. Namun sepertihalnya obat-obatan keras lainnya, penggunaan dalam dosis tinggi dan dalam rentang waktu yang lama dapat menyebabkan overdosis obat ini. Gejalanya dapat berupa nyeri perut parah, mual, muntah dan diare, serta napas berat hingga kesulitan bernapas. Jika hal itu terjadi segera bawa penderita ke unit kesehatan terdekat untuk mendapatkan pertolongan medis yang tepat sesegera mungkin.

Peringatan dan Perhatian

Sebelum dan selama menggunakan obat ini, harap perhatikan hal-hal dibawah ini:

  • Sampaikan pada dokter atau apoteker Anda jika memiliki riwayat alergi terhadap bahan aktif obat ini. Hentikan konsumsi obat jika muncul reaksi alergi seperti ruam kulit, pembengkakan di wajah dan kesulitan bernapas.
  • Pada penderita gangguan fungsi hati tidak boleh melebihi dosis 300 mg per hari.
  • Konsumsi melebihi 900 mg per hari dapat menyebabkan vertigo dan flushing.

Kehamilan dan Menyusui

Bolehkah Vestein untuk ibu hamil dan menyusui?

  • Belum diketahui apakah Vestein dapat membahayakan ibu hamil beserta janinnya. Oleh karena itu konsumsi obat ini selama kehamilan sebaiknya dihindari untuk menghindari kemungkinan risiko yang mungkin muncul terutama untuk trimester pertama kehamilan.
  • Belum diketahui apakah bahan aktif obat ini dapat terekskresi dan mengontaminasi ASI ibu menyusui dan membahayakan bayi yang menyusu. Oleh karena itu sebaiknya menghindari penggunaan obat ini selama masa menyusui.

Interaksi Obat

Potensi interaksi obat terjadi ketika digunakan bersamaan dengan obat lain sehingga dapat mengubah cara kerja obat. Sebagai akibatnya, risiko efek samping dapat meningkat, obat tidak bekerja, atau bahkan menimbulkan efek beracun yang membahayakan tubuh. Oleh sebab itu, penting untuk mengetahui obat apa saja yang Anda konsumsi dan beritahukan kepada dokter.